Potensi Sumber Daya Alam Indonesia, Persebaran, dan Pemanfaataannya

Posted on

Jagoan Ilmu, Potensi Sumber Daya Alam Indonesia, Persebaran, dan Pemanfaataannya – Wilayah Indonesia yang tergolong luas juga menyimpan kekayaan berupa lahan yang masih belum dimanfaatkan. Banyak pulau yang masih belum dihuni hingga di masa mendatang masih terbuka luas untuk dikembangkan dengan berbagai produk pertanian. Lahan yang luas juga menarik para pengusaha baik dari dalam maupun luar negeri untuk membuka perkebunan di berbagai wilayah Indonesia.

Potensi Sumber Daya Alam Indonesia

Sumber Daya Alam adalah semua bahan yang ditemukkan manusia dalam alam yang dapat dipakai untuk kepentingan hidupnya.

Selain lahan yang masih luas, Indonesia juga memiliki laut yang luas (2/3 bagian) dan garis pantai yang sangat panjang. Laut di Indonesia dengan berbagai sumber daya yang terkandung di dalamnya belum dimanfaatkan secara maksimal oleh penduduk. Sebagian besar penduduk Indonesia masih berorientasi ke darat. Padahal, potensi sumber daya laut, khususnya ikan, masih melimpah ruah. Garis pantai yang sangat panjang juga menjadi modal untuk mengembangkan budi daya perikanan.

Sumber daya alam di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi sumber daya udara, sumber daya tanah, sumber daya air, sumber daya hutan, sumber daya tambang dan sumber daya laut. Gambaran tentang setiap sumber daya alam disampaikan pada bagian berikut ini.

1. Potensi Sumber Daya Udara

Udara adalah seluruh gas yang merupakan bagian terbawah dari angkasa. Udara termasuk sumber daya alam karena memiliki manfaat yang sangat besar bagi manusia. Lapisan udara yang menyelimuti bumi dinamai atmosfer.

Dalam Atmosfer terdapat tiga jenis partikel halus dan ringan, yaitu gas (udara kering), cairan (butiran-butiran air atau awan), dan aerosol (bahan padat misalnya, debu).

2. Potensi Sumber Daya Tanah

Tanah adalah lapisan terluar bumi yang terdiri atas bahan padat, air, udara, dan jasad hidup yang secara bersama dapat menjadi tempat tumbuhnya tanaman.

Berdasarkan sifat batuan induknya, secara umum tanah di Indonesia dapat dibedakan menjadi:

a. Tanah dengan bahan induk vulkanik

Tanah vulkanik terbentuk dari material vulkanik yang dikeluarkan gunung berapi saat meletus. Tanah ini terbentuk setelah melalui proses pelapukan sangat lama. Biasanya, tanah vulkanik lebih subur dibandingkan dengan jenis tanah lainnya.

Sebaran tanah vulkanik terdapat di pulau Sumatra sepanjang bukit barisan, pulau jawa kecuali di utara pegunungan kendeng (bojonegoro), bali, NTB dan NTT kecuali pulai sumba dan timor.

b. Tanah dengan bahan induk bukan vulkanik

Tanah jenis ini bahan induknya bukan hasil aktivitas atau letusan gunung berapi.

Berikut adalah sebaran tanah dengan bahan induk bukan vulkanik.

  1. Sebelah timur dari rangkaian di Sumatra (pegunungan bukit barisan),Bangka, Belitung,kepulauan riau,dll
  2. Bagian utara jawa timur (sebelah utara peggunungan kendeng) dan Madura
  3. Sebagian besar wilayah Sulawesi.
  4. Bagian kecil dari bali dan NTT (Sumba, timor)
  5. Kalimantan dan sebagian besar papua
  6. Sebagian besar Maluku.

c. Tanah Humus atau organik 

Tanah organic merupakan tanah yang berasal dari sisa-sisa bahan organic, yaitu tumbuhan dan hewan yang menumpuk pada suatu wilayah. Tanah organic terdiri dari tanah humus dan tanah gambut. Tanah humus terbentuk dari hasil pembusukan bahan-bahan organic. Ciri-ciri: warna kehitaman, mudah basah, mengandung bahan organic, sangat subur. Manfaatnya sebgai lahan pertanian.

Persebaran tanah humus di lampung, jawa tengah bagian selatan, Kalimantan selatan dan Sulawesi tenggara. Tanah gambut adalah tanah yang proses terbentuknya dari hasil pembusukkan tumbuhan atau bahan organic di daerah yang selalu tergenang air (rawa-rawa). Ciri-ciri: bersifat asam, unsur hara rendah sehingga tidak subur. Persebaran tanah gambut di pantai timur Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, seram, papua, pantai selatan.

d. Potensi Sumber Daya Air

Sumber daya air adalah sumber daya berupa air yang memiliki daya guna atau berpotensial bagi manusia. Kegunaan air meliputi penggunaannya pada bidang pertanian, industri, rekreasi, rumah tangga, dan aktivitas lingkungan.

Air secara terus menerus menjalani sirkulasi dari proses penguapan (evaporasi), hujan (presipitasi), dan pengaliran (flow). Siklus Hidrologi adalah suatu proses persebaran atau daur ulang air yang berurutan secara terus – menerus.

Siklus Hidrologi dapat dibedakan menjadi tiga macam.

a. Siklus Pendek (Kecil)

Siklus Pendek (Kecil) terjadi apabila air laut yang terkena sinar matahari menguap menjadi gas, pada ketinggian tertentu terjadi kondensasi dan terbentuk awan, kemudian turun sebagai hujan lalu jatuh ke laut.

b. Siklus Sedang

Siklus Sedang terjadi apabila air laut yang terkena sinar matahari menguap menjadi gas, mengkondensasi dibawa angina, kemudian membentuk awan di atas daratan.

c. Siklus Panjang (Besar)

Siklus Panjang (Besar) terjadi apabila air laut yang terkena sinar matahari menguap menjadi gas kemudian membentuk Kristal – Kristal es di atas laut, dibawa angina ke daratan (pegunungan tinggi) jatuh sebagai salju membentuk glester.

Air di Indonesia tersedia dalam berbagai bentuk, antara lain air hujan, air danau, air sungai, dan air tanah.

e. Potensi Sumber Daya Hutan

Hutan dapat dikatakan sebagai paru-paru dunia, karena hutan menyerap karbondioksida (CO2) yang banyak terbentuk dari hasil – hasil pembakaran dan mengeluarkan oksigen (O2) yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk bernapas. Hutan merupakan stabilisator CO2 dan O2 di udara.

Hutan memiliki banyak manfaat atau fungsi, yaitu seperti berikut:

  1. Tempat menyimpan air hujan dan kemudian mengalirkannya ke sungai-sungai dan danau hingga pada musim kemarau daerah tersebut tidak mengalami kekeringan.
  2. Tempat hidup bagi flora dan fauna yang menjadi sumber makanan dan obat-obatan pada saat ini maupun pada masa yang akan datang.
  3. Mencegah terjadinya erosi atau pengikisan karena air hujan tidak langsung jatuh ke tanah yang mengakibatkan kikisan tanah-tanah yang subur.
  4. Menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida sehingga suhu bumi jadi lebih terkendali.
  5. Sumber kehidupan bagi masyarakat, khususnya penduduk sekitar hutan dari produk yang dihasilkannya.

Potensi sumber daya hutan di wilayah Indonesia sangat besar, yaitu mencapai 99,6 juta hektar atau 52,3% dari seluruh luas wilayah Indonesia. Luas hutan yang besar tersebut saat ini masih dapat dijumpai di Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan Sumatra. Di Jawa, luas hutan telah mengalami banyak penurunan karena terjadi alih fungsi untuk pertanian dan permukiman penduduk. Sementara itu, di Sumatra dan Kalimantan banyak dijumpai alih fungsi hutan menjadi pertanian dan perkebunan.

Selain hutannya yang sangat luas, hutan Indonesia juga menyimpan beragam kekayaan flora dan fauna atau keanekaragaman hayati yang sangat besar. Bahkan, banyak di antaranya merupakan spesies endemik atau hanya ditemukan di Indonesia, tidak ada ditemukan di tempat lainnya Hasil hutan sebagai salah satu potensi sumber daya hutan, sebenarnya tidak hanya sekadar kayu. Hutan tropis yang dimiliki Indonesia juga menghasilkan beragam buah-buahan dan tumbuhan obat-obatan.

Namun demikian, hasil hutan yang banyak dikenal penduduk adalah sebagai sumber kayu. Setidaknya terdapat 4 ribu jenis kayu yang 267 jenis di antaranya merupakan kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Secara umum, jenis-jenis kayu dan sebarannya adalah sebagai berikut. Kayu meranti, keruing, agathis dihasilkan terutama di Sulawesi, Papua, dan Kalimantan. Kayu jati banyak dihasilkan terutama di Jawa Tengah. Rotan banyak dihasilkan di Kalimantan, Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Kayu cendana banyak dihasilkan di NTT. Kayu akasia dan rasamala banyak dihasilkan di Jawa Barat.

f. Potensi Sumber Daya Tambang

Pertambangan adalah segala kegiatdean manusia yang berhubungan dengan usaha untuk memanfaatkan barang tambang yang ada di dalam bumi maupun yang terdapat di permukaan bumi.

Berikut adalah kenis-jenis pertambangan penting di Indonesia.

1. Minyak Bumi dan Gas

Minyak bumi dan gas merupakan sumber energi utama yang saat ini banyak dipakai untuk keperluan industri, tranportasi, dan rumah tangga. Saat ini telah dikembangkan sumber energi alternatif, misalnya bioenergi dari beberapa jenis tumbuhan dan sumber energi lainnya, seperti energi matahari, angin, dan gelombang. Namun, produksi energi dari sumber energi alternatif masih terbatas jumlahnya.

2. Batu Bara

Batu bara adalah batuan sedimen yang terbentuk dari sisa tumbuhan yang telah mati dan mengendap selama jutaan tahun yang lalu. Unsur-unsur yang menyusunnya terutama adalah karbon, hidrogen, dan oksigen.

3. Bauksit

Bauksit adalah sumber bijih utama untuk menghasilkan aluminium. Bauksit bermanfaat untuk industri keramik, logam, kimia, dan matulergi.

4. Pasir Besi

Pasir besi dimanfaatkan untuk industri logam besi dan industri semen. Aktivitas penambangan pasir besi sebagai potensi sumber daya tambang di Indonesia dapat ditemukan di Cilacap (Jawa Tengah), Sumatra, Lombok, Yogyakarta, Gunung Tegak (Lampung), Pegunungan Verbeek (Sulawesi Selatan), dan Pulau Sebuku (Kalimantan Selatan).

5. Emas

Emas umumnya dimanfaatkan untuk perhiasan. Berdasarkan data Tekmira ESDM, produksi emas Indonesia pada tahun 2003 mencapai 141.019 ton. Emas ditambang di Jawa Barat (Cikotok dan Pongkor), Papua (Freeport, Timika), Kalimantan Barat (Sambas), Nanggroe Aceh Darussalam (Meulaboh), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa), Riau (Logos), dan Bengkulu (Rejang Lebong). Dsb.

g. Potensi Sumber Daya Laut

Potensi sumber daya laut indonesia antara lain adalah perikanan, hutan mangrove, dan terumbu karang. Luas laut Indonesia mencakup 2/3 dari seluruh luas wilayah Indonesia, yaitu 5,8 juta km2. Di dalam laut tersebut, tersimpan kekayaan alam yang luar biasa besarnya.

Potensi sumber daya laut Indonesia tidak hanya berupa ikan, tetapi juga bahan tambang seperti minyak bumi, nikel, emas, bauksit, pasir, bijih besi, timah, dan lain-lain yang berada di bawah permukaan laut. Kekayaan yang dapat dimanfaatkan dari sumber daya laut yang lain adalah sumber daya alam berupa mangrove, terumbu karang, dan lain-lain. Sumber daya tersebut dikenal dengan sumber daya pesisir.

1. Perikanan

Perikanan merupakan sumber daya laut terbesar di indonesia. Berdasarkan laporan FAO Year Book 2009, indonesia merupakan produsen perikanan dunia, selain Cina, Peru, amerika serikat, dan beberapa negara lainnya. Hasil tangkapan ikan indonesia berpotensi hingga 7,4 ton per tahun dan masih berpotensi naik karena pemanfaatannya baru 70%. Dengan demikian, negara akan mendapatkan pendapatan yang sangat tinggi dari sektor perikanan yang diekspor ke luar negeri, apabila dikelola dan dimanfaatkan dengan bijak.

2. Hutan Mangrove

Hutan Mangrove Hutan mangrove (hutan bakau) adalah tipe hutan yang berada di daerah pasang surut air laut. Saat air pasang, hutan mangrove digenangi oleh air laut, sedangkan pada saat air surut, hutan mangrove bebas dari genangan air laut. Umumnya hutan mangrove berkembang baik pada pantai yang terlindung, muara sungai, atau laguna. Tumbuhan yang hidup di habitat hutan mangrove tahan terhadap garam yang terkandung di dalam air laut.

3. Terumbu Karang

Terumbu karang adalah terumbu (batuan sedimen kapur di laut) yang terbentuk dari kapur yang sebagian besar dihasilkan dari koral (binatang yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya). Jika ribuan koral membentuk koloni, koral-koral tersebut akan membentuk karang.

Di Indonesia Pemanfaatan sumber daya alam diatur dalam TAP MPR No. IV/MPR/1999 sebagai berikut:

  1. Mengembangkan kebijakan industri, perdagangan, dan investasi dalam rangka meningkatkan daya saing global dengan membuka aksessibilitas yang sama terhadap kesempatan kerja dan berusaha bagi segenap rakyat dan seluruh daerah melalui keunggulan kompetitif terutama yang berbasis keunggulan sumber daya alam dengan menghapus segala bentuk perlakuan diskriminatif dan hambatan.
  2. Mengembangkan sistem ketahanan pangan yang berbasis pada keragaman sumber daya bahan pangan, kelembagaan serta budaya lokal dalam rangka menjamin tersedianya pangan dan nutrisi dalam jumlah dan mutu yang dibutuhkan pada tingkat harga yang terjangkau, dengan memerhatikan peningkatan pendapatan petani dan nelayan serta peningkatan produksi yang diatur oleh undang-undang.
  3. Meningkatkan persediaan dan pemanfaatan sumber energi dan tenaga listrik yang relatif murah serta ramah lingkungan dan secara berkelanjutan yang pengelolaannya diatur dengan undang-undang.
  4. Mengembangkan kebijakan pertanahan untuk meningkatkan pemanfaatan dan penggunaan tanah secara adil, transparan, dan produktif dengan menyamakan hak-hak rakyat setempat, termasuk hak ulayat (wilayah) yang sesuai dan seimbang.
  5. Meningkatkan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana publik, termasuk transportasi, telekomunikasi, energi, listrik, dan air bersih guna mendorong pemerataan pembangunan, melayani kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau, serta membuka keterisolasian wilayah pedalaman dan terpencil.
  6. Mengembangkan ketenagakerjaan secara menyeluruh dan terpadu yang diarahkan pada peningkatan kompetensi dan kemandirian tenaga kerja, peningkatan pengupahan, penjaminan kesejahteraan, perlindungan kerja, dan kebebasan berserikat.
  7. Meningkatkan kuantitas dan kualitas penempatan tenaga kerja ke luar negeri dengan memerhatikan kompetensi, perlindungan, dan pembelaan tenaga kerja.

Itulah penjelasan tentang Potensi Sumber Daya Alam Indonesia, Persebaran, dan Pemanfaataannya, semoga bisa membantu Anda dalam mengerjakan tugas, seperti makalah, dll. Terima kasih.

Gravatar Image
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *