Hen Hen The best cheap VPN providers 2019 : 1. NordVPN 2. IPVanish 3. Ivacy 4. Windscribe 5. SaferVPN 6. Avast SecureLine VPN (VPN CHEAP) 7. Kaspersky Secure Connection.

Perbedaan Fauna Australis, Oriental dan Peralihan

5 min read

perbedaan fauna australis oriental dan peralihan

Perbedaan Fauna Australis, Oriental dan Peralihan – Sebelum masuk ke topik utama, ada baiknya terlebih dahulu kita membahas persebaran Garis Wallace dan Weber. Garis Wallace adalah sebuah garis hipotetis yang memisahkan wilayah geografi hewan Asia serta Australasia. Dibagian barat pada garis ini berhubungan dengan spesies Asia; di timur kebanyakan berhubungan dengan spesies dari Australia. Garis ini dinamakan dengan Alfred Russel Wallace, yang menyadari perbedaan yang jelas pada saat dia berkunjung ke Hindia Timur pada masa abad ke-19. Garis ini melintasi Kepulauan Melayu, antara Borneo dan Sulawesi; dan antara Bali (di barat) dan Lombok (bagian timur).

perbedaan fauna australis oriental dan peralihan

Adanya garis ini juga dicatat oleh Antonio Pigafetta tentang perbedaan biologis antara Filipina dan Kepulauan Maluku, tercatat dalam ekspedisi Ferdinand Magellan pada 1521. Garis ini lalu diperbaiki dan digeser ke Timur (daratan pulau Sulawesi) oleh Weber. Batas peredaran flora dan fauna Asia lalu ditentukan secara berbeda-beda, berdasarkan tipe-tipe fauna dan flora. Lalu garis ini dinamakan “Wallace-Weber”.

Garis Weber adalah sebuah garis khayal pembatas antara dunia flora dan fauna di paparan sahul dan di bagian lebih barat Indonesia. Garis ini membujur dari selatan ke  utara antara kepulauan Maluku dan Papua serta antara Nusa Tenggara Timur dengan benua Australia. Garis ini dinyatakan oleh Max Carl Wilhelm Weber atau Max Wilhelm Carl Weber.

1. Asiatis/Oriental

Wilayah Fauna Indonesia Tipe Asiatis sering pula disebut Wilayah Fauna Indonesia Barat atau Wilayah Fauna di Tanah Sunda. Kawasan fauna Indonesia yang bercorak Asiatis terdapat di Indonesia bagian barat meliputi Pulau Kalimantan, Jawa, Bali, dan Sumatra, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Wilayah fauna Indonesia bagian barat (Tipe Asiatis) dengan wilayah fauna Indonesia bagian tengah (Tipe Asia-Australis) dibatasi oleh Garis Wallace.

perbedaan fauna australis oriental dan peralihan

Ragam Fauna Indonesia Tipe Asiatis, antara lain sebagai berikut.

  1. Mamalia, terdiri atas gajah India di Sumatera, harimau terdapat di Jawa, Sumatera, Bali, badak bercula dua di Kalimantan dan Sumatera, badak bercula satu di tanah Jawa, orang utan di Sumatera dan Kalimantan, Kancil di Jawa, Kalimantan dan Sumatera, dan beruang madu di Kalimantan dan Sumatera. Hal yang menarik adalah di Kalimantan tidak terdapat harimau dan di Sulawesi terdapat binatang Asiatis seperti anoa, rusa, monyet, dan musang. Fauna endemik di daerah ini adalah, Beo Nias di Kabupaten Nias, Bekantan/Kera Belanda dan Orang Utan di Kalimantan, badak bercula satu di Ujung kulon Jawa Barat. Reptilia, terdiri atas buaya, biawak, kura-kura, tokek, ular, kadal, bunglon, dan trenggiling.
  2. Burung,
    terdiri atas elang bondol, jalak, merak, ayam hutan, burung hantu, kutilang, dan berbagai jenis unggas lainnya.
  3. Ikan, terdiri atas mujair, arwana, dan pesut (mamalia air tawar), yaitu sejenis lumba-lumba yang hidup di Sungai Mahakam.
  4. Serangga, terdiri atas beraneka jenis kupu-kupu dan kumbang, serta berbagai jenis serangga yang bersifat endemik.

Flora di dataran Sunda disebut juga flora Asiatis karena ciri-cirinya mirip dengan ciri-ciri tumbuhan Asia. Misalnya seperti: tumbuhan jenis meranti-merantian, berbagai jenis nangka dan berbagai jenis rotan. Hutan Hujan Tropis terdapat di wilayah bagian Tengah dan Barat pulau Sumatera dan sebagian besar kawasan Kalimantan. Hal tersebut lantaran sejarah geologi dulu bahwa dataran sunda bergabung dengan benua Asia.

Baca juga  Jaringan Ikat Pada Hewan Beserta Gambarnya

Di dataran Sunda banyak dijumpai tumbuhan endemic, yaitu tumbuhan yang hanya terdapat pada tempat tertentu dengan batas wilayah yang relatif sempit dan tidak terdapat di kawasan lain. Tumbuhan endemic ini terdapat di wilayah Kalimantan sebanyak 59 jenis dan di Jawa 10 jenis. Misalnya bunga Rafflesia Arnoldii hanya terdapat di perbatasan Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Anggrek Tien Soeharto yang hanya tumbuh di Tapanuli Utara,Sumatera Utara.

Flora Sumatra–Kalimantan

Sebagian besar wilayah Sumatra dan Kalimantan merupakan wilayah iklim hutan hujan tropis atau tipe Af berdasarkan klasifikasi Iklim Koppen. Iklim di kawasan ini dicirikan karena tingkat kelembapan udara dan curah hujan yang selalu tinggi setiap tahun. Maka dari itu, tipe vegetasi yang mendo minasi wilayah ini ialah hutan hujan tropis, yaitu tipe hutan lebat dengan jenis tumbuhan yang sangat heterogen. Pohon-pohonnya yang tinggi serta sangat rapat, di bawahnya ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan yang lebih rendah dan tanahnya ditumbuhi perdu dan rumput-rumputan sebagai penutup. Sebagian jenis flora khas daerah Sumatra-Kalimantan adalah tumbuhan meranti (dipterocarpus), berbagai jenis epifit, seperti cendawan (jamur), berbagai jenis lumut, anggrek, dan paku-pakuan, serta tumbuhan endemik yang sangat langka atau jarang ditemukan, seperti Rafflesia arnoldi yang penyebarannya hanya di sepanjang Pegunungan Bukit Barisan dari mulai Nanggroe Aceh Darussalam sampai Lampung.

Flora Jawa–Bali

Kondisi iklim kawasan Pulau Jawa sangat bervariasi dengan tingkat curah hujan dan kelembapan udara semakin berkurang ke bagian timur. Daerah jawa barat didominasi oleh tipe iklim hutan hujan tropis (Af) dan Iklim Musim Tropis (Am). Semakin ke timur, jenis iklim bergeser ke arah tipe iklim yang lebih

rendah curah hujannya. Akhirnya ditemui beberapa wilayah Iklim Sabana Tropik (Aw) di Pulau Bali. Kondisi ini membawa pengaruh terhadap pola vegetasi alam yang ada. Kawasan hutan hujan tropis di wilayah ini sebagian besar terdapat di Jawa Barat, seperti di Pananjung, Cibodas, dan Gede-Pangrango. Adapun wilayah utara Pulau Jawa yang memanjang mulai dari Jawa Barat bagian utara, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur adalah kawasan hutan musim tropis yang meranggas atau menggugurkan daunnya pada musim kemarau.

Jenis flora khas hutan musim tropis antara lain pohon jati. Jenis vegetasi yang mendominasi wilayah Jawa bagian timur dan Pulau Bali adalah vegetasi sabana tropis. Daerah-daerah pegunungan yang lumayan tinggi di Pulau Jawa maupun di Pulau Bali banyak ditutupi oleh vegetasi hutan pegunungan tinggi.

2. Australis

Wilayah Fauna Indonesia Tipe Australis disebut juga Wilayah Fauna Indonesia Timur atau Wilayah Fauna Tanah Sahul, meliputi Kepulauan Aru, Pulau Irian Jaya (Papua), dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Wilayah Fauna Indonesia Timur (Tipe Australis) dengan Fauna Indonesia Tengah (Tipe Asia-Australis) dibatasi oleh Garis Weber.

perbedaan fauna australis oriental dan peralihan

Ragam Fauna Indonesia Tipe Australis, antara lain sebagai berikut.

  • Mamalia, terdiri atas beruang, walabi, kanguru, koala, nokdiak (landak Irian), oposum layang (pemanjat berkantung), kuskus, biawak, kanguru pohon, dan kelelawar.
  • Reptilia, terdiri atas kadal, biawak, ular, buaya, dan kura-kura.
  • Amphibia, terdiri atas katak terbang, katak pohon, dan katak air.
  • Burung, terdiri atas nuri, beo, kakatua, raja udang, cendrawasih, dan kasuari.
  • Ikan, terdiri atas ikan arwana serta berbagai jenis ikan air tawar lainnya yang jumlah spesiesnya relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan wilayah Fauna Indonesia Barat dan Tengah.
Baca juga  Laporan Praktikum Respirasi

Flora yang ada di dataran Sahul disebut juga flora Australis sebab jenis floranya mirip dengan flora di benua Australia. Dataran Sahul yang mencakup Irian Jaya dan pulau-pulau kecil yang ada disekitarnya memiliki corak hutan Hujan Tropik tipe Australia bagian Utara, yaitu dengan ciri-ciri sangat lebat serta selalu hijau sepanjang tahun. Di dalamnya tumbuh beribu-ribu jenis tumbuh-tumbuhan dari yang besar dan tingginya bisa mencapai lebih dari 50 meter, berdaun lebat maka matahari sukar menembus ke permukaan tanah dan tumbuhan kecil yang hidupnya merambat.

Berbagai jenis kayu yang punya nilai ekonomis tinggi tumbuh dengan baik, seperti cemara, kayu besi, kayu merbau, kenari hitam, dan eben hitam. Di daerah pantai banyak kita jumpai hutan mangrove dan pandan, sedangkan di daerah rawa terdapat sagu untuk bahan makanan. Di kawasan pegunungan terdapat tumbuhan Rhododendron yang merupakan tumbuhan endemik daerah ini.

3. Daerah Peralihan

Wilayah Fauna Indonesia Tipe Asia-Australis sering pula disebut kawasan Fauna Indonesia Tengah atau kawasan Fauna Kepulauan

Wallacea. Wilayah ini meliputi atas Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Kepulauan Maluku, dan Timor.

perbedaan fauna australis oriental dan peralihan

Ragam Fauna Indonesia peralihan antara lain sebagai berikut:

  1. Mamalia, terdiri atas kuskus, babi rusa, tapir, ikan duyung, anoa, monyet hitam, beruang, tarsius, monyet seba, banteng, sapi, dan kuda.
  2. Amphibia, terdiri atas katak pohon, katak air, dan katak terbang.
  3. Reptilia, terdiri atas komodo, buaya, biawak, dan ular.
  4. Berbagai jenis burung, antara lain burung dewata, angsa, mandar, raja udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakatua, merpati, dan maleo.

Wilayah tipe peralihan adalah pulau-pulau di kawasan Indonesia bagian tengah yang terdiri dari Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, Pulau Timor, dan Kepulauan Nusa Tenggara. Wilayah-wilayah ini memiliki sifat iklim yang agak kering dan kelembapan udara yang lebih rendah dibandingkan dengan wilayah Indonesia lainnya. Pada pulau tersebut disebut daerah peralihan disebabkan flora di daerah peralihan, mempunyai kemiripan dengan flora yang ada di daerah kering di Nusa Tenggara, Maluku, Jawa, dan Filipina.

Dikawasan pegunungannya terdapat jenis tumbuhan-tumbuhan yang mirip dengan tumbuhan di daerah Kalimantan. Sedangkan dikawasan pantai dan dataran rendahnya mirip dengan tumbuhan di daerah Irian Jaya. Corak vegetasi yang ada di daerah Peralihan meliputi, yaitu: Vegetasi Sabana Tropik di Kepulauan Nusa Tenggara, Hutan Campuran di Maluku serta Hutan pegunungan di Sulawesi.

Corak vegetasi tipe peralihan meliputi:

  • vegetasi sabana tropis dikawasan Nusa Tenggara;
  • vegetasi hutan pegunungan didaerah pegunungan yang terletak di Pulau Sulawesi;
  • vegetasi hutan campuran yang ada didaerah Maluku, yang terdiri dari berbagai jenis rempah-rempah (kayu manis, cengkih, pala), kenari, kayu eboni, serta lontar sebagai tanaman khas diwilayah ini.

Pembagian flora dan fauna di Indonesia tersebut didasarkan pada faktor geologi. Kalau secara geologi dikatakan pulau-pulau di Indonesia Barat pernah saling menyatu dengan benua Asia sedangkan pulau-pulau di Indonesia Timur pernah saling menyatu dengan benua Australia. Maka dari itu tumbuhan dan hewan di benua Asia mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan tumbuhan dan hewan di Indonesia Barat. Demikian pula ciri-ciri hewan dan tumbuhan di Indonesia Timur ada kemiripan dengan tumbuhan dan hewan di benua Australia.

Demikian penjelasan singkat tentang perbedaan fauna australis oriental dan peralihan, semoga bermanfaat.

(Jagoan Ilmu)

Hen Hen The best cheap VPN providers 2019 : 1. NordVPN 2. IPVanish 3. Ivacy 4. Windscribe 5. SaferVPN 6. Avast SecureLine VPN (VPN CHEAP) 7. Kaspersky Secure Connection.