Pengertian Lahan Kritis dan Cara Mengatasi Agar Subur Kembali

Posted on

Pengertian Lahan Kritis

Lahan kritis adalah lahan yang tidak produktif. Meskipun dikelola, produktivitas lahan kritis sangat rendah, bahkan dapat terjadi hasil produksi yang diterima jauh lebih sedikit daripada biaya produksinya. Lahan kritis biasa disebut lahan tandus karena bersifat tandus, gundul, dan tidak dapat digunakan untuk usaha pertanian, karena tingkat kesuburannya sangat rendah.

lahan kritis

Contoh lahan kritis di Indonesia seperti yang terjadi di Kabupaten Kuta Kartanegara, Laju kerusakan hutan yang disebabkan oleh berbagai faktor diprediksikan telah mencapai 1.6 jutahektar per tahunnya. Apabila hal ini dibiarkan maka menurut Witular (2000) hutan alam tropika di Sumatera dan di Kalimantan akan habis pada tahun 2015. Sementara menurut inventarisasiDepertemen kehutanan 2003, luas lahan kritis di Indonesia sekitar 43 juta hektar, dengan lajukerusakan hutan sekitar 3,5 juta hektar per tahun. Kebutuhan bahan baku industri sekitar 58.87 juta m3/tahun, sedangkan pemenuhan kayu yang diproduksi dari hutan alam, hutan rakyat, HTI dan PTPerhutani dan Inhutani selama 5 tahun terakhir hanya sekitar 25 juta m3/tahun. (Direktorat ProduksiHasil Hutan, 2000). Emil Salim (2005) mengatakan bahwa kebutuhan kayu di Indonesia sekitar 6070 juta m3/tahun, sementara kayu yang bisa ditebang secara lestari dari hutan (alam, HTI dan HutanRakyat) hanya sekitar 20 juta m3/tahun. (Sumber: https://www.scribd.com/document/101548667/lahan-kritis).

Ciri Ciri Lahan Kritis

  1. Tidak subur, Lahan tidak subur adalah lahan yang sedikit mengandung mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Umumnya lahan tidak subur terdapat di daerah yang resiko ancamannya besar misal ancaman erosi dan banjir.
  2. Miskin Humus, Lahan yang miskin humus umumnya kurang baik untuk dijadikan lahan pertanian, karena tanahnya kurang subur. Anda pernah mendengar istilah tanah humus? Tanah Humus adalah tanah yang telah bercampur dengan daun dan ranting pohon yang telah membusuk. Tanah humus dapat dijumpai di daerah yang tumbuhannya lebat, contohnya hutan primer. Sedangkan lahan yang miskin humus adalah lahan yang terdapat di daerah yang miskin atau jarang tumbuhan, contoh lahan miskin humus seperti kawasan pegunungan yang hutannya rusak.

Faktor Penyebab Terjadinya Lahan Kritis

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya lahan kritis, adalah sebagai berikut.

  1. Genangan air yang terus-menerus seperti di daerah pantai dan rawa-rawa.
  2. Kekeringan, biasanya terjadi di daerah bayangan hujan.
  3. Erosi tanah atau masswasting yang biasanya terjadi di daerah dataran tinggi, pegunungan, dan daerah miring lainnya.
  4. Pengelolaan lahan yang kurang memerhatikan aspek-aspek kelestarian lingkungan. Lahan kritis dapat terjadi baik di dataran tinggi, pegunungan, daerah yang miring maupun di dataran rendah.
  5. Masuknya material yang dapat bertahan lama ke lahan pertanian, misalnya plastik. Plastik dapat bertahan 200 tahun di dalam tanah sehingga sangat mengganggu kelestarian lahan pertanian.
  6. Terjadinya pembekuan air, biasanya terjadi di daerah kutub atau pegunungan yang sangat tinggi.
    Masuknya zat pencemar (misal pestisida dan limbah pabrik) ke dalam tanah sehingga tanah menjadi tidak subur.

Cara Mengatasi Lahan Kritis

Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaiki lahan kritis agar kembali subur antara lain sebagai berikut.

  1. Menghilangkan unsur-unsur yang dapat mengganggu kesuburan lahan pertanian, misalnya plastik. Berkaitan dengan hal ini, proses daur ulang atau recycling sangat diharapkan. Proses daur ulang ini juga dapat menghemat SDA yang tidak dapat diperbarui (nonrenewable).
  2. Penghijauan kembali (reboisasi) daerah yang gundul. Maksud penghijauan adalah menanami lahan yang gundul yang belum pernah menjadi hutan, sedangkan reboisasi adalah menanami lahan gundul yang pernah menjadi hutan. Jadi pada prinsipnya upaya ini adalah menghutankan daerah-daerah yang gundul, terutama di daerah pegunungan.
  3. Melakukan reklamasi lahan bekas pertambangan. Biasanya daerah ini sangat gersang, oleh karena itu harus ditanami jenis tumbuhan yang mampu hidup di daerah tersebut, misalnya pohon mindi.
  4. Memanfaatkan tumbuhan eceng gondok guna menurunkan zat pencemar yang ada pada lahan pertanian.
  5. Eceng gondok dapat menyerap zat pencemar dan dapat dimanfaatkan untuk makanan ikan. Namun dalam hal ini pengelolaannya harus hati-hati karena eceng gondok sangat mudah berkembang sehingga dapat menganggu lahan pertanian apabila pertumbuhannya tidak terkendali.
  6. Pemupukan dengan pupuk organik atau alami yaitu pupuk kandang atau pupuk hijau secara tepat dan terus-menerus.
  7. Tindakan yang tegas tetapi bersifat mendidik kepada siapa saja yang melakukan kegiatan yang dapat menyebabkan terjadinya lahan kritis.
  8. Pengelolaan wilayah terpadu di wilayah lautan dan daerah aliran sungai (DAS).
  9. Pengembangan keanekaragaman hayati dan pola pergiliran tanaman.

Demikian penjelasan mengenai pengertian lahan kritis dan cara mengatasinya agar kembali subur. Dijelaskan juga ciri ciri lahan kritis dan faktor penyebabnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat atau membantu anda dalam referensi makalah lahan kritis maupun tugas lainnya.

Gravatar Image
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *