Tata Bahasa Indonesia: Pengertian, Macam, Beserta Contohnya

Tata Bahasa Indonesia – Dalam pendidikan Bahasa Indonesia, pasti kita tidak akan terlepas dari tata bahasa. Tata Bahasa yang dalam bahasa Inggris disebut Grammar sangat penting sebagai modal awal yang harus dikuasai oleh seorang penutur bahasa inggris untuk bisa berkomunikasi dengan baik dan benar.

Tata bahasa adalah ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah yang mengatur penggunaan bahasa. Ilmu ini merupakan bagian dari bidang ilmu yang mempelajari bahasa yaitu linguistik. Tujuan tata bahasa adalah menciptakan alat bantu belajar berbahasa agar proses penguasaan bahasa sasaran berjalan dengan mudah. Tata bahasa ini berfungsi dengan bagaimana cara membantu untuk mengatur penggunaan bahasa yang baik dan benar, makanya tata bahasa itu sangat penting.

A. Pengertian Tata Bahasa Menurut Para Ahli

Definisi tata Bahasa (grammar) menurut versi kamus John M. Echols: Grammar: (kb) 1. Tata bahasa, 2. Buku tata bahasa.

Menurut Oxford Learner’s Pocket Dictionary adalah: book that describes the rules for forming words and making sentences. Merujuk pada definisi di atas, grammar adalah kumpulan kaidah tentang struktur gramatikal bahasa. Kumpulan kaidah ini lazim dikenal sebagai tata Bahasa (grammar).

Coghill and Stacy mendefinisikan grammar sebagai berikut:

“The grammar of a language is the set of rules that govern its structure. Grammar determines how words are arranged to form meaningful units.”(Grammar) sebuah bahasa adalah satu kumpulan aturan yang menata bagian susunannya. Grammar rmenentukan bagaimana kata

  • kata itu disusun dalam bentuk unit
  • unit bahasa yang bermakna).

Swan ahli bahasa yang lebih cenderung memperhatikan Bahasa Inggris asli Inggris (British English) mendefinisikan grammar seperti: “The rules that show how words are combined, arranged or changed to show certain kinds of meaning.” Grammar adalah aturan yang menerangkan bagaimana kata digabungkan, disusun atau diubah untuk menunjukkan beberapa jenis makna).

Menurut Harmer, tata bahasa merupakan penjelasan cara bagaimana kata – kata diubah dan digabungkan pada kalimat di dalam suatu bahasa (grammar is the description of the ways in which words can change their forms and can be combined into sentences in that language). Tata bahasa adalah salah satu aspek yang paling penting dalam penerjemahan.

Baca juga: Pengertian, Fungsi, dan Kedudukan Bahasa Indonesia

B. Macam – Macam Tata Bahasa

Berdasarkan cara penyusunnya, jenis-jenis tata bahasa dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :

  1. Tata bahasa Deskriptif (sinkronis) adalah tata bahasa yang disusun berdasarkan pencatatan (deskripsi) yang nyata atas struktur suatu bahasa. Tata bahasa ini biasanya meliputi suatu lingkungan masa yang tertentu (sinkronis).
  2. Tata bahasa Historis-komparatif (diakronis) adalah tata bahasa yang membicarakan perkembangan struktur bahasa dari satu jaman ke jaman lain (historis atau diakronis), serta mengadakan perbandingan antara struktur-struktur bahasa dari bermacam-macam jaman itu atau memperbandingkannya denngan bahasa-bahasa lainnya (komparatif).

C. Contoh Tata Bahasa

Adapun contoh tata Bahasa, yaitu:

1. Kata Ganti Orang

Kata ganti orang, yang dapat dibedakan lagi menjadi:

  1. Kata ganti orang kesatu (tunggal atau rufrad dan jamak). contohnya: aku, hamba, kami;
  2. Kata ganti orang kedua (tunggal atau mufrad dan jarak), contohnya: engkau, kalian, kamu;
  3. Kata ganti orang ketiga (mufrad dan jamak), contohnya: ia,dia, mereka. Kata ganti pemilik, yang dapat dibedakan mejadi: (1) kata ganti pemilik kesatu (mufrad dan jamak), contoh: aku, kami, kalian; (2) kata ganti pemilik kedua (mufrad dan jamak), contohnya: tuan, mu, kamu; dan (3) kata ganti pemilik tiga (mufrad dan jamak), seperti: nya, mereka.

2. Kata Sifat

Kata sifat ialah kata yang menyatakan sifat atau keadaan sesuatu benda, Macamnya dapat dilihat dari:

  1. Bentuknya. Berdasarkan bentuknya, kata sifat dapat dibedakan menjadi: (1) kata sifat bentuk kata asal, seperti: besar, lebar; (2) kata sifat bentuk kata majemuk, seperti: merah putih, gagah berani, dan (3) kata sifat bentuk berulang, seperti: tegap-tegap, besar-besar, serta (4) kata sifat bentuk bersambungan, sererti: berbau, meluas, kemerah-merahan.
  2. Adat Pemakaiannya. Berdasarkan adat pemakainya, kata sifat dapat dibedakan menjadi: (1) yang rnenentukan (pada) kata benda, seperti: jeruk manis, orang besar, padi menguning, dan (2) sebagai sebutan dalam kalimat, seperti: di muara sungai pagi-pagi orang sudah sibuk.

3. Kata Tambahan

Kata tambahan ialah kata-kata yang berfungsi sebagai keterangan pada kata-kata yang bukan kata benda. Golongan ini dapat dibedakan menjadi:

  1.  Penunjuk waktu, seperti: pagi-pagi, baru, setelah
  2. Penunjuk tempat, seperti: di sini, di atas, ke sana
  3. Penunjuk peri keaadaan, seperti: beribahati, sungguh-sungguh
  4. Penunjuk banyak dan taraf ketandasan, seperi: terlalu, semata-mata, hanya, agak
  5. Penunjuk taraf kepastian, yang dapat dibedakar lagi menjadi: (1) kepastian, seperti: pasti, sungguh (2) kemungkinan, seperti: mungkin, barangkali, (3) pengharapan dan permintaan, seperti: semoga, mudah-mudahan, dan (4) ingkar, seperti: tidak, jangan.

4. Kata Depan

Kata depan ialah kata-kata yang selalu berada di depan kata benda atau kata ganti, sedangkan hubungannya dengan kata benda dan kata ganti yang mengikutinya itu lebih erat daripda hubungan dengan kata yang di depannya, bahkan sering juga di depannya itu tidak ada sepatah kata pun. Berdasarkan artinya, kata depan dapat dibagi menjadi:

  1.  kata depan pengantar tempat, seperti: ke, di, dari
  2. kata depan pengantar pihak yang akan menerima bagian, seperti: untuk, buat, bagi
  3. kata depan pergantar alat, kawan, atau lawan, ialah kata dengan.

5. Kata Penghubung

Kata penghubung ialah kata-kata yang gunanya untuk menghubungkan sebuah perkataan dengan perkataan yang mendahuluinya atau sebuah kalimat dengan kalimat yang mendahuluinya. Menurut artinya, kata ini dapat dibedakan menjadi

  1.  kata penghubung penunjuk gabungan, seperti: serta, dan, lagi pula
  2. kata penghuhung pengantar penunjuk waktu, seperti: waktu, ketika, setelah, sementara
  3. kata penghubung penunjuk maksud atau tujuan, seperti: agar, supaya, biar. Dll.

 

Demikian penjelasan tentang Tata Bahasa Indonesia yang mencakup pengertian tata bahasa dari beberapa ahli, macam tata bahasa beserta contohnya. Semoga bisa membantu Anda dalam mengerjakan tugas, baik itu tugas makalah maupun tugas lainnya. Semoga bermanfaat.

Author: Wa Ode

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.