Sejarah Kerajaan Kediri dan Kehidupan Politiknya

By | January 23, 2019

Ilmu Area,  Sejarah kerajaan kediri dan kehidupan politiknya – Kerajaan Kediri merupakan salah satu kerajaan Hindu yang pusatnya berada di tepi Sungai Brantas, Jawa Timur. Kerajaan ini berdiri pada abad ke-12 dan merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Raja pertamanya bernama Shri Jayawarsa Digjaya Shastraprabu yang menamakan dirinya sebagai titisan Wisnu.

Sumber berdirinya sejarah kerajaan Kediri diawali dengan perintah Raja Airlangga yang membagi kerajaan menjadi dua bagian, yakni Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri) yang dibatasi dengan Gunung Kawi dan Sungai Brantas. Untuk lebih jelasnnya, mari simak penjelasan sejarah kerajaan kediri berikut ini.

Sejarah Kerajaan Kediri

Sejarah Kerajaan Kediri

Sejarah Kerajaan Kediri

Sebelum kerajaan menjadi dua, kerajaan yang dipimpin oleh Airlangga sudah memiliki nama Panjalu yang ada di Daha, sehingga Kerajaan Janggala terlahir dari pecahan Panjalu, sedangkan Kahuripan merupakan nama kota lama yang ditinggalkan Airlangga lalu menjadi ibu kota Janggala.

Awalnya, nama Panjalu lebih sering digunakan dibandingkan dengan Kediri atau Kadiri yang terbukti dari beberapa prasasti raja-raja Kediri. Nama Panjalu sendiri dikenal dengan Pu Chia Lung pada kronik Cina yakni Ling wai tai ta tahun 1178. Kediri atau Kadiri berasal dari kata Khadri yaitu bahasa Sansekerta dengan arti pohon mengkudu atau pohon pace.

Kemudian pada November 1042, kedua putra Raja Airlangga memperebutkan tahta kerajaan sehingga dengan terpaksa Airlangga membelah kerajaan menjadi dua. Hasil dari perang saudara tersebut, Kerajaan Panjalu diberikan kepada Sri Samarawijaya yang pusatnya di Kota Daha.

Sedangkan Kerajaan Jenggala diberikan kepada Mapanji Garasakan yang berpusat di Kahuripan. Dalam Prasasti Meaenga disebutkan bahwa Panjalu dapat dikuasai Jenggala dan nama Raja Mapanji Garasakan(1042-1052 M) diabadikan. Namun, pada peperangan selanjutnya, Kerajaan Panjalu (Kediri) berhasil menguasai seluruh tahta Airlangga.

Perkembangan Kehidupan Politik Kerajaan Kediri

Mapanji Garasakan memiliki lama pemerintahan yang sebentar lalu digantikan oleh Raja Mapanji Alanjung tahun 1052 sampai 1059 M lalu diganti kembali dengan Sri Maharaja Amarotsaha. Pertempuran dari Jenggala dan Panjalu masih berlangsung sampai 60 tahun dan tidak ada berita pasti tentang 2 kerajaan tersebut sampai akhirnya muncul Raja Bameswara tahun 1116 sampai 1136 M dari Kediri. Baca Juga Sejarah Perang Padri

Pada masa tersebut, ibu kota Panjalu sudah dipindahkan dari Daha menuju Kediri sehingga lebih terkenal dengan sebutan Kerajaan kediri. Raja Bameswara mengenakan lencana berbentuk tengkorak bertaring pada bagian atas bulan sabit yang biasa disebut dengan Candrakapala. Sesudah Bameswara tutun tahta kemudian dilanjutkan Jayabaya yang kemudian berhasil mengalahkan Jenggala.

Baca juga  Rangkuman Sejarah Perang Padri di Sumatera Barat

Runtuhnya Kerajaan Kediri

Runtuhnya kerajaan kediri pada masa pemerintahaan Raja Kertajaya, dimana terjadi pertentangan antara raja dengan Kaum Brahmana. Raja Kertajaya dianggap melanggar agama dengan memaksakan mereka menyembah kepadanya sebagai dewa.

Kaum Brahmana meminta pertolongan kepada Ken Arok, pemimpin daerah Tumapel yang ingin memisahkan diri dari Kediri. Kemudian terjadilah perang antara rakyat Tumapel yang dipimpin Ken Arok dengan Kerajaan Kediri. Akhirnya pada tahun 1222 Masehi, Ken Arok berhasil mengalahkan Kertajaya dan Kerajaan Kediri menjadi wilayah bawahan Tumapel atau Singhasari.

Sebagai pemimpin di Kerajaan Singhasari, Ken Arok mengangkat Jayasabha (putra Kertajaya) sebagai bupati Kediri. Jayasabha digantikan oleh putranya Sastrajaya pada tahun 1258. Kemudian Sastrajaya digantikan putranya Jayakatwang (1271). Jayakatwang berusaha ingin membangun kembali Kerajaan Kediri dengan memberontak Kerajaan Singhasari yang dipimpin Kertanegara. Terbunuhlah Raja Kertanegara dan Kediri berhasil dibangun oleh Jayakatwang.

Namun, kerajaan Kediri

tidak berdiri lama, Raden Wijaya (menantu Raja Kertanegara) berhasil meruntuhkan kembali Kerajaan Kediri yang dipimpin oleh Jayakatwang. Setelah itu, tidak ada lagi Kerajaan Kediri.

Raja-raja yang berkuasa pada Kerajaan Kediri:

  1. Shri Jayawarsa Digjaya Shastraprabu
  2. Kameshwara
  3. Jayabaya
  4. Prabu Sarwaswera
  5. Prabu Krhoncharyadipa
  6. Srengga Kertajaya

Peta Kerajaan Kediri

Sejarah Kerajaan Kediri

Peta Wilayah Kerajaan Kediri

Peninggalan Kerajaan Kediri

Ada banyak bukti peninggalan sejara dari Kerajaan Kediri yang masih bisa kita lihat hingga sekarang, baik itu berupa candi, arca, prasasti dan juga berbagai kitab sastra. Berikut peninggalan kerajaan kediri, antara lain :

1. Candi Tondowongso

Candi Tondowongso berada di Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kediri, Jawa Timur yang ditemukan belum lama ini yakni pada tahun 2007. Arsitektur dari arca dan bentuk bangunan yang ditemukan disekitar candi memperlihatkan jika bangunan ini dibangun pada abad ke-9 yakni disaat pusat politik dipindahkan dari Jawa Tengah menuju wilayah Jawa Timur.

2. Candi Panataran

Candi Panataran terletak di lereng Gunung Kelud Barat Daya di Utara Kota Blitar pada ketinggian 450 meter dari permukaan laut dan menjadi candi paling indah dan besar di Jawa Timur. Dari beberapa prasasti yang juga ditemukan di sekitar candi, maka diketahui jika candi ini dibangun sekitar abad ke-12 sampai 14 Masehi pada masa pemerintahan Raja Srengga sampai Raja Wikramawardhana. Sistem Candi Panataran dan terasnya berundak memakai susunan batu andesity yang saling mengunci.

3. Candi Gurah

Peninggalan Kerajaan Kediri selanjutnya adalah Candi Gurah. Candi Gurah berada di Kecamatan Gurah, Kediri, Jawa Timur yang ditemukan pada tahun 1957 dan letaknya berada di 2 km dari situs Candi Tondowongso. Candi Gurah ini berukuran 9 x 9 meter. Ada persamaan dari Candi Gurah dan Candi Tondowongso yakni Arca Brahma, Surya, Candra, Yoni dan Nandi. Selain itu, penempatan arca dikedua candi tersebut juga sama meskipun pada bangunan tempat arca Candra, Surya dan juga Nandi dari Candi Tondowongso belum terlihat jelas bentuknya.

4. Candi Mirigamba

Candi Mirigambar merupakan candi peninggalan dari Kerajaan Kediri selanjutnya yang ditemukan pada sebuah lapangan di Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur. Menurut perkiraan, candi ini dibangun pada tahun 1214 sampai dengan 1310 Saka dengan material yang terbuat dari bata merah seperti halnya pada candi lain di wilayah Jawa Timur.

Baca juga  Strategi Perang Padri Melawan Belanda 1821-1838

Salah seorang petinggi dari Desa Mirigambar di tahun 1965 melindungi Candi Mirigambar tersebut dari ikonklastik sehingga candi ini masih bisa kita lihat hingga sekarang. Ikonklastik sendiri merupakan perbuatan menghancurkan berbagai kebudayaan yang dianggap sebagai berhala.

5. Candi Tuban

Candi Tuban yang menjadi salah satu peninggalan dari Kerajaan Kediri ini, kini hanya menyisakan reruntuhannya saja yang terletak di 500 meter dari Candi Minigambar. Saat ini, Candi Tuban sudah tertutup dengan tanah sehingga tidak memungkinkan untuk dibangun kembali. Pada saat ini, diatas timbunan Candi Tuban sudah dijadikan kandang beberapa hewan ternak.

Akhir Kata

Demikian yang dapat Ilmu Area bagikan, tentang Sejarah kerajaan kediri, dimana
berdirinya sejarah kerajaan Kediri diawali dengan perintah Raja Airlangga yang membagi kerajaan menjadi dua bagian, yakni Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri) yang dibatasi dengan Gunung Kawi dan Sungai Brantas.Sekian dan terima kasih telah mengunjungi ilmuarea.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel Sejarah berikutnya.
Author: Lin Lin

The best cheap VPN providers 2019 : 1. NordVPN 2. IPVanish 3. Ivacy 4. Windscribe 5. SaferVPN 6. Avast SecureLine VPN (VPN CHEAP) 7. Kaspersky Secure Connection.