Metode-metode Penyehatan Lingkungan Pertambangan

Penyehatan Lingkungan Pertambangan

Penyehatan Lingkungan Pertambangan – Pencemaran lingkungan area pertambangan itu sudah menjadi hal lumrah atau sudah banyak terjadi di sekitar kita. Oleh sebab itu, maka diperlukan adanya penyehatan lingkungan pertambangan untuk menghindari limbah atau berbagai penyakit yang timbul karena pencemaran tersebut.

Nah, berbagai upaya penyehatan lingkungan pertambangan ini bisa menggunakan beberapa metode seperti ameliorasi, penggunaan bahan organik, mikroorganisme, dan penanaman covercrop. Berikut ini penjelasannya.

Ameliorasi

Metode ameliorasi lebih dikenal dengan metode remediasi lahan atau upaya dengan metode pemberian kapur atau bahan organik di atas permukaan lahan atau ke dalam lubang tanam. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki sifat kimiawi, biogi, dan fisika tanah.
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dalam metode ameliorasi ini adalah sebagai berikut:
  • Meningkatkan pH tanah agar tanah dalam kondisi dekat dengan netral keasamannya,
  • Menambahkan unsur Ca dan Mg, dan
  • Menambahkan unsur hara seperti N dan P.

Penggunaan Bahan Organik

Bahan organik ini bisa berupa beberapa senyawa organik kompleks yang sedang mengalami dekomposisi. Hal ini bisa berupa humus dari humifikasi ataupun berbagai senyawa anorganik dari mineralisasi. Tak hanya itu, juga bisa berupa mikrobia heterotrofik dan ototrofik di dalamnya.
Manfaat dari penggunaan bahan organik ini di antaranya:
  • Dapat memberikan stimulant pada gramulasi tanah,
  • Dapat memperbaiki struktur tanah menjadi lebih remah, dan
  • Meningkatkan daya tahan tanah terhadap air, sehingga tidak mengalami drainase berlebihan, kelembaban, dan menstabilkan temperature tanah.

Penanaman Covercrop

Covercrop merupakan beberapa tanaman kacang-kacangan yang digunakan sebagai penutup tanah. Covercrop juga bisa berupa tanaman musiman yang sifatnya monokultur maupun polikultur sebagai pertanian berkelanjutan.

Pemanfaatan Mikroorganisme

Mikroorganisme ini bisa berupa fungi ataupun jamur yang ada di dalam tanah. Ciri-cirinya berbentuk miselium berbenang yang tersusun dari hifa. Nah, fungi inilah yang dapat mengembalikan kesuburan dan kualitas tanah. Hal ini sering digunakan oleh para petani dalam ilmu pertanian dalam mengembalikan kesuburan tanah mereka.

Karena fungsi mampu menguraikan sampah berbahan organik dan juga membantu proses mineralisasi dalam tanah, yang mana mineral tersebut dapat dilepas dan diambil oleh tanaman.

Demikian artikel singkat ini tentang Penyehatan Lingkungan Pertambangan, semoga bermanfaat.
Author: Wa Ode

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.