Penyebab Perang Padri di Sumatera Barat (1821-1837)

By | October 29, 2017

Penyebab Perang Padri di Sumatera Barat

Dari awalnya perang Padri disebabkan pertentangan antara golongan Adat dengan golongan Padri. Masing-masing berusaha untuk merebut pengaruh di masyarakat. Kaum adat adalah orang-orang yang masih teguh dalam mempertahankan adat didaerahnya sehingga mereka tidak berkenan dengan pembaharuan yang dibawa oleh kaum Padri.

Selepas kaum Adat mengalami kekalahan, mereka meminta bantuan kepada Belanda yang akhirya konflik ini berkembang menjadi konflik antara kaum Padri dengan Belanda. Kaum Padri ialah golongan yang berusaha menjalankan Agama Islam secara murni sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist.

perang padri di sumatera barat

Pertikaian Padri dimulai dengan munculnya pertentangan sekelompok ulama yang dijuluki sebagai Kaum Padri terhadap kebiasaan-kebiasaan yang marak dilakukan oleh kalangan masyarakat yang disebut Kaum Adat di kawasan Kerajaan Pagaruyung dan sekitarnya. Kebolehan itu seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat, minuman keras, tembakau, sirih, dan juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan, serta longgarnya pelaksanaan kewajiban ritual formal agama Islam. Pertikaian ini merupakan peperangan yang pada awalnya akibat pertentangan dalam masalah agama dan berubah menjadi peperangan melawan penjajahan. Perang Padri yang berlangsung di Sumatera Barat dan sekitarnya terutama di kawasan dari tahun 1803 hingga 1838.

Abad ke-9 ada 3 orang ulama Minangkabau kembali dari tanah suci, yakni Haji Piabang, Haji Miskin, dan Haji Sumanik. 3 haji tersebut mempelajari dan mengembangkan aliran Wahabi, yakni gerakan yang menghendaki agama islam dilaksanakan secara murni sesuai dengan Al Quran dan alhadist. Aksi mereka disebut gerakan Padri (Artinya tokoh tokoh agama/ ulama). Maksud gerakan ini yaitu untuk memperbaiki masyarakat Minangkabau dan mengembalikan mereka pada jalan yang sesuai dengan ajaran ajaran islam yang benar.

Berikut penyebab terjadinya perang padri :

  1. Adanya perselisihan antara kaum adat dan kaum padri sebagai akibat dari usaha yang dilakukan kaum padri untuk memurnikan ajaran Islam dengan menghapus adat kebiasaan yang tidak sesuai dengan ajaran islam.
  2. Adanya campur tangan Belanda dengan membantu kaum adat. Peperangan pertama terjadi dikota lawas kemudian meluas ke daerah daerah lain. Sehingga muncul pemimpin pemimpin yang mendukung gerakan kaum padri seperti Datuk Bandaro, Datuk Malim Basa (Imam Bonjol), Tuanku pasaman, Tuanku Nan Rencek, Tuanku Nan. cerdik, dan Tuanku Nan Gapuk.

Itulah penjelasan tentang penyebab perang padri di Sumatera Barat. Semoga bermanfaat.

Berikan Rating:

Average rating / 5. Vote count:

Author: Wa Ode

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.