Pengukuran Nilai Tendensi Pusat

Pengukuran Nilai Tendensi Pusat – pengumpulan data maupun penyusunan tabel distribusi frekuensi tidak semata-mata dibutuhkan bagi tujuan yang sederhana. Akan ada analisis lanjut yang sangat diperlukan di antaranya adalah, analisis perbandingan antara dua kelompok hasil observasi, persoalan indeks, deret berkala, regresi, koreksi dan sebagainya. Dengan demikian, pengumpulan data sampai dengan penyusunan distribusi frekuensi bagi tahap awal dan akan dilanjutkan dengan analisis lebih lanjut.

 

Baca juga : Distribusi Frekuensi: Penjelasan dan Contohnya

Data hasil observasi atau tabel distribusi frekuensi yang telah disusun akan sangat bermakna apabila dibandingkan dengan data observasi atau tabel distribusi frekuensi yang lain yang mempunyai permasalahan yang sama. Untuk itu harus diawali dengan perhitungan atau pengukuran nilai tendensi pusat dari data tersebut. Ukuran tendensi pusat adalah untuk mengetahui nilai sentral dari sebaran data suatu distribusi. Berikut ini kami juga akan membahas tentang pendekatan pengukuran nilai tendensi pusat.

Pendekatan Pengukuran Nilai Tendensi Pusat

Dalam pengukuran nilai tendensi pusat terdapat dua pendekatan umum dalam menghitung ukuran tendensi pusat, dimana kedua pendekatan ini sama-sama mencari nilai sentral pada sederetan angka atau suatu distribusi frekuensi yang mempunyai tujuan perhitungan dan hasil dari perhitungannya berbeda.

1). Pendekatan pertama

Pendekatan pertama di dasarkan pada perhitungan matematik, yaitu rata-rata hitung, rata-rata ukur, dan rata-rata harmonis.

 

2). Pendekatan kedua

Pendekatan kedua didasarkan pada pendekatan letak atau posisi yang termasuk in adalah median dan mode atau modus.

Ukuran tendensi pusat akan lebih baik apabila mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Harus dengan tegas dirumuskan pembentukannya, jangan hanya merupakan penentuan kira-kira, dimana perhitungan ini lebih banyak diserahkan kepada orang yang menghitung.
  2. Harus didasarkan pada perhitungan seluruh nilai pengamatan, jika tidak ukuran tendensi pusat tidak dapat menggambarkan sifat-sifat seluruh distribusinya.
  3. Ukuran tendensi pusat jangan memiliki sifat matematis yang abstrak.
  4. Harus bisa didapatkan dengan perhitungan yang mudah dan cepat.
  5. Ukuran tendensi pusat jangan terlalu peka terhadap efek fluktuasi sampling, artinya untuk sampel yang berbeda-beda hendaknya nilai tendensi pusatnya jangan jauh berbeda.

3). Pendekatan matematik

a. Rata-rata hitung

Rata-rata hitung atau sering disebut rata-rata adalah perbandingan yang sangat akrab kita lakukan sehari-hari, yaitu jumlah seluruh nilai data yang dikumpulkan dibagi dengan b data. Selanjutnya anda juga harus melakukan cara sebagai berikut:

  • Mencari rata-rata hitung pada data tidak berkelompok, data tidak berkelompok adalah data yang belum atau tidak disusun dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, jika datanya sedikit memang tidak perlu disusun atau dikelompokkan. Perhitungan rata-rata hitung yang demikian adalah nilai data yang dimiliki XI, X2,.. Xn dibagi dengan jumlah datanya.

 

  • Mencari rata-rata hitung pada data berkelompok. Data berkelompok adalah data yang sudah tersusun dalam tabel distribusi frekuensi, apabila akan menghitung nilai rata-ratanya ada dua pendekatan:
    – Metode panjang atau long method
    – Metode pendek atau short method

 

  • Cara menghitung rata-rata hitung terimbang
    Cara menghitung rata-rata hitung tertimbang adalah, perhitungan rata-rata hitung terimbang mengalihkan nilai data dengan penimbang tiap-tiap data dibagi dengan jumlah penimbang.

b. Rata-rata ukur (Geometric Mean)
Rata-rata ini digunakan untuk mengukur tingkat perubahan atau menghitung rata-rata ratio. Antara lain terdiri dari rata-rata ukur pada data tidak berkelompak, untuk menghitung rata-rata ukur pada data yang telah tersusun dalam distribusi frekuensi.

c. Rata-rata harmonis atau harmonic mean
Rata-rata harmonis hanya dapat memberikan jawaban yang tepat untuk persoalan-persoalan tertentu, yaitu persoalan yang memiliki satuan pembilangnya yang tetap. Sedangkan variasi pernyebutnya berbeda-beda. Rata-rata harmonis merupakan banyaknya data dibagi dengan jumlah satu per tiap-tiap data.

 

Demikian artikel kali ini tentang Pengukuran Nilai Tendensi Pusat yang bisa jadi referensi dalam makalah ukuran pemusatan data. Semoga ilmunya bisa bermanfaat.

Author: Wa Ode

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.