Pengertian Plot (Alur), Jenis dan Contohnya

Pengertian Plot (Alur), Jenis dan Contohnya

Jagoan Ilmu, Pengertian Plot (Alur), Jenis dan Contohnya – Tahukah anda pengertian plot atau alur, jenisnya?, Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi artikel ini. Karena pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas tentang plot dan contohnya khususnya dalam tulisa karya sastra. Oleh karena itu, marilah simak penjelasan mengenai pengertian plot atau alur, jenisnya secara lengkap beserta contohnya yang ada dibawah berikut ini.

Pengertian Plot (Alur), Jenis dan Contohnya

Pengertian Plot

Plot adalah jalinan peristiwa dalam karya sastra untuk mencapai efek tertentu. Dengan kata lain, plot adalah rangkaian peristiwa yang disusun berdasarkan hukum sebab akibat (kausalitas). Peristiwa-peristiwa dalam cerita berhubungan satu sama lain. Peristiwa pertama menimbulkan peristiwa kedua, begitu seterusnya. Plot adalah nama lain dari alur.

Struktur plot adalah rangkaian kejadian-kejadian dalam sebuah cerita yang disusun dengan secara kronologis. Atau definisi alur yakni suatu rangkaian cerita sejak awal hingga akhir. Alur mengatur bagaimana suatu tindakan-tindakan yang terdapat dalam cerita

harus berkaitan dengan satu sama lain, misalnya seperti bagaimana suatu peristiwa berkaitan dengan peristiwa lainnya, lalu bagaimana tokoh yang digambarkan dan berperan di dalam cerita yang semuanya terkait dengan suatu kesatuan waktu.

Jenis-jenis Plot (Alur) dan Contohnya

Berikut jenis-jenis alur, sebagai berikut:

1. Alur Maju

Alur maju, yakni suatu alur yang peristiwa ditampilkannya secara kronologis, maju, secara berurutan dari tahap awal, tahap tengah, sampai dengan tahap akhir cerita.

Biasanya alur ini sering digunakan oleh si penulis pemula, dengan membuat cerita menggunakan alur ini maka bisa terbangun kebiasaan menulis bagi mereka sebab jika menggunakan alur ini tidak terlalu sulit dalam mengarang atau membuat sebuah cerita.

Baca juga  Pengertian Bahasa Indonesia Secara Umum dan Menurut Para Ahli

Alur ini umumnya digunakan padasebuah cerita yang mudah untuk di pahami atau dicerna, misalnya seperti sebuah cerita untuk anak-anak.

Tapi bukan berarti alur ini tidak bisa digunakan pada cerita yang serius, misalnya seperti drama dan lain sebagainya.

Contoh plot ini adalah:

Misalnya cerpen itu awalnya menceritakan tentang seorang anak kecil dan berkembang / berakhir saat dia sudah remaja.

2. Alur mundur

Alur mundur, adalah suatu alur yang ceritanya dimulai dengan penyelesaian. Alur ini sering ditemui pada sebuah cerita yang memakai setting waktunya pada masa lampau.

Si penulis yang memakai alur ini haruslah pintar-pintar dalam menyusun ceritanya agar tidak membuat pembacanya menjadi kebingungan.

Contoh:

Cerita tentang seorang mantan veteran yang membayangkan kisah hidupnya di masa muda.

3. Alur campuran

Alur campuran adalah suatu alur yang diawali dengan klimaks dari cerita, yang kemudian melihat lagi masa lalu atau masa lampau dan diakhiri dengan sebuah penyelesaian dari cerita tersebut.

Alur ini akan mudah digunakan dalam pembuatan cerita, jika sih pengarang cerita mengerti cara mengatur plot ceritanya.

Contoh:

bisa di ambil dari cerita The Bourne Identity, di mana cerita diawali di tengah-tengah, saat Jason Bourne tidak ingat siapa dirinya.

Baca juga 5 Unsur Plot atau Alur Cerita

Penutup

Demikian yang

dapat Jagoan Ilmu bagikan, tentang Pengertian Plot (Alur), Jenis dan Contohnya. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi jagoanilmu.net, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel plot berikutnya.

Jenis-jenis plot?

1. alur maju
2. alur mundur
3. alur campuran

perbedaan plot dan alur?

Plot adalah pergerakan cerita dari satu kejadian demi kejadian yang saling berkaitan, bahkan terkadang sengaja dibenturkan untuk menimbulkan adanya ketegangan, klimaks (puncak konflik), antiklimak (penurunan konflik) sampai ending.
Alur adalah badan cerita sedangkan plot adalah ruh yang menggerakan cerita.