Pengertian Plot Twist, Jenis dan Contohnya

Pengertian Plot Twist, Jenis dan Contohnya

Jagoan Ilmu, Pengertian Plot Twist, Jenis dan Contohnya – Tahukah anda plot twist?, Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi artikel ini. Karena pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas tentang pengertian plot twist dalam cerita, jenis beserta contohnya. Oleh karena itu, marilah simak penjelasan mengenai pengertian plot twist secara lengkap yang ada dibawah berikut ini.

Pengertian Plot Twist, Jenis dan Contohnya

Pengertian Plot Twist

Plot Twist adalah alur cerita yang sengaja dipelintir sehingga memberi efek kejutan. Berasal dari dua kata yaitu Plot dan Twist. Plot berarti alur cerita dan twist berasal dari bahasa Inggris yang berarti melintir atau berputar.

Ketika merencanakan plot twist, seorang penulis dengan sengaja membuat sebuah detail yang menyesatkan, menggiring pembaca mengira arahnya ke A ternyata ke B, membuat pembaca menyangka penjahatnya A ternyata B atau membiarkan pembaca menduga ending-nya A ternyata B.

Plot twist berhasil jika pembaca terkejut, tak menduga, teperdaya, atau tertipu.

Plot twist bisa dibagi dalam berbagai kategori. Dilihat dari kemunculannya di akhir cerita, disebut twist ending. Kemunculan di tengah cerita bisa di sebut sebagai middle story plot twist.Dilihat dari

jeda waktu pengungkapannya, terbagi menjadi long term plot twist dan short. Long term berarti plot twist disimpan selama mungkin sampai sepanjang cerita, sedangkan short term hanya dalam hitungan detik diungkap (sumber wikipedia).

Jenis-jenis Plot Twist dan Contohnya

Beberapa jenis plot twist yang sering muncul dalam sebuah cerita:

1. Anagnorisis atau pengungkapan.

Satu karakter mengungkapkan jika karakter lain adalah ayahnya, dewa, atau musuhnya. Lebih luasnya, teknik ini memberi pembaca informasi baru untuk menciptakan suspense dan menimbulkan pertanyaan. Teknik ini menyebabkan perubahan dari plot, seringkali mendorong karakter untuk melakukan tindakan.

Baca juga  Pengertian Bahasa Indonesia Secara Umum dan Menurut Para Ahli

Contohnya adalah pada film Star Wars: The Empire Strikes Back (George Lucas) dan The Usual Suspect (Bryan Singer). Serta novel Gone Girl (Gillian Flynn).

2. Unreliable narrator.

Bahwa narator cerita selama ini memanipulasi cerita dan memberi informasi menyesatkan kepada pembaca. Teknik ini digunakan untuk menciptakan suspense, untuk membuat pembaca terus menebak-nebak, dan tidah berhenti membaca.

Contoh pada novel; karakter Nick Carraway di The Great Gatsby,

Humbert Humbert di Lolita, Patrick Bateman di American Psycho.

3. Deus ex Machina.

Twist ini berupa kemunculan karakter, event, kemampuan, atau alat baru untuk menyelesaikan masalah yg tampaknya tidak bisa dipecahkan secara tiba-tiba, dengan cara tak disangka-sangka. Misalnya, si protagonis ada di gudang tanpa jalan keluar dan dikelilingi musuh dan tiba-tiba ada robot muncul menyelamatkannya.

4. Chekhov’s gun.

Pada teknik ini objek atau karakter yang di awal kelihatan tidak berguna, ternyata adalah bagian penting. Kadang ‘chekhov’s gun’ ini tidak muncul lagi atau tidak ketahuan manfaatnya sampai nanti ketika tiba di bagian yang signifikan.

5. Non-linear narrative.

Lewat cara ini, karakter dan plot diungkap secara tidak urut kronologi. Teknik ini menyebabkan pembaca harus menyatukan kepingan-kepingan cerita secara berurutan agar bisa mengerti. Twist-nya sendiri muncul dari hasil potongan-potongan informasi yg ditahan hingga klimaks.

Contohnya: novel The Shining Girls (Lauren Blakes), serta film Pulp Fiction (Quentin Tarantino), The Prestige, & Memento (Christopher Nolan).

Selain lima macam plot twist di atas, masih banyak jenis plot twist yang lainnya. Kelima bentuk tersebut umum ditemukan dalam cerita-cerita yang sudah ada. Pengunaan plot twist bisa memberi dimensi baru pada ceritamu. Tapi bisa juga plot twist-mu malah membuat cerita jadi tidak masuk akal. Agar plot

twist yang kamu buat bisa pas dan sesuai tujuan cerita, perhatikan lima hal berikut ini:

  1. Buatlah plot twist yang unik. Plot twist harus dieksekusi dengan cerdas dan dipersiapkan dengan baik.
  2. Kamu harus menyamarkan twist tersebut, sehingga ketika terungkap semua akan masuk akal.
  3. Keberadaan plot twist harus membuat cerita terus bergerak maju. Plot twist lebih dari sekadar mengejutkan pembaca. Plot twist harus punya fungsi terhadap cerita.
  4. Plot twist menciptakan situasi menarik yang membuat pembaca penasaran. Jika pembaca bisa menebak twist-mu sebelum saatnya, twist tersebut harus tetap bisa menghasilkan situasi yg menarik.
  5. Plot twist adalah bagian cerita. Fokus membangun twist yang keren memang bagus, tapi jangan sampai mengabaikan bagian lainnya.
Baca juga  Definisi Wacana dalam Bahasa Indonesia

Baca juga 5 Unsur Plot atau Alur Cerita

Penutup

Demikian yang dapat Jagoan Ilmu bagikan, tentang Pengertian Plot Twist, Jenis dan Contohnya. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi jagoanilmu.net, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel plot berikutnya.