Pengertian Zakat, Hukum dan Dalil beserta Syaratnya

76 views
Pengertian Zakat, Hukum zakat, dalil zakat dan syarat zakat

Zakat

Jagoan Ilmu, Pengertian Zakat, Hukum dan Dalil beserta Syaratnya – Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan zakat ? Jika Anda belum mengetahuinya Anda tepat sekali mengunjungi jagoanilmu.net karena pada kesempatan kali ini kami akan mengulas tentang pengertian zakat dan hukum dan dalil beserta syaratnya. Oleh karena itu marilah simak penjelasan yang ada dibawah ini:

Pengertian Zakat

Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh pemeluk agama Islam untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima, seperti fakir miskin dan semacamnya, sesuai dengan yang ditetapkan oleh syariah.

Zakat termasuk ke dalam rukun Islam dan menjadi salah satu unsur yang paling penting dalam menegakkan syariat Islam. Oleh karena itu hukum zakat adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat juga merupakan bentuk ibadah seperti sholat, puasa, dan lainnya dan telah diatur dengan rinci berdasarkan Al-quran dan Sunah.

Hukum Zakat beserta Dalilnya

Zakat merupakan rukun ketiga dari lima rukun Islam dan zakat juga termasuk salah satu panji-panji Islam yang penegakkannya tidak boleh diabaikan oleh siapaun juga. Zakat telah difardzukan diMadinah pada bulan Syawwal tahun kedua hijrah setelah kepada ummat islam diwajibkan berpuasa ramadhan. Berikut dalil zakat kewajiban mengeluarkan zakat disebutkan dalam:

Surah Al Baqarah; 43

“Dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’

Surah At Taubah; 103

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”

Surah Al An’am; 141

“Dan dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”.

Surah At Taubah; 5

“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu Maka Bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, Maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Syarat Zakat

Syarat wajib zakat adalah sebagai berikut:

1. Merdeka

Budak tidak memiliki apa-apa. semua miliknya adalah milik tuannya. Oleh karena itu, budak tidak wajib mengeluarkan zakat.

2. Islam

Zakat hanya wajib bagi orang yang beragama islam. Non muslim tidak wajib membayar zakat.

3. Baligh dan berakal

Anak kecil (belum baligh) dan orang gila tidak wajib mengeluarkan zakat karena keduanya tidak terkena (beban) hukum syariat.

4. Harta yang dikeluarkan adalah harta yang wajib dizakati dan berkembang

Harta yang masuk kriteria ini ada lima jenis, yaitu: a) uang, emas, perak, baik berbentuk uang logam maupun uang kertas; b) barang tambang dan barang temuan; c) barang dagangan; d) hasil tanaman dan buah-buahan; dan e) binatang ternak yang merumput sendiri (jumhur ulama) atau binatang yang diberi makan oleh pemiliknya (Mazhab Maliki). Pengertian berkembang adalah harta tersebut disiapkan untuk dikembangkan, baik melalui perdagangan maupun diternakkan. Harta yang dimaksudkan untuk konsumsi pribadi tidak wajib dizakati seperti rumah, kendaraan dan perabotan rumah tangga.

5. Harta yang dizakati telah mencapai nisab

Nisab adalah ukuran jumlah tertentu yang mewajibkan harta dizakati. Nisab emas 20 mitsqal atau dinar. Nisab perak adalah 200 dirham. Nisab biji-bijian, buah-buahan setelah dikeringkan ialah 5watsaq (653 kg). Nisab kambing adalah 40 ekor. Nisab unta 5 ekor. Nisab sapi 30 ekor.

6. Harta tersebut adalah milik penuh (al-milk al-tam)

Harta yang akan dizakati merupakan milik sepenuhnya dari orang yang akan membayar zakat. Kepemilikan harta telah mencapai setahun (cukup haul) Ukuran tahun ini adalah menurut tahun qamariah. Apabila kesulitan menggunakan tahun qamariah maka dibolehkan menggunakan tahun syamsiah dengan penambahan volume zakat yang wajib dibayar dari 2,5% menjadi 2,575% sebagai akibat kelebihan hari tahun syamsiah dari tahun qamariah (Winoto, 2011).

7. Tidak adanya hutang atau harta yang dizakati bukan hasil dari hutang

Semua jenis hutang dapat menggagalkan kewajiban zakat kecuali hutang yang tidak berkaitan dengan hak manusia, seperti nazar, kafarat dan haji.

8. Harta yang akan dizakati melebihi kebutuhan pokok

Menurut Imam Malik dalam al-Zuhayly (2008) yang dimaksud kebutuhan pokok adalah harta yang secara pasti bisa mencegah seseorang dari kebinasaan, seperti nafkah, tempat tinggal, perkakas perang, pakaian yang diperlukan untuk melindungi dari panas dan dingin dan pelunasan hutang.

Selain syarat wajib, pelaksanaan zakat juga harus memenuhi syarat sah. Syarat sah adalah hal-hal yang harus dipenuhi agar pembayaran zakat tersebut sah menurut syariat. Al-Zuhayly (2008) menyebutkan syarat sah pelaksanaan zakat ada dua, yaitu:

1. Niat

Zakat merupakan salah satu amalan wajib. Oleh karena itu, ia memerlukan adanya niat untuk membedakan dengan amalan sunah. Seseorang yang mempunyai harta sudah sampai nisab, kemudian dia mensedekahkan sebagian hartanya, tidak menggugurkan kewajibannya untuk mengeluarkan zakat. Harta yang dikeluarkan tanpa diniatkan zakat tidak dianggap sebagai zakat.

2. Tamlik (memindahkan kepemilikan harta kepada penerimanya)

Harta yang sudah diniatkan zakat tapi belum diserahkan kepada mustahiq belum sah disebut zakat. Artinya, kewajiban zakat pemilik harta tersebut belum terpenuhi.

Akhir Kata

Demikian yang dapat Jagoan Ilmu bagikan tentang Pengertian Zakat, Hukum dan Dalil beserta Syaratnya. Dimana zakat merupakan rukun ketiga dari lima rukun Islam dan zakat juga termasuk salah satu panji-panji Islam yang penegakkannya tidak boleh diabaikan oleh siapaun juga. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi Jagoan Ilmu, sampai jumpa lagi di materi Agama Islam berikutnya.

Tags: #Agama Islam #Sedekah #Zakat

Leave a reply "Pengertian Zakat, Hukum dan Dalil beserta Syaratnya"

Author: 
author
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.