Penjelasan Transmisi Manual Pada Mobil

Pada kesempatan kali ini, Jagoan Ilmu akan share artikel mengenai Transmisi Manual Mobil yang mencakup pengertian transmisi manual, jenis-jenis transmisi manual, komponen transmisi, urutan transmisi, serta penjelasan tentang mekanisme transmisi manual pada mobil. Untuk persingkat waktu mari kita simak penjelasannya dibawah ini.

Transmisi Manual

Sebelum kita membahas jauh ada baiknya kita ulas pengertiannya terlebih dahulu. Transmisi Manual adalah suatu sistem perpindahan percepatan yang prosesnya secara bertahap yang menggunakan bantuan tuas Transmisi. Terdiri dari gigi paling rendah 1 sampai yang paling tinggi 5-6. Dan untuk mobil ada juga yang dinamakan gigi parkir atau atret berfungsi untuk membuat mobil berjalanan mundur kebelakang. Untuk melakukan perpindahan percepatan pada Transmisi manual kita memerlukan bantuan kopling, dan tidak demikian jika dengan Transmisi Matic. Lebih singkatnya, Transmisi manual adalah gabungan antara roda-roda gigi yang memindahkan putaran dan momen poros engkol ke roda-roda penggerak.

Lalu tujuan transmisi ialah untuk memindahkan tenaga mesin sesuai dengan kondisi pengendaraan, juga dapat memenuhi tujuan lain seperti poin-poin dibawah ini, yang disesuaikan dengan karakteristik mesin yang banyak digunakan sekarang ini.

  • Menggerakkan roda-roda pada kecepatan tinggi saat pengendaraan atau light-speed driving.
  • Dapat menghasilkan tenaga yang cukup besar pada saat start dan berjalan ditempat yang menanjak.
  • Dapat menggerakkan roda-roda pada arah yang berlawanan untuk mundur.

a. Syarat Transmisi

Syarat-syarat penting yang dibutuhkan transmisi yaitu sebagai berikut :

1. Harus gampang untuk mengontrol serta memilih perbandingan gigi yang diinginkan secara cepat.
2. Harus dapat bekerja dengan cepat dan memindahkan output mesin dengan halus
3. Harus efisiensi mekanis yang tinggi dan ekonomis
4. Harus mempunyai kemampuan yang tinggi, bebas masalah dan gampang dioperasikan.
5. Harus tidak sulit untuk perawatan
6. Harus kompak dan beratnya sedang.

Transmisi manual dapat menghasilkan perubahan momen dalam beberapa tahap. Momen idealnya dapat berubah secara langsung secara otomatis. Jaman sekarang, transmisi otomatis lebih baik dari pada jenis manual. Pada saat kendaraan mulai berjalan atau menanjak dibutuhkan moment yang besar, maka dari itu kita memerlukan beberapa bentuk mekanisme perubahan momen.

Akan tetapi moment yang besar tidak diperlukan saat kecepatan tinggi, pada saat mobil menempuh jalan yang rata, moment mesin cukup untuk mengerakkan mobil.

Transmisi digunakan untuk mengatasi hal-hal ini, dengan cara merubah merubah perbandingan gigi agar:

  • Merubah kecepatan kendaraan
  • Merubah momen
  • Memungkinkan kendaraan diam saat mesin hidup atau dalam posisi netral
  • Memungkinkan kendaraan bergerak mundur
  • Mereduksi perbandingan gigi antara gigi yang menggerakkan dengan gigi yang digerakkan

b. Perbandingan Gigi

Pada transmisi terdapat dua pasang roda gigi, untuk memperoleh putaran input shaft dan output shaft yang searah.

A – Drive gear (roda gigi penggerak)

B – Driven gear (roda gigi yang digerakkan)

Agar menggerakkan kendaraan ke arah mundur, pada perbandingan gigi transmisi ditambahkan idle gear, untuk memperoleh putaran input shaft dan output shaft yang berlawanan. Perbandingan gigi yang lebih kecil dari satu (jika putaran propeller shaft lebih cepat dari putaran mesin) atau disebut over drive.

c. Konstruksi Transmisi

Komponen-komponen utama transmisi manual serta fungsinya, simak tabel berikut:

No.KomponenFungsi
1Transmission input salt Poros Input transmisiSebuah poros dioperasikan dengan kopling yang memutar gigi di dalam gear box
2Synchroniser Gigi penyesuaiKomponen yang memungkinkan perpindahan
gigi pada saat mesin bekerja/hidup
3Transmission gear Gigi transmisiUntuk mengubah output gaya torsi yang
meninggalkan transmisi
4Shift fork Garpu pemindahBatang untuk memindah gigi atau synchronizer
pada porosnya sehingga memungkinkan gigi
untuk dipasang/dipindah
5Shift linkage Tuas PenghubungBatang/tuas yang menghubungkan tuas
persneling dengan shift fork
6Gear shift lever Tuas pemindah persnelingTuas yang memungkinkan sopir memindah gigi
transmisi
7Transmision case Bak transmisiSebagai dudukan bearing transmisi dan poros-
poros serta sebagai wadah oli/minyak transmisi
8Output shaft Poros outputPoros yang mentransfer torsi dan transmisi
ke gigi terakhir
9Extension housing Pemanjangan bakMelingkupi poros output transmisi dan menahan
seal oli belakang. Juga menyokong poros output.
10Bearing Bantalan/lakerMengurangi gesekan antara permukaan benda
yang berputar di dalam system transmisi

 

d. Tipe Roda Gigi Transmisi

Roda gigi transmisi dapat digolongkan dalam beberapa tipe menurut konstruksi dan mekanisme cara kerjanya.

 

e. Macam-macam Roda Gigi

Roda gigi atau Gears adalah roda yang terbuat dari besi yang bentuknya gerigi pada permukaannya. Bentuk gigi tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga bisa bekerja secara berpasangan dan setiap pasangan terdapat sebuah roda gigi yang menggerakan (driving gear) dan sebuah roda gigi yang digerakkan (driven gear).

Suatu kumpulan/kelompok roda gigi dengan komponen lain membentuk suatu system transmisi dalam suatu kendaraan, biasa terletak dalam suatu wadah yang disebut transmission case terletak, atau biasa disebut juga gear box.

Beberapa macam desain roda gigi yang dipergunakan pada transmisi yaitu sebagai berikut:

  • Roda gigi jenis Epicyclic: bentuk giginya lurus atau miring terhadap poros, dipergunakan untuk roda gigi yang tidak tetap kedudukan titik porosnya (Constant mesh)
  • Roda gigi jenis double helical : bentuk giginya double miring terhadap poros, dipergunakan untuk roda gigi tetap yang tidak digeser (Constant mesh dan syncromesh type).
  • Roda gigi jenis helical : bentuk giginya miring terhadap poros, dipergunakan untuk roda gigi tetap atau yang tidak bisa digeser (Constant mesh dan syncromesh type)
  • Roda gigi jenis spur : bentuk giginya lurus sejajar dengan poros, dipergunakan untuk roda gigi geser (Sliding mesh type)

 

Macam-macam Transmisi Manual

1). Transmisi tiga kecepatan dengan slidingmesh 

Transmisi ini telah digunakan pada kendaraan bermotor dari tahun 1930-an. Agar memahami prinsip kerja sebuah transmisi, utamanya bagaimana proses pemindahan/transfer tenaga/momen dilakukan di dalam sebuah transmisi kendaraan bermotor. Skema sederhana model transmisi ini, dapat dilihat pada gambar di bawah. Transmisi ini menggunakan roda gigi jenis spur gear dan dibuat dengan tiga poros yang terpisah, yakni :

  1. input shaft (Poros primer) – adalah poros yang menerima gerak putar pertama dari kopling.
  2. countershaft (Poros perantara) – adalah tempat roda gigi counter ditempatkan.
  3. mainshaft/output shaft (Poros utama) – adalah poros keluar dari transmisi, ke komponen sistem pemindah tenaga lainnya.

Pada tipe ini shift arm menggerakkan gigi-gigi percepatan yang terpasang pada spline main shaft untuk menghubungkan serta memutuskan hubungan antara gigi percepatan dengan counter gear. Sekarang tipe ini dipakai untuk gigi mundur. Seperti pada gambar di atas model ini dilengkapi dengan gigi-gigi yang meluncur atau sliding gear dan berbagai macam ukurannya yang dipasangkan pada poros outputnya. Dengan meluncurkan gigi-gigi ini agar berkaitan dengan gigi susun atau counter gear untuk memperoleh pengaturan yang sempurna, bermacam perbandingan yang dapat diperoleh. Kombinasi yang umum pada transmisi model ini 3 sampai 5 tingkat dan satu tingkat untuk mundur.

Poros primer yang dihubungkan dengan kopling, ujungnya dipasang mati dengan roda gigi pinion sebagai pemutar tetap pada sistem transmisi, serta memberikan putaran pada kelompok roda gigi pada poros perantara. Lalu roda gigi pada poros utama dapat digeser-geser dan secara sendiri-sendiri dapat dihubungkan dengan roda gigi yang ada pada poros perantara yang dibuat berpuat bersama. Penggeseran roda gigi pada poros utama, menggunakan pemindah gigi diteruskan ke garpu selector (13).

Pada posisi netral, semua roda gigi yang di poros utama diposisikan tidak berhubungan dengan roda gigi yang ada pada poros perantara (output shaft). Putaran dari poros primer (Input shaft) diteruskan ke roda gigi pada poros perantara, namun tidak memutar roda gigi yang ada pada poros utama. Dengan kata lain, putaran dari poros primer tidak ditransfer ke poros utama/output transmisi.

Posisi gigi pertama, roda gigi 2 pada poros utama digeser hingga berhubungan dengan roda gigi 9 . Sementara roda gigi 3 dan 10 dalam posisi netral. Pada posisi ini, berarti putaran dari roda gigi 6 pada poros primer, dipindahkan ke roda gigi 7 yang dipasang mati dengan roda gigi 10 atau roda gigi 11 memutar roda gigi 9. putaran dari roda 9 dipindahkan ke roda gigi 2 dan diteruskan keporos utama sebagai output transmisi. Karena roda gigi (driver) jumlah giginya lebih sedikit (yaitu roda gigi 9 dan 2) dari roda gigi yang diputar (driven), maka terjadi penurunan atau reduksi putaran bertingkat.

Perhitungan reduksi putaran dilakukan dengan membandingkan antara jumlah gigi pada roda gigi yang diputar dibandingkan dengan jumlah gigi pada roda gigi pemutar. Sehingga rumus perbandingan giginya sebagai berikut :

Perbandingan gigi pertama = 6/7 X 2/9 = 40/20 = 4.

Angka 4 ini menunjukan bahwa momen output pada trnsmisi akan 4 kali lebih besar dibandingkan momen pada poros inputnya, namun kecepatan/putarannya poros output transmisi dari putaran poros input. Artinya pada rpm mesin yang sama, kecepatan kendaraan lebih lambat. Hal ini diperlukan untuk mengangkat beban kendaraan yang lebih besar dengan tenaga yang tetap.

Diantara transmisi manual, model sliding mesh inilah yang paling sederhana konstruksinya, disebabkan belum adanya ukuran yang tepat untuk memudahkan perkaitan gigi maka cara dobel kopling (double clutching) harus dilakukan agar peminfahan gigi-gigi dapat berlangsung dengan sempurna. Juga gigi-gigi ini cenderung menimbulkan suara berisik karena adanya kesukaran tersebut.

2. Transmisi Constantmesh Type

Pada transmisi model constant mesh, gigi roda gigi yang berkaitan harus dapat bergerak pada putaran yang sama, bila tidak gigi-gigi akan berbunyi dan tidak berkaitan dengan mudah.Model constant mesh telah dikembangkan untuk membatasi kekurangan pada tingkat tertentu. Gambar menunjukan sebuah transmisi yang mana pada keempat dan ketiganya yang terdiri dari model constantmesh. Pada model ini gigi input shaft dan counter gear ada dalam perkaitan yang tetap (constant mesh). Gigi ketiga pada output shaft dibuat berputar bebas di shaft. Pada gigi kopling (clutch gear) diberi alur-alur dan diposisikan sedemikian rupa pada poros output hingga dapat digerakkan sepanjang alur-alur untuk berkaitan dengan ujung gigi.

Sebagai contoh, bila kita ingin memindahkan gigi-gigi pada pada tingkat tiga, gigi kopling didorong kebelakang agar dapat berkaitan dengan bagian dalam gigi ketiga pada poros output. Kemudian momen mesin akan berpindah dalm urutan seperti : inpu shaft-couter shaft gigi gigi ketiga pada output shaft clutch gear output shaft.

Bila clutch gear digerakkan kemuka gigi ketiga pada output shaft hanya akan berputar bebas tanpa memindahakan tenaga ke roda-roda.

Bila kita bandingkan dengan sliding mesh type, maka constant mesh type perkaitannya berlaku lebih baik dan tidak menimbulkan bahaya kerusakan pada gigi-gigi selama berkaitan sebab diameter gigi-ginya lebih kecil dengan julmlah gigi yang sedikit. Sebaiknya, transmisi model ini banyak mempunyai kekurangan-kekurangan dibandingkan dengan synchromesh type dan masih tetap diperlukan double kopling (double cluctching) dengan demikian tidak digunakan dalam jumlah yang banyak.

3. Transmisi Synchromesh Type

Konsep aliran tenaga/momen sama dengan yang dipergunakan pada transmisi tiga kecepatan diatas. Perbedaannya pada transmisi ini tidak menggunakan system sliding gear kecuali untuk reverse. Kondisi ini jadi memungkinkan dipergunakan bentuk gigi selain pur, baik yang bentuk helical atau yang dobel helical. Bentuk gigi ini disamping lebih kuat karena kontak antar giginya lebih luas, suaranya juga lebih halus.

Konstruksi transmisi ini, seluruh roda gigi pada poros utama terhubung bebas. Sedangkan sychromesh dengan poros utama terhubung sliding.

Posisi netral, adalah posisi dimana kedua synchromesh tidak sedang menghubungkan roda gigi, dan roda gigi untuk posisi reverse juga tidak terhubung. Sehingga putaran pada poros primer dipindahkan ke roda gigi yang ada pada poros perantara dan dipeindahkan ke roda gigi yang ada pada poros utama namun tidak memutar poros utama.

Transmisi model synchromesh mempunyai banyak keuntungan untuk memungkinkan pemindahan gigi dengan lembut dan cepat tanpa menimbulkan bahaya pada gigi dan tidak memerlukan injakan dengan kopling ganda (double clutching).

Bagian-bagian utama synchromesh terdiri dari yaitu:

  1. Syncrhonizer ring : Disamping bagian gigi-gigi yang tirus pada output shaft
  2. Shifting key : Dipasangkan ditiga tempat dibagian luar diameter clutch hub dan ditekan oleh pegas-pegas ke hub sleeve
  3. Shifting key spring : Ring pegas yang menahan shifting key pada bagian dalam
  4. Clutch hub : Berkaitan dengan output shaft pada alur-alurnya
  5. Hub sleeve : Berkaitan dengan bagian luar (spline). Dilengkapi dengan alur

Cara kerja synchromesh

Bila sleeve digerakkan ke depan atau ke belakang oleh fork,sleeve akan bergerak ke depan atau ke belakang. Gerakana sleeve hub menbawa synchronizer key untuk menekan synchronizer ring, selanjutnya synchronizer ringtertekan dantergesek dengan cone. Akibat gesekan ini maka terjadi pengereman yang menyebabkan putaran synchronizer key sama dengan sycronizer cone.

Bila sleeve ditekan terus, sedangkan synchronizer ring tidak dapat bergerak maju lagi maka synchronizer key tertekan turun oleh oleh sleeve pada tonjolan key bagian atas. Karena key turun maka key tidak sanggup lagi menekan cone. Dengan demikian canfer sleeve hub dapat masuk dengan mudah pada camfer sleeve sycronizer cone, selanjutnya putaran dari main gear dapat diteruskan ke main shaft.

 

4. Mekanisme Pencegah Gigi Loncat (Shift Detent Mechanism)

  1. Pada Shift Fork Shaft (Poros-poros pemindah)
    hift fork shaft mempunyai tiga alur dimana detent ball akan di-tekan oleh spring bila transmisi diposisikan masuk gigi. Shift detent mechanism berfung-si untuk mencegah gigi kembali ke netral dan untuk meyakinkan pengemudi bahwa roda gigi telah berkaitan sepenuhnya.
  2. Pada Hub Sleeve
    Alur-alur pada hub sleeve memiliki bentuk runcing yang berhubunga dengan dog gear gigi percepatan. Agar mencegah gigi loncat.

 

5. Double Meshing Prevention Mechanism

Mekanisme pencegah hubungan ganda dari transmisi MSG5K ialah tipe interlock ball, yang terdiri dari sebuah interlock pin dan 4 buah interlock ball.

 

6. Mekanisme Pengoperasian Transmisi Manual

Mekanisme pengoperasian transmisi, berfungsi untuk menyediakan hubungan antara pengemudi dengan bekerjanya transmisi. Sehingga mekanisme pengoperasian merupakan sarana untuk mengendalikan bekerjanya transmisi oleh pengemudi. Dengan demikian pengemudi dapat memilih gigi kecepatan yang dianggap sesuai dengan kondisi kecepatan dan beban kendaraan.

Konstruksi mekanisme pengoperasian ada tiga macam, yaitu system handel langsung, system handel pada kemudi, dan kemudi system menggunakan kabel baja elastis. Contoh penggunaan system hadel langsung pada kendaraan dengan pemasangan mesin memanjang seperi Toyota Kijang. Sistem handel pada kemudi digunakan agar keberadaan tuas pemindah transmisi tidak mengurangi ruang penumpang, seperti yang digunakan pada Mitsubishi L-300. Dan system pemindah kabel baja elastic, banyak digunakan pada kendaraan front wheel drive dengan mesin melintang, seperti mobil sedan keluaran baru.

a. Direct Control (Tipe Pengontrol Langsung)

Tipe ini memiliki keuntungan yakni:

  • Pemidahan lebih mudah dan halus
  • Posisi pemindah bisa diketahui dengan mudah
  • Pemindahan gigi akan lebih cepat

 

b). Tipe Remote Control

Pada tipe ini transmisi terpisah dari tuas pemindah (shift lever). Shift lever terletak pada steering column (steering column type) pada kendaraan tipe FR (mesin depan penggerak roda belakang) atau terletak pada lantai (floor shift type) pada kendaraan FF (mesin depan penggerak roda depan).

Untuk mencegah getaran dan bunyi mesin langsung ke tuas pemindah maka digunakan insulator karet (rubber insulator).

Pada model-model sport dan truk yang besar, tuas pengaturnya (shift lever) biasanya digunakan pada lantai dan pelayanan tuas pengaturnya secara langsung tanpa adanya tambahan.

Baca juga: Sistem Kemudi Mobil : Penjelasan Fungsi dan Komponennya

 

Demikianlah materi kali ini tentang Transmisi Manual Mobil yang mencakup pengertian transmisi manual, jenis-jenis transmisi manual, komponen transmisi, urutan transmisi, serta penjelasan tentang mekanisme transmisi manual pada mobil. Semoga artikel kali ini menambah wawasan Anda.

 

Sumber: http://www.viarohidinthea.com/2014/10/transmisi-manual-pada-mobil.html

Author: Wa Ode

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.