Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.

Sejarah Kerajaan Aceh Lengkap

3 min read

sejarah kerajaan aceh

sejarah kerajaan aceh

Sejarah Kerajaan Aceh – Kerajaan Aceh berdiri dan muncul sebagai kekuatan baru di Selat Malaka, pada abad ke-16 setelah jatuhnya Malaka ke tangan Portugis. Kerajaan Aceh bersaing dengan Kerajaan Johor di Semenanjung Malaysia. Para pedagang Islam tidak mengakui kekuasaan Portugis di Malaka dan segera memindahkan jalur perniagaan ke bandar-bandar lainnya di seluruh Nusantara. Peran Malaka sebagai pusat perdagangan internasional digantikan oleh Aceh selama beberapa abad.

Sejarah Kerajaan Aceh

Dalam sejarah Kerajaan Aceh menceritakan tentang salah satu kerajaan islam yang terkemuka di wilayah nusantara. Kerajaan tersebut mengalami masa kejayaannya pada saat dipimpin oleh seorang sultan yang bernama Sultan Iskandar Muda. Namanya memang begitu terkenal, bukan hanya di tanah Aceh saja, malinkan juga di tanah tanah lain di nusantara. Peristiwa tersebut dikarenakan seiring dengan kemsyhuran kerajaan aceh ini, sehingga banyak orang yang mengenal pemimpinnya.

Meningkatnya kerajaan aceh sebagai salah satu kerajaan yang paling terkemuka karena kerajaan tersebut memiliki lokasi kekuasaan yang sangat strategis. Tepatnya ialah di wilayah pulau sumatera bagian utara, dan snagat dekat dengan jalur pelayaran interbasional. Hal tersebut membuat kerajaan aceh kerap dijadikan sebagai tempat singgah bagi para pelayar yang berasal dari berbagai negara dunia.

Masuknya para pelayar ke aceh tentu menimbulkan berbagai macam perubahan pada kerajaan aceh. Beberapa hal yang snagat menonjol dalam perubahan tersebut adalah perubahan dalam bidang kebudayaan, sosial, ekonomi, dan juga politik. Masyarakat yang berasal dari luar aceh, dan singgah di tempat tersebut memberikan banyak ilmu kepada aceh. Pada akhirnya, apa yang terjadi di aceh pun juga dibawa keluar oleh orang orang yang singgah, dan menjadi berita yang tersebar dari mulut ke mulut. Aceh menjadi dikenal secara luas.

Baca juga: Sejarah Kerajaan Gowa Tallo Lengkap

Kehidupan Politik Aceh

Pada tahun 1511, Aceh berkembang setelah Malaka diduduki Portugis. Mengingat sebagian besar para pedagang beragama Islam maka mereka pindah dari Malaka ke Aceh. Faktor lain adalah jatuhnya Samodera Pasai ke tangan Portugis (1521), sehingga menambah keramaian Aceh. Pada tahun 1530, Aceh melepaskan diri dari Pedir dan berdirilah Kerajaan Aceh dengan Sultan Ali Mughayat (15141528) sebagai raja pertama. Kerajaan Aceh mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Sultan bercita-cita menjadikan Aceh sebagai kerajaan besar dan kuat.

Untuk itu, kerajaan-kerajaan di Semenanjung Malaka harus ditaklukkan, yakni Pahang, Kedah, Perlak, Johor dan sebagainya. Pengganti Sultan Iskandar Muda ialah Sultan Iskandar Tani (1636-1641). Setelah itu Aceh terus mengalami kemunduran, karena tidak terdapat sultan yang kuat. Kerajaan Aceh tidak mampu bersaing dengan Belanda, yang mengusai Malaka pada tahun 1641.

Pada tahun 1816, sultan Aceh yang bernama Saiful Alam bertikai dengan Jawharul Alam Aminuddin. Kesempatan ini dipergunakan oleh Gubernur Jenderal asal Inggris, Thomas Stanford Raffles yang ingin menguasai Aceh yang belum pernah ditundukkan oleh Belanda. Ketika itu pemerintahan Hindia Belanda yang menguasai Indonesia tengah digantikan oleh pemerintahan Inggris. Pada tanggal 22 April 1818, Raffles yang ketika itu berkedudukan di Bengkulu, mengadakan perjanjian dagang dengan Aminuddin. Berkat bantuan pasukan Inggris akhirnya Aminuddin menjadi sultan Aceh pada tahun 1816, menggantikan Sultan Saiful Alam.

Pada tahun 1824, pihak Inggris dan Belanda mengadakan perjanjian di London, Inggris. Traktat London ini berisikan bahwa Inggris dan Belanda tak boleh mengadakan praktik kolonialisme di Aceh. Namun, pada 1871, berdasarkan keputusan Traktat Sumatera, Belanda kemudian berhak memperluas wilayah jajahannya ke Aceh.

Dua tahun kemudian, tahun 1873, Belanda menyerbu Kerajaan Aceh. Alasan Belanda adalah karena Aceh selalu melindungi para pembajak laut. Sejak saat itu, Aceh terus terlibat peperangan dengan Belanda. Lahirlah pahlawan-pahlawan tangguh dari Aceh, pria-wanita, di antaranya Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Panglima Polim.

Pertempuran Aceh ini baru berhenti pada tahun 1912, setelah Belanda mengetahui taktik perang orang-orang Aceh. Runtuhlah Kerajaan Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekah, yang telah berdiri selama tiga abad lebih. Kemenangan Belanda ini berkat bantuan Dr. Snouck Horgronje, yang sebelumnya menyamar sebagai seorang muslim di Aceh. Pada tahun 1945 Aceh menjadi bagian dari Republik Indonesia.

Kerajaan Aceh terletak di tepi Selat Malaka yang beribukota di Kutaraja, yang sekarang bernama banda Aceh, Kabupaten Pidie. Kerajaan Aceh Berdiri pada abad ke-16 Masehi. Ada beberapa raja yang pernah memerintah kerajaan Islam ini, adapun raja-raja yang pernah memerintah kerajaan Aceh kami rangkum di bawah ini.

Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Aceh

1. Sultan Ali Mughayat Syah

Sultan Ali Mughayat Syah merupakan pendiri Kerajaan Aceh yang memerintah dari tahun 1514 sampai 1528. Pada awalnya Aceh merupakan bagian dari kerajaan Pidie. Namun, berkat kegigihannya Aceh mampu melepaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Pidie.

2. Salahudin

Salahudin ialah raja pengganti Sultan Ali Mughayat Syah. Pada suatu waktu, Salahudin gagal menyerang, maka pada tahun 1537 Salahudin dijatuhkan oleh Alaudin Riayat Syah Al-Kahar.

3. Alaudin Riayat Syah Al-Kahar

Ia adalah pengganti Salahudin yang pada suatu waktu menyerang wilayah Batak, Aru, Johor, dan Malaka.

4. Sultan Iskandar Muda

Ia memerintah dari tahun 1607 sampai 1638.

5. Sultan Iskandar Thani

Ia adalah pengganti Sultan Iskandar Muda, yang memerintah dari tahun 1638 sampai 1641. Semasa pemerintahan Sultan Iskandar Thani, Kerajaan Aceh tidak mengalami kemajuan. Setelahbeliau wafat, Aceh semakin Mundur. Kemunduran Aceh disebabkan oleh pertikaian dalam kerajaan itu sendiri. Pada saat itu Belanda berhasil menguasai Malaka dan Nusantara.

 

Peninggalan Kerajaan Aceh

1. Masjid Raya Baiturrahman

sejarah kerajaan aceh

Bangunan ini dibuat oleh Sultan Iskandar Muda tahun 1022 H/1612 M terletak tepat di pusat Kota Banda Aceh dan menjadi pusat kegiatan keagamaan di Aceh Darussalam. Sewaktu agresi tentara Belanda kedua pada 10 April 1873, Masjid Raya Baiturrahman sempat dibakar. Namun kemudian, Belanda membangun kembali Masjid Raya Baiturrahman pada tahun 1877 untuk menarik perhatian serta meredam kemarahan Bangsa Aceh.

2. Makam Raja Aceh Sultan Iskandar Muda

Sultan Iskandar Muda lahir di tanah Aceh pada 27 September 1636, beliau merupakan sultan terbesar dalam sejarah kejayaan Kesultanan Aceh, saat itu kesultanan Aceh menjadi salah satu pusat perdagangan dan pembelajaran Islam di Nusantara. Makan Sultan Iskandar Muda berada di baperis, kelurahan peuniti, kecamatan baiturrahman, banda Aceh. Untuk menjangkau lokasi pemakaman sangat mudah karena banyak opsi transportasi yang bisa digunakan.

3. Benteng Indra Prata

Benteng ini terletak di desa Ladong, Kec Masjid Raya, Kab Aceh Besar. Disana terdapat sebuah situs sejarah peninggalan kesultanan Aceh yang hingga kini masih berdiri kokoh dan menjadi objek wisata lokal. Meskipun sempat dihantam Tsunami, benteng ini tatap kokoh tak lapuk dimakan usia meskipun sudah berumur ratusan tahun. Sebenarnya benteng ini dibangun oleh Raja Kerajaan Lamuri, Benteng Indra Patra ini bahkan berlangsung hingga masa Islam di Aceh benteng ini juga dipergunakan sebagai benteng pertahanan bagi Kerajaan Aceh Darussalam.

Selain ke tiga peninggalan kerajaan aceh, masih ada peninggalan kerajaan aceh yang lainnya.

 

Sumber Kerajaan Aceh

Sumber Sejarah Kerajaan Aceh merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat untuk merekonstruksi sejarah kerajaan Aceh, yakni berupa benda, tulisan, maupun kisah atau hikayat.
Peninggalan islam di nusantara banyak diantaranya yang berasal dari Aceh , seperti:

  1. Bustanussalatin dan Tibyan fi Ma’rifatil Adyan karangan Nuruddin ar-Raniri pada awal abad ke -17.
  2. Kitab Tarjuman al-Mustafid yang merupakan tafsir Al-Qur’an Melayu pertama karya Shaikh Abdurrauf Singkel tahun 1670-an.
  3. Tajussalatin karya Hamzah Samsuri.

 

Demikian penjelasan tentang sejarah kerajaan aceh secara lengkap. Semoga bisa menjadi referensi anda dalam membuat tugas makalah atau tugas lainnya. Terima kasih.

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.