Penjelasan Dasar Teori Kekar Dalam Ilmu Geologi

Teori kekar

Teori kekar: suatu rekahan yang relatif tanpa mengalami adanya perpindahan pada bidang rekahannya. Penyebab terbentuknya kekar bisa diakibatkan oleh gejala tektonik ataupun tektonik. Dalam analisa struktur geologi, yang dibutuhkan merupakan kekar yang diakibatkan oleh gejala tektonik. Jadi dilapangan baru bisa dibedakan 2 macam kekar tersebut. Klasifikasi kekar ada beberapa macam, tergantung dasar klasifikasi yang digunakan antara lain:

a. Berdasarkan urutannya.
b. Berdasarkan bentuknya.
c. Berdasarkan kerapatannya.
d. Berdasarkan cara terjadinya.

Klasifikasi kekar berdasarkan genesanya :

  • Shear joint
  • Tegasan terkecil akan membagi dua sama besar sudut tumpul yang dibentuk oleh Shear Joint.
  • Tension joint
  • Tegangan utamanya terbesar akan membagi dua sama besar sudut lancipyang dibentuk oleh dua Shear Joint.

Dalam mengoptimalkan hasil yang dicapai dalam analisa struktur-struktur geologi maka dipakai metode analisa yang bisa mendukung penjelasan tentang kinematika dan mekanisme pembetukannya yang dianalisa sehingga penafsirannya mendekati hal yang sesungguhnya. Sampai saat ini metode yang dikira telah bisa penuhi maksud dan tujuan seperti yang telah disebut diatas yakni metode statistik, ialah suatu metode yang diterapkan untuk mendapatkan kisaran harga rata-rata ataupun harga maksimum dari beberapa harga acak satu tipe struktur. Dari sini sesudah itu bisa diketahui kecenderungan-kecenderungan bentuk pola atau kedudukan umum dari macam struktur yang dianalisa.

Metode statistik yang akan dijabarkan disini yakni metode-metode yang umum dipakai dalam aktivitas analisa struktur, terdiri dari 2 metode yang pengelompokannya didasarkan atas banyaknya parameter, ialah:

  1. Pembuatan diagram yang didasarkan atas beberapa data struktur hanyamemiliki satu parameter saja.
  2. Metode statistik dengan 2 parameter, ialah pembuatan diagram-diagram berdasarkan jumlah data struktur yang memiliki 2 parameter.

 

Hubungan Gaya dan Pola Kekar

Berdasarkan uraian dari struktur geologi kekar, sesar, dan lipatan telah menunjukkan bahwa adanya keterkaitan satu dengan yang lain. semisal sesar, sesar adalah kekar yang mengalami perpindahan pada bidangnya, dan biasanya sesar tercipta pada wilayah lipatan (sinklin ataupun antiklin).

Ikatan (hubungan) dari ketiga struktur geologi tersebut bisa dipaparkan melalui three stages of deformation adalah sifat deformasi suatu benda terhadap gaya berdasarkan tingkatan elastisitas benda tersebut. Ketiga tingkatan tersebut yakni:

1. Elastis
Benda dikatakan elastic bila suatu benda dikenai gaya, maka akan mengalami deformasi, namun bila gaya dilepas (lenyap), maka benda tersebut akan kembali lagi pada bentuk dan dimensi semula. Batas dimana suatu benda masih bisa kembali seperti semula bila gaya dilepas, disebut elastic limit. Maka apabila besar gaya yang bekerja melebihi elastic limit, benda tersebut tidak akan kembali pada bentuk semula, bila gaya dilepas.

2. Plastis
benda dikatakan plastic bila gaya yang bekerja mencapai elastic limit. benda yang terkena gaya hanya sebagian yang bisa kembali pada bentuk semula, bila gaya dihilangkan.

3. Brittle and Ductile
Barang dikatakan brittle, bila benda sudah rusak sebelum gaya yang bekerja mencapai titik plastis. Benda dikatakan ductile, bila benda rusak/musnah sesudah gaya melewati titik elastic.

Berdasarkan uraian mengenai tingkatan deformasi tersebut bisa diketahui bahwa kekar adalah awal ataupun faktor adanya sesar dan lipatan. Hal ini disebabkan kekar menjadi zona lemah suatu batuan yang apabila menemukan gaya yang lebih besar akan memicu terbentuknya struktur geologi sesar dan lipatan. sebaliknya sesar naik lazimnya tercipta pada wilayah lipatan berbentuk sinklin dan sesar turun tercipta pada wilayah lipatan yang berbentuk antiklin. Hal ini disebabkan saat gaya tekan pada wilayah lipatan hilang, maka batuan yang terlipat akan kembali berupaya kebentuk semula, namun karena adanya kekar maka terbentuklah sesar karena pergerakan yang terjalin pada bidang kekar.

Dari uraian barusan, bisa disimpulkan bahwa analisis terhadap kekar pada suatu tubuh batuan, tidak hanya bertujuan untuk menentukan arah gaya yang mempengaruhinya, juga untuk mengenali ada tidaknya kekar dan lipatan, terlebih lagi dari analisis kekar kita bisa mengenali apakah suatu lipatan itu berbentuk sinklin ataupun antiklin. tidak hanya itu kita juga bisa tahu suatu sesar ialah sesar naik, turun ataupun geser dari hasil analisis kekar.

Untuk menentukan suatu sesar, kita bisa melaksanakannya dengan analisis kekar untuk mendapatkan nilai Ө1, Ө2, Ө3. apabila kedudukan Ө1, Ө2 relatif horizontal, sebaliknya Ө3 relatif vertikal sehingga menciptakan hanging wall bergerak naik terhadap foot wall maka sesar tersebut adalah sesar naik. apabila kedudukan Ө2, Ө3 relatif horisontal, sebaliknya Ө1 vertikal sehingga menimbulkan hanging wall bergerak turun terhadap foot wall maka sesar tersebut adalah sesar turun. apabila kedudukan Ө1, Ө3 relatif horisontal, sebaliknya Ө2 vertikal, sehingga menimbulkan blok beralih ke kanan ataupun kiri maka sesar tersebut adalah sesar geser.

 

Analisa Kekar

Pengumpulan/pencatatan data → pengelompokan data → penyajian data → analisa data → interpretasi/diskusi. Untuk analisa data, digunakan metode statistik yang dilakukan dengan :

  1. Diagram kipas: dimaksudkan untuk tahu arah kelurusan umum dari unsur-unsur struktur yang data-datanya hanya terdiri dari satu usur pengukuran. dan dalam hal ini dipakai untuk kekar-kekar yang memiliki kemiringan relatif tegak, jadi yang diukur hanya jurus/arahnya saja.
  2. Diagram kontur, dengan menggunakan proyeksi stereografis dan proyeksi kutub.
  3. Histogram, untuk mengetahui arah kelurusan umum dari unsur-unsur struktur.

Tujuan analisa :

  • Menentukan arah umum dari gaya utama.
  • Menentukan kedudukan/arah umum dari kekar