Pengertian Iklim dan Unsur-Unsurnya

Pengertian Iklim dan Unsur-Unsurnya

Pengertian Iklim dan Unsur-Unsurnya – Menurut definisi para ahli mengatakan bahwa pengertian iklim adalah keadaan rata-rata cuaca pada suatu daerah yang luas dan ditentukan berdasarkan perhitungan dalam waktu yang lama (kurang lebih 30 tahun). Iklim merupakan kelanjutan dari hasil pencatatan unsur cuaca dari hari ke hari dalam waktu yang lama, sehingga disebut sebagai rata-rata dari unsur cuaca secara umum. Iklim bersifat stabil bila dibandingkan dengan cuaca. Perubahan iklim berlangsung dalam periode yang lama yang meliputi area yang sangat luas. Matahari merupakan kendali utama sistem iklim.

Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa iklim tidak selalu stabil. Beberapa faktor yang mempengaruhi iklim jika bergeser sedikit saja akan mempengaruhi ketepatan waktu Iklim itu sendiri. Tidak hanya ketepatan waktu, juga efek dari iklim yang tidak seharusnya terjadi akan berdampak buruk bagi makhluk hidup di daerah yang terkena perubahan iklim. Perubahan iklim yang ekstrem bahkan banyak terjadi sekarang ini. Dengan banyaknya faktor yang mempengaruhi keseimbangan atmosfer, maka faktor tersebut secara bertahap mempengaruhi pergerakan iklim yang awalnya normal menjadi ekstrem.

Unsur-Unsur Iklim

Unsur-unsur yang mempengaruhi iklim sama dengan unsur yang mempengaruhi cuaca. Karena pada umumnya cuaca dan iklim sama hanya berbeda pada panjangnya waktu kejadian. Berikut unsurnya:

1. Penyinaran matahari

Matahari merupakan pengatur iklim di Bumi yang sangat penting dan menjadi sumber energi utama di Bumi. Energi Matahari dipancarkan ke segala arah dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Bumi menerima energi matahari dalam bentuk pancaran radiasi sinar matahari. Sinar matahari yang dipancarkan ke bumi tersebut hanya sedikit diserap oleh lapisan atmosfer.

Sebagian besar sinar matahari langsung diterima permukaan bumi, dan kemudian dipantulkan kembali sebagian ke atmosfer juga ditransfer ke arah kutub-kutub bumi melalui angin dan arus laut. Hal ini yang menjaga agar bagian ekuator tidak terlampau panas dan bagian kutub juga tidak terlampau dingin. Pemanasan bumi oleh sinar matahari terbagi kedalam dua cara yaitu pemanasan langsung (absorpsi,refleksi,difusi) dan tidak langsung (konduksi, konveksi, adveksi). Banyaknya panas matahari yang yang diterima permukaan bumi terutama dipengaruhi oleh :

a. Lamanya penyinaran matahari

Semakin lama matahari memancarkan sinarnya di suatu daerah, semakin banyak panas yang diterima bagian bumi ini. Di daerah lintang pertengahan, panjang siang hari pada musim panas lebih panjang daripada musim dingin, sehingga penyinaran matahari lebih lama saat musim panas. Hal ini yang menyebabkan lahirnya pambagian musim-musim.

b. Kemiringan sinar matahari

Jika datangnya cahaya matahari memancarkan di suatu daerah lebih tegak, panas di daerah itu akan lebih tinggi dari pada jika cahaya yang datang lebih miring. Hal ini disebabkan luas area yang terkena cahaya miring lebih besar dari cahaya tegak sehingga panasnya lebih tersebar.

c. Keadaan permukaan bumi

Yang dimaksud dengan keadaan permukaan bumi adalah perbedaan batuan dan perbedaan sifat daratan dan laut. Batuan yang berwarna cerah lebih cepat menerima panas dan lebih cepat pula melepaskan panas daripada batuan yang berwarna gelap. Permukaan darat lebih cepat menerima dan melepaskan panas daripada permukaan laut.

d. Keadaan awan

Awan menyerap sebagian kecil radiasi sinar matahari. Keberadaan awan mengurangi sinar matahari yang mencapai permukaan bumi maupun yang dipantulkan kembali ke atmosfer. Semakin tebal awan, semakin banyak sinar matahari yang diserap.

Awan dapat mengurangi panas saat siang hari, tapi juga dapat berperan seperti selimut yang menahan panas saat malam hari agar udara tidak terlalu dingin. Hal ini berarti, daerah yang memiliki langit cerah (hanya tertutup awan tipis) akan lebih panas pada siang hari dan lebih dingin pada malam hari dibandingkan daerah yang tertutupi awan tebal.

2. Suhu Udara

Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara yang sifatnya menyebar dan berbeda-beda pada daerah tertentu. Suhu udara tertinggi terdapat di daerah tropis (ekuator) dan semakin ke arah kutub suhu udara menjadi semakin dingin. Setiap kenaikan 100 meter dari permukaan maka suhu udara akan mengalami penurunan rata-rata 0,6oC yang disebut sebagai gradient temperature vertical atau lapse rate. Pada udara kering besar lapse rate biasanya 1oC. Suhu udara dipengaruhi oleh penyinaran matahari.

Suhu udara mempengaruhi kemampuan udara yang menampung uap air. Semakin rendah suhu udara, kemampuan menahan uap air juga menurun. Hal ini menyebabkan udara menjadi jenuh uap air. Pada saat udara mencapai batas maksimum uap air sehingga pengembunan mulai terjadi. Alat untuk mengukur udara atau derajat panas disebut termometer.

3. Kelembapan udara

Di udara terdapat air yang terjadi karena penguapan. Makin tinggi suhu udara makin banyak uap air yang dikandungnya. Humidity atau kelembapan adalah banyaknya uap air yang dikandung oleh udara. Alat pengukurnya adalah higrometer. Daerah tropis indonesia memiliki kandungan uap air yang tinggi. Uap air di udara merupakan hasil penguapan air di permukaan bumi, air tanah, atau air yang ada pada tumbuhan.

Kandungan uap air di udara berubah-ubah. Uap air yang ada di atmosfer berasal dari siklus hidrologi sehingga jumlah air di suatu daerah akan memengaruhi kelembapan didaerah tersebut. Tekanan dan suhu udara juga dapat memengaruhi kandungan uap air udara.

4. Kondisi Awan

Awan adalah uap air yang terkondensasi atau sublimasi di dalam atmosfer membentuk titik-titik air atau kristal es di dalam udara. Proses kondensasi uap air pada umunya terjadi apabila udara yang mengandung uap bergerak ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi sehingga uap air mengalami pendinginan akibat penurunan suhu.

Titik-titik air yang terbentuk begitu kecil dan ringan sihingga tetap berada di langit dalam bentuk awan dan terbawa arus udara. Ukuran titik air yang membentuk awan memiliki diameter sekitar 0,004-0,008 mm. ada juga awan yang rendah atau tepat berada diatas permukaan bumi. Awan jenis ini biasa disebut kabut.

5. Curah Hujan

Hujan adalah peristiwa sampainya air dalam bentuk cair ataupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi. Curah Hujan adalah jumlah hujan yang jatuh di suatu daerah dalam waktu tertentu. Untuk mengetahui besarnya curah hujan digunakan alat yang disebut penakar hujan (rain gauge) yang biasanya terdapat distasiun-stasiun BMKG.

Apabila kondensasi uap air di udara terus berlangsung, titik-titik air yang membentuk awan akan bertambah banyak dan bergulung menjadi lebih besar. Titik air yang besar akan menjadi labih berat sehingga kemudian jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan. Selain hujan yang berupa cairan, ada pula hujan yang berupa padatan, yaitu hujan salju dan hujan es.

Hal ini terjadi karena uap air langsung menjadi padat berbentuk kristal akibat terjadinya penurunan yang dinamakan dengan sublimasi. Di dalam peta, terdapat garis yang menghubungkan tempat-tempat dengan curah hujan yang sama. Garis ini disebut dengan garis isohyets.

6. Angin

Angin adalah gerakan udara yang terjadi diatas permukaan bumi. Angin bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah yang bertekanan rendah (minimum). Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh adanya perbedaan suhu udara. Bila suhu udara tinggi berarti tekanannya rendah dan sebaliknya. Alat untuk mengukur arah dan kecepatan angin disebut anemometer.

Pada umumnya angin bergerak horizontal, namun dalam beberapa kondisi ditemukan juga angin yang bergerak vertikal atau miring mengikuti lereng. Angin bersifat menyeimbangkan tekanan udara. Semakin besar perbedaaan tekanan udara, semakin kencang aliran angin. Rotasi bumi menyebabkan timbulnya gaya yang memengaruhi arah gerakan angin.

Pengaruh ini (disebut coriolis) menyebabkan angin bergerak searah jarum jam mengitari daerah bertekanan rendah di belahan bumi utara. Arah angin juga dipengaruhi oleh gradient barometric dan kekuatan atau benda yang dapat menahan atau membelokkan angin seperti gunung dan bangunan.

7. Tekanan udara

Kepadatan udara tidak seperti tanah dan air. Namun udara juga memiliki berat dan tekanan. Udara memberikan tekanan yang cukup besar pada permukaan bumi, yaitu sekitar 1 kg untuk setiap luas bidang 1cm2. Tekanan ini berasal dari berat partikel-partikel udara yang menyusun atmosfer sampai ketinggian beratus-ratus kilometer dari permukaan bumi. Satuan tekanan udara adalah milibar.

Seiring dengan bertambahnya ketinggian, tekanan udara akan menurun. Orang pertama yang mengukur tekanan udara adalah Torri Celli. Alat yang digunakannya adalah barometer raksa. Udara cenderung bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah untuk mencapai keseimbangan. Tekanan udara yang sangat rendah dapat menghasilkan badai dan topan. Tetapi, daerah yang bertekanan udara tinggi cenderung manghasilkan cuaca yang kering dan tidak berawan.

Demikianlah artikel kali ini mengenai pengertian iklim dan unsur-unsurnya, semoga dapat bermanfaat.

Baca juga Pola Iklim Global: Sirkulasi dan Pengaruhnya

Author: Wa Ode

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.