Sekoci Pada Kapal: Fungsi, Jenis, dan Cara Penurunannya

sekoci pada kapal

Tahukah anda apa yang dimaksud dengan Sekoci pada kapal ? Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi jagoanilmu.net. Karena pada kesempatan kali ini akan mengulas tentang fungsi sekoci, jenis-jenis sekoci, cara menyiapkan sekoci penolong dan cara menurunkan sekoci kapal atau prosedur penurunan sekoci. Oleh karena itu marilah simak penjelasan yang ada dibawah berikut ini.

Sekoci adalah salah satu dari perlengkapan pelayaran yang harus dipenuhi pada syarat-syarat pembuatan kapal, termasuk konstruksinya, dan mekanis perlengkapannya untuk menurunkan dan mengangkat sekoci pada kapal. Sekoci penolong adalah jenis sekoci yang terbuka dengan lambung tetap dan pada sisi dalamnya terdapat kotak-kotak udara.

Sedangkan sekoci biasa adalah sekoci yang terbuka tanpa ada perubahan kotak-kotak udara. Sebagai alat penambah daya apung, diperlukan agar sekoci yang terbuka, akan tetap terapung apabila banyak kemasukan air. Alat ini harus dipasang dekat sekali pada sekoci dan terdiri dari beberapa kotak-kotak dan setiap kotaknya tidak boleh lebih dari 1,25 meter, agar mengurangi hilangnya daya apung tambahannya apabila ada kebocoran.

Sekoci berupa perahu kecil yang berapa di kanan dan kiri kapal bagian atas atau tepatnya di deck sekoci. Pada kapal barang biasanya ada dua buah sekoci, sedangkan pada kapal penumpang atau pesiar jumlahnya sesuai dengan besar atau kecilnya kapal tersebut. Sekoci biasanya berjumlah 12 buah. Sekoci biasanya terbuat dari logam, kayu atau serat fiber.

Baca juga 6 Macam-Macam Jenis Propeller atau Baling-Baling Pada Kapal

Dulu kotak udara ubu terbuat dari bahan tembaga, kuningan atau besi yang diberi lapisan galvanis (galvaniser),  sedangkan bahan seng kurang baik dapat digunakan, karena akan rusak apabila kena kuningan paku-paku sekoci. Bentuk kotak udara harus pas dengan sekocinya dan pemasangannya menggunakan ganjel, hingga tidak boleh menempelkan kulit pinggiran sekoci.

Bahan yang terbaru untuk membuat kotak udara adalah berbahan plastik, yang mempunyai sifat yang tidak menghisap air serta berat jenisnya sangat kecil, yakni 0,05.

Fungsi Sekoci Kapal

Fungsi sekoci terdiri dari 3 bagian ialah sebagai berikut:

  1. Sekoci penolong, sekoci ini digunakan untuk menolong awak kapal apabila sedang dalam keadaan darurat atau terjadi kecelakaan
  2. Sekoci penyeberang, yang berfungsi untuk mengangkut awak kapal dari tengah laut ke pantai atau sebaliknya. Pada kapal barang kadang-kadang sekoci ini juga dipergunakan untuk menarik tongkang-tongkang muatan dari darat ke kapal dan sebaliknya dimana kebetulan tidak ada motor boat yang tersedia.
  3. Sekoci meja, berfungsi untuk memindahkan barang-barang yang berat dan untuk mengangkut perlengkapan perbaikan kapal. Ukuran dari sekoci ini lebih kecil jika dibandingkan dengan sekoci penolong pada umumnya (yang mempunyai dasar rata).

Jenis-Jenis Sekoci Kapal

Jenis-jenis sekoci kapal terbagi berdasarkan alat penggeraknya yang terdiri menjadi 4 bagian, yakni:

  • Sekoci penolong yang di dayung
  • Sekoci penolong bermotor kelas A dengan kecepatan 6 mil per jam
  • Sekoci penolong bermotor kelas B dengan kecepatan 4 mil per jam
  • Sekoci penolong yang berbaling-baling yang digerakkan secara mekanis

Peraturan SOLAS Mengenai Sekoci Kapal

Dalam SOLAS 1960 telah ditentukan bahan life boat/sekoci penolong harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai di bawah ini, yaitu:

  1. Harus kuat diturunkan kedalam air dengan aman jika dimuati penuh dengan penumpang yang diizinkan beserta perlengkapan yang diharuskan
  2. Dilengkapi dengan tangki-tangki udara (sebagai cadangan daya apung) untuk menghindari tenggelamnya sekoci walaupun sekoci dalam keadaan terbalik
  3. Bentuknya gemuk dan bagian belakangnya runcing dan kedua lingginnya sedapat mungkin tajam agar dapat bergerak dengan baik, maju maupun mundur
  4. Harus dapat diturunkan ke air dengan mudah dan cepat walaupun kapal dalam keadaan miring 15 derajat
  5. Dilengkapi dengan alat-alat yang memungkinkan penumpang yang berada dalam air dapat naik keatas sekoci
  6. Papan tempat duduk yang melintang dan bangku-bangku pinggir, harus ditempatkan serendah mungkin dalam sekoci
  7. Dilengkapi dengan alat-alat navigasi dan perlengkapan lainnya

SOLAS juga mengatur, alat-alat dan perlengkapan yang wajib pada di sekoci yakni:

  1. Tali penolong diikat disekililing sekoci
  2. Dayung yang lengkap beserta tempatnya
  3. Dua buah kapak ditempatkan masing-masing dibagian muka dan belakang sekoci

Penempatan sekoci diatas kapal juga harus diperhatikan seperti:

  • Harus ditempatkan sedemikian rupa hingga dapat diluncurkan atau diturunkan ke air. Dengan waktu yang relatif singkat
  • Dapat diturunkan dengan mudah
  • Penumpang harus dapat masuk kedalam sekoci dengan cepat dan aman
  • Tidak diperkenankan dipasang pada sisi atau bagian belakang kapal karena bila diturunkan ke air, dapat membahayakan karena dekat dengan propeller.

Cara Menurunkan Sekoci Kapal

Prosedur dan menyiapkan penurunan sekoci dari kapal ke air juga harus diperhatikan. Uraian di bawah ini merupakan cara penurunan sekoci di kapal dengan baik dan benar.

  1. Painternya masih terikat dengan benar di sekoci dari railing kapal, dan tidak kencang atau tegang tertambat di railing agar penurunan sekoci nantinya tidak tertahan
  2. Lepaskan pengunci Hand Brake pada Boat Winch dengan cara mencabut Toggle Pinnya
  3. Semua awak kapal naik dan masuk ke dalam sekoci kecuali orang yang memiliki tugas untuk menurunkan sekoci
  4. Berdiri dengan benar pada Stage untuk melepaskan Cradle Stopper Handle dari penahannya dengan cara mencabut Toggle Pin
  5. Lepaskan Trigger Line dan Lashing Line dari Release Hook terhadap badan sekoci agar tidak tersangkut
  6. Orang yang bertugas menurunkan sekoci selanjutnya naik dan masuk ke dalam sekoci, kemudian menutup semua pintu sekoci
  7. Tarik tali Remote Control Wire dari dalam sekoci untuk memutar keluar dan menurunkan sekoci. Dalam penarikan tali Remote Control Wire harus dilakukan dengan hati-hati dengan menariknya secara perlahan karena hal ini akan menyebabkan terjadi oleng pada sekoci. Akibatnya dapat membahayakan orang yang berada dalam sekoci tersebut
  8. Ketika sekoci hampir mencapai permukaan laut, orang yang bertugas menarik tali Remote Control Wire harus mengurangi kecepatan penurunan dengan cara sedikit mengendurkan tarikan terhadap tali Remote Control
  9. Wire hingga sekoci bersentuhan langsung dengan permukaan laut secara perlahan
  10. Setelah sekoci sudah berada di atas permukaan laut segera lepaskan tali Remote Control Wire dari dalam sekoci
  11. Lepaskan sekoci dari kedua Boat Hooknya dan lepaskan juga sekoci dari Painternya

Menentukan Kapasitas (Cubic Capacity) Sekoci Kapal

Untuk menentukan kapasitas sekoci penolong dengan
menggunakan Simpson’s Rule sebagai berikut :

Kapasitas = L2 / 12 (4A + 2B + 4C)

  • L2 = Panjang sekoci penolong dalam meter diukur dari bagian dalam kulit sekoci pada linggi muka sampai ketitik yang sama pada linggi belakang.
  • A = Luas penampang melintang ada 1 / 4, dari belakang.
  • B = Luas penampang midship.
  • C = Luas penampang melintang pada 1 / 1 L2, dari depan

Penutup

Demikian penjelasan tentang Sekoci Pada Kapal yang mencakup fungsi sekoci, jenis-jenis sekoci, peraturan SOLAS tentang sekoci, prosedur penurunan sekoci di kapal dan menentukan kapasitas sekoci pada kapal. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda. Keep on fighting till the end

Referensi:

  • http://doinmarine.blogspot.co.id/2012/12/sekodi-penolong-sekoci-adalah-sebagian.html
  • http://blogkapal.blogspot.co.id/2016/05/jenis-sekoci-dan-cara-penurunannya.html
  • https://jagoanilmu.net/sekoci-pada-kapal/
  • Solas 1960