Pengertian Proyek EPC (Engineering, Procurement and Construction)

Posted on

Pengertian Proyek EPC

Apa kalian mengetahui pengertian proyek EPC? EPC adalah singkatan dari Engineering, Procurement and Construction, istilah untuk pekerjaan yang dimulai dengan proses design/perancangan sistem yang akan dibangun, pengadaan/pembelian barang dan dilanjutkan dengan membangun/konstruksi apa yang telah dirancang. Sedangkan untuk perusahaan yang melakukan pekerjaan EPC biasanya disebut EPC Company.

Sebenarnya tidak semua EPC Company yang murni melaksanakan ketiga proses (Engineering, Procurement and Construction) tersebut. Ada yang hanya mengerjakan Engineering (E) saja, ada yang Engineering dan Procurement (EP) saja dan ada yang ketiganya (EPC). Disamping ketiga proses diatas, biasanya ada dua proses tambahan lagi, yaitu Commissioning dan Installation. Untuk persuahaan yang terlibat dalam kelima proses kerja diatas biasanya disebut EPCCI Company.

Berikut ini adalah beberapa daftar perusahaan Lokal dan Multinational yang bergerak dibidang EPC:

  1. Technip
  2. IKPT (Inti Karya Persada Tehnik)
  3. Petrofac
  4. Rekayasa Industri
  5. KBR (Kellog Brown and Root) Indonesia
  6. Saipem Indonesia
  7. Tripatra
  8. Amec Berca Indonesia
  9. CPM (Citra Panji Manunggal)
  10. Truba Jurong
  11. Bechtel Indonesia
  12. McDermott Indonesia
  13. JGC (Japan Oil and Gas Corporation)
  14. Amerada HESS Indonesia
  15. Anadarko Indonesia
  16. Worley Parsons

Rata-rata semua EPC diatas bergerak dalam dunia EPC untuk Migas.

Disamping semua pemain lama EPC diatas, ada beberapa EPC BUMN yang baru beberapa tahun belakang ini ikut terjun di dunia EPC, terutama untuk EPC bidang Power Plant, yaitu:

  1. Div. EPC PT PP (Persero)
  2. Wijaya Karya EPC
  3. Adhi Karya EPC

Disamping ketiga EPC BUMN di atas, masih banyak EPC non BUMN yang juga bergerak dibidang EPC Power Plan

Tahapan Proyek Konstruksi EPC

Proyek konstruksi EPC itu pada prinsipnya sama dengan Design and Build. Bedanya, proyek yang dikerjakan dengan konstruksi EPC adalah proyek yang berskala besar. Proyek konstruksi EPC lebih banyak mengedepankan displin Engineering, mulai dari tahapan Engineering, Mechanical Engineering, Piping Engineering, Electrical & Instrumentation Engineering, Civil Engineering. Kadang di tiap disiplin dipecah lagi, misalnya seperti pada bagian Civil Engineering dibagi menjadi Civil, Structure, Architecture, Underground, HVAC, dll. Tahahapan proyek EPC secara keseluruhan adalah seperti ini :

Pengertian Proyek EPC

 

1. Tahap master plan

Tahap ini biasanya dikerjakan oleh owner sendiri.

2. Tahap FEED atau Basic Engineering Design

Tahap kedua ada yang disebut dengan FEED, atau Basic Engineering Design. Nah, ini termasuk tahap penting sebelum masuk ke EPC. Yang mengerjakan FEED boleh Kontraktor EPC, boleh juga Konsultan atau Engineering Company (spesialis Engineering/Design/Consulting). Tapi, kalo yang mengerjakan FEED adalah Kontraktor EPC, maka dia ngga boleh ngambil Proyek EPC itu.

Apa saja yang dihasilkan di FEED? Macam-macam. Mulai dari denah rencana (Layout Plan/Plot Plan), diagram alur proses, sampai ke spesifikasi materialnya. Dokumen FEED inilah yang dijadikan bahan untuk mengajukan penawaran tender/bidding.

3. Tahap tender atau bidding

Berikutnya pihak owner akan menawarkan kepada Kontraktor EPC untuk mengikuti tender proyek tersebut. Kontraktor akan mempelajari terlebih dahulu dokumen tender, mengajukan harga. Akhirnya, Owner menunjuk pemenang.

4. Tahap Engineering

Kontraktor EPC akan memulai dari tahap Engineering, biasanya disebut DED (Detail Engineering Design). Sebenarnya tahap ini adalah kelanjutan dari FEED. Dari namanya saja ketahuan kalo DED ini adalah membuat desain yang lebih detail dan final. Tidak banyak boleh banyak perubahan yang dilakukan, kecuali dengan persetujuan Owner. Dan untuk mengubah suatu desain juga susahnya minta ampun, mulai dari koordinasi antar disiplin, terus diajukan ke Owner. Syukur-syukur kalo Owner langsung setuju, kadang disuruh coba opsi lain, koordinasi lagi, begitu seterusnya. Produk dari tahap ini adalah: Volume Pekerjaan (BOQ atau MTO), Engineering Drawing, dan dokumen pendukung seperti Laporan Kalkulasi, Spesifikasi, dan lai-lain.

5. Tahap Procurement

Pada tahap ini, dengan modal dokumen-dokumen Engineering (Gambar, MTO, & Spesifikasi) bagian Procurement akan mencari beberapa Vendor atau Supplier yang sesuai. Begitu juga dengan pekerjaan jasa, akan dicari beberapa Sub-Kontraktor yang dapat mengerjakan.

Contohnya pada pekerjaan Pondasi Tiang Pancang. Procurement akan mencari Suplier/Vendor yang bisa menyediakan tiang pancang sesuai dengan yang dibutuhkan. Sementara itu, Procurement juga akan mencari Sub-Contractor yang akan memancang tiang tersebut. Jadi, bukan SubCon yang membeli tiang pancangnya, SubCon hanya mengerjakan. Kalo diibaratkan dalam proyek rumah sederhana, mereka hanya borongan jasa saja, material pihak rumah yang sediakan.

6. Tahap construction

Tahap ini adalah tahap pelaksanaan di lapangan. Satu catatan penting, Kontraktor EPC – walaupun namanya Kontraktor – tapi mereka tidakngga akan punya tenaga kerja sampai level tukang. Mereka akan selalu memberi pekerjaan kepada SubCon. SubCon inilah yang mempekerjakan tenaga tukang.

Kontraktor Utama (Main Kon) biasanya hanya menyediakan tenaga sampai level Supervisor saja. Satu Supervisor bisa menangani lebih dari satu Pekerjaan SubCon.

Pengertian Proyek EPC

Misalnya pada contoh pekerjaan Tiang Pancang di atas. Sebelum pemacangan tentu ada pekerjaan tanah dulu (galian, urugan, pemadatan) yang dilakukan oleh satu SubCon tertentu. Kemudian pekerjaan pemancangan oleh SubCon lain, dan seterusnya. Semua pekerjaan itu dibawah pengawasan 1 Supervisor.

7. Tahap installation

Pekerjaan ini hanya dikenal pada proyek lepas pantai (offshore). Tahap Construction adalah tahap fabrikasi di darat, dan tahap Installation-nya adalah tahap pengangkutan dan pemasangan di laut. Ngga semua kontraktor EPC bisa melakukan ini. Makanya kadang ada Proyek Offshore yang memberikan tahap Installation ini kepada Kontraktor lain yang lebih pengalaman.

8. Tahap commissioning

Commissioning itu sederhananya adalah proyek yang sudah jadi di test dulu sebelum diserahkan ke Owner. Jangan dibayangkan testnya berlangsung sehari dua hari saja. Bisa berbulan-bulan. Namanya juga industri skala besar, jadi setiap aspek harus diamati.

Contohnya seperti Proyek Pembangkit Listrik. Sebelum diserahkan ke Owner (yaitu PLN), Pembangkit Listriknya diuji terlebih dahulu semua sistemnya, baik itu sistem utama maupun penunjang. Sistem utama misalnya mulai dari sumber energinya (misalnya air untuk PLTA), trus turbin-generatornya, trafonya, outputnya sesuai atau ngga, stabil atau tidak. Kalau sistem pendukung misalnya, sistem pemipaannya, pipa air pendingin, pipa bahan bakar, instrumentasi, dan lain-lain.

9. Operation

Kalau sudah ok, baru selanjutnya diserahkan ke Owner untuk dioperasikan. Pada pengoperasiannya ini boleh sama Owner sendiri, kadang juga Owner mencari perusahaan lain yang punya spesialisasi di bidang itu.

Istilah lain dari EPC dan SubCon Engineering

Setelah mengetahui tahapan-tahapan dari proyek EPC tersebut muncul istilah-istilah lain seperti EPCI (Engineering Procurement Construction Installation) dan EPCC (Engineering Procurement Construction Commissioning). Pada beberapa perusahaan yang berbeda terntaya ada tahap khusus yang mengerjakan Engineering Design saja, ada yang Procurement saja, dan ada yang hanya Construction. Semua bergantung dari masing-masing owner. Sebab, masing-masing dari proyek juga memiliki karakteristik yang beda, sehingga masing-masing sistem juga hasilnya akan berbeda.

Dalam pekerjaan Engineering design juga dipecah dalam beberapa sub atau proyek pekerjaan lain. Salah satunya juga akan ditawarkan pada SubCon atau Konsultan lain untuk dikerjakan.  Masing-masing dari proyek pun memiliki alasan yang beragam, salah satunya adalah karena keterbatasan resources dari Kontraktor Utamanya (MainCon), entah itu terbatas oleh waktu maupun tenaga (manhour).

Itulah artikel tentang Pengertian Proyek EPC (Engineering, Procurement and Construction) beserta tahapan-tahapannya. Semoga bermanfaat.

 

Sumber:

http://duniatekniksipil.web.id/1960/apa-sih-epc-itu/

https://hurricane193.wordpress.com/2012/08/09/epc-engineering-procurement-and-construction/

Gravatar Image
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *