Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.

6 Siklus Batuan: Pengertian, Tahap-Tahap dan Sejarahnya

4 min read

siklus batuan

Siklus Batuan – Tahukah Anda, batuan yang ada di Bumi ini tidak terbentuk begitu saja. Batuan yang ada di bumi ini dapat terbentuk karena adanya sebuah proses atau siklus. Siklus ini mencerminkan awal akan terbentuknya batuan hingga menjadi batuan jadi ataupun utuh.

Batuan adalah kumpulan-kumpulan atau agregat dari mineral-mineral yang sudah dalam kedaan membeku/keras. Batuan adalah salah satu elemen kulit bumi yang menyediakan mineral-mineral anorganik melalui pelapukan yang selanjutnya menghasilkan tanah. Batuan dibutuhkan oleh manusia untuk berbagai macam hal, seperti membangun rumah atau gedung, mebuat bendungan, membuat sarana dan pra sarana umum, hingga menghias atau mempercantik bangunan.

Pengertian Siklus Batuan

Siklus batuan adalah konsep dasar dalam geologi menggambarkan waktu transisi yang dihabiskan untuk melalui waktu geologis pada tiga jenis batuan utama: sedimen, metamorf, dan beku. Setiap jenis batu akan berubah atau hancur saat dipaksa keluar dari kondisi ekuilibriumnya.

Siklus batuan menjelaskan hubungan antara tiga jenis-jenis batuan penyusun lapisan bumi-beku, sdimen, metamorf. Tidak seperti siklus hidrologi atau siklus karbon, tidak semua batu dalam siklus batuan mengalami perubahan.

Tahap-Tahap Siklus Batuan

siklus batuan
Bagan Contoh Siklus Batuan

Berikut tahap atau proses terjadinya siklus batuan:

1. Magma mengalami kristalisasi

Terjadinya batuan pertama kali diawali oleh adanya magma. Magma ini merupakan bahan pokok pembentuk batuan. Terbentuknya batuan pertama kali karena diawali oleh adanya magma yang mengalami proses kristalisasi. Magma ini tidak terdapat di semua area bumi, sebagian besar magma terbentuk di sepanjang batas lempeng bumi. Kemudian magma yang yang membeku akan membentuk sebuh kristal atau mineral (hal ini dinamakan kristalisasi). Magma yang membentuk kristal ini sma seperti air yang didinginkan menjadi es. Magma yang mengkristal ini akan banyak ditemukan pada gunung berapi yang mengalami erupsi. Magma yang keluar dari dalam gunung akan membeku setelah sampai ke permukaan bumi .

Magma yang membeku ini akan membentuk sebuah jenis batuan, yakni batuan beku. Magma yang membekunya setelah sampai di permukaa bumi akan membentuk batuan beku yang jenisnya ekstrusif. Sementara magma yang membeku namun belum sampai ke permukaan bumi ini membentuk sebuah batuan jenis intrusif. Namun, semua batuan yang dibentuk karena adanya pembekuan magma disebut dengan batuan beku. Nah begitulah proses terjadinya batuan beku.

2. Mengalami pengangkatan dan pelapukan

Kemudian batuan- batuan beku yang telah terbentuk tadi lama- kelamaan akan mengalami proses pelapukan. Batuan yang mengalami proses pelapukan paling cepat terutama adalah batuan yang membeku di permukaan bumi (batuan ekstrusif). Batuan ini lebih cepat mengalami proses pelapukan karena terpapar secara langsung oleh cuaca di bumi dan juga atmosfer bumi, sehingga pelapukannya lebih cepat daripada yang berada di bawah permukaan bumi.
Meskipun demikian, bukan berarti batuan yang berada di permukaan bumi ini tidak bisa mengalami pelapukan.

Batuan yang berada di bawah permukaan tanah tetap bisa mengalami pelapukan, namun harus mengalami proses pengangkatan ke permukaan tanah terlebih dahulu. Batuan yang berada di bawah permukaan bumi harus terangkat ke permukaan bumi melalui proses tektonik, kemudian lapisan batuan yang berada di atasnya harus hilang terlebih dahulu oleh proses erosi. Setelah berada di permukaan bumi inilah proses pelapukan batuan dimulai.

Pelapukan yang terjadi pada batuan ini dapat terjadi karena adanya beberapa reaksi fisik dan kimia yang dapat disebabkan oleh interaksi udara, air, maupun organisme tertentu. Setelah batuan menjadi lapuk karena angin, air, es, gletser ataupun yang lainnya, maka akan menjadi material sedimen melalui sebuah proses yang disebut erosi.

3. Mengalami erosi

Setelah mengalami proses pengangkatan dan pelapukan, maka proses yang selanjutnya adalah erosi. Dalam proses erosi ini yang paling banyak berperan adalah air. Air yang mengalir misalnya dari sungai merupakan salah satu hal yang paling sepat menyebabkan proses erosi ini terjadi. Arus dari air ini pula yang akan mengangkut material- baterial pelapukan batu menuju ke tempat lain. Selain air, ada pula yang mengangkut meterial- material lainnya yakni angin ataupun gletser.

4. Pengendapan dan pembentukan batuan sedimen

Material- material dari pelapukan batuan beku yang telah terangkut oleh air, angin, ataupun gletser, lama kelamaan akan mengendap di suatu tempat dan kan berjumlah semakin banyak. Karena semakin banyak batuan yang mengendap ini, akibatnya semakin lama akan semakin mengeras dan mengeras . Karena proses pengerasan inilah membentuk terjadinya batuan yang disebut dengan batuan sedimen.

Penjelasan yang ilmiah mengenai pembentukan batuan sedimen yang lebih ilmiah, dalam material sedimen muda akan mengubur endapan yang lebih lama (tua). Kemudian tekanan yang dihasilkan akan membuat endapan lama ini menjadi kompak. Ketika air bergerak dan masuk ke dalam material sedimen, maka mineral kalsit dan silika yang terlarut akan terendap dan mengisi rongga antar butir yang bertindak sebagai semen yakni merekatkan butiran sedimen antar satu dengan yang lainnya.

5. Batuan sedimen berubah menjadi batuan metamorf 

Batuan sedimen banyak terdapat di bawah permukaan bumi. Batuan beku intrusif juga berada di bawah permukaan bumi. Ketika batu yang berada di di bawah permukaan bumi ini tidak tersingkap ke atas permukaan bumi ketika proses pengangkatan, maka batuan tersebut akan terkubur lebih dalam lagi. Semakin dalam terkubur, maka akan semakin besar kemungkinan untuk terpapar suhu dan juga tekanan tinggi yang dihasilkan oleh kompresi tektonik dan energi panas yang berasal dari dalam bumi, yang pada akhirnya dapat mengubah batuan tersebut. Batuan yang telah berubah di bawah permukaan bumi akibat paparan suhu, tekanan, dan juga kontak magma ini disebut dengan batuan metamorf atau malihan. Begitulah proses terjadinya batuan metamorf.

6. Batuan metamorf atau malihan berubah lagi menjadi magma

Setelah batuan menjadi batuan malihan atau metamorf, lama kelamaan batuan metamorf atau malihan ini akan berubah menjadi magma kemballi. Dan dari magma inilah proses terjadinya batu bisa terjadi kembali.

3 Penyebab Pelapukan Batuan

Pelapukan adalah proses alterasi dan fragsinasi batuan dan material tanah pada dan/atau dekat permukaan bumi yang disebabkan karena proses fisik, kimia dan biologi. Hasil dari pelapukan ini merupakan asal (source) dari batuan sedimen dan tanah (soil). Semua batuan yang ada di permukaan bumi akan mengalami pelapukan. Penyebab pelapukan tersebut ada 3 macam:

1. Pelapukan secara fisika

Apa yang dimaksud dengan pelapukan fisika? adalah perubahan suhu dari panas ke dingin akan membuat batuan mengalami perubahan. Hujan pun juga dapat membuat rekahan-rekahan yang ada di batuan menjadi berkembang sehingga proses-proses fisika tersebut dapat membuat batuan pecah menjadi bagian yang lebih kecil lagi.

2. Pelapukan secara kimia

Apa yang dimaksud dengan pelapukan kimia? adalah beberapa jenis larutan kimia dapat bereaksi dengan batuan seperti contohnya larutan HCl akan bereaksi dengan batu gamping. Bahkan air pun dapat bereaksi melarutkan beberapa jenis batuan. Salah satu contoh yang nyata adalah “hujan asam” yang sangat mempengaruhi terjadinya pelapukan secara kimia.

3. Pelapukan secara biologi

Apa yang dimaksud dengan pelapukan biologi? Selain pelapukan yang terjadi akibat proses fisikan dan kimia, salah satu pelapukan yang dapat terjadi adalah pelapukan secara biologi. Salah satu contohnya adalah pelapukan yang disebabkan oleh gangguan dari akar tanaman yang cukup besar. Akar-akar tanaman yang besar ini mampu membuat rekahan-rekahan di batuan dan akhirnya dapat memecah batuan menjadi bagian yang lebih kecil lagi.

Sejarah Perkembangan Ilmu Mengenai Siklus Batuan

siklus batuan

Konsep teori siklus batuan biasanya dikaitkan dengan James Hutton yang disebut sebagai Bapak Geologi dari abad ke-18. Siklus batuan adalah bagian dari Uniformitarianisme Hutton yang menyatakan bahwa di alam semesta memiliki keteraturan sehingga sebuah kejadian akan bisa terulang kembali.

Hutton dalam kutipannya yang terkenal mengatakan bahwa tidak ada awalan, dan tidak ada kemungkinan akan berakhir, yang secara khusus diterapkan pada siklus batuan dan sifat siklus proses geologis yang bayangkan. Konsep siklus rock non-evolusioner yang berulang ini tetap dominan sampai revolusi tektonik lempeng tahun 1960an.

Dengan berkembangnya pemahaman mesin penggerak lempeng tektonik, siklus rock berubah dari berulang tanpa henti menjadi proses yang berangsur-angsur berkembang. Siklus Wilson (siklus batuan berbasis tektonik piring) dikembangkan oleh J. Tuzo Wilson selama tahun 1950an dan 1960an.

Penutup

Demikian artikel siklus batuan dimana kita ketahui bersama Siklus Batuan di Bumi adalah salah satu siklus alam di bumi yang mengaitkan hubungan antara batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk tugas, skripsi, makalah atau tugas lainnya dan menambah wawasan Anda mengenai Siklus Batuan.

Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.