Pengertian Civic Education dan Tujuannya

47 views

Pengertian Civic Education

Pengertian Civic Education, Tujuan, dan Contohnya – Civic education berasal dari bahasa inggris yaitu civic yang artinya kewarganegaraan dan education yang artinya pendidikan. Pendidikan Kewarganegaraan adalah suatu program pendidikan yang tujuan utamanya membina warga Negara yang lebih baik menurut syarat-syarat, kriteria dan ukuran ketentuan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang bahannya salah satunya diambilkan dari Ilmu Kewarganegaraan.

Pengertian Civic Education Menurut Para Ahli

Menurut Nasional Caunsil of Social Studies bahwa Civic Education adalah proses yang meliputi seluruh pengaruh positif, yang bermaksud membentuk pandangan warga negara dalam peranannya di masyarakat. PKn lebih daripada bidang studi, karena mengambil pengaruh positif dari keluarga, sekolah dan masyakat. Ruang lingkup PKn sangat luas mencakup pengaruh positif, contoh civic education seperti di pendidikan formal di sekolah, pendidikan orang tua di rumah dan pendidikan dari luar sekolah maupun luar rumah.

Menurut Nu’man Soemantri, PKn adalah program pendidikan yang berintikan demokrasi politik yang diperluas oleh sumber pengetahuan lain. Positif influence pendidikan sekolah, masyarakat, orangtua, semua diproses untuk melatih pelajar berfikir kritis, analisis bersikap bertindak demokrasi yang berlandasan pancasila dan UUD 1945. Maksudnya PKn merupakan program pendidikan demokrasi politik baik di sekolah maupun masyarakat yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945.

Menurut hasil Seminar Nasional Pengajaran dan Pendidikan di Tawangmangu tahun 1992, PKn adalah suatu program pendidikan yang tujuan utamanya membina warga negara yang lebih baik menurut syarat-syarat dan kriteria ukuran ketentuan-ketentuan pembukaan UUD 1945.

Hasil Seminar Nasional Pengajaran dan Pendidikan di Tawangmangu tahun 1992, PKn merupakan program yang tujuannya membina warganegara yang lebih baik menurut UUD 1945. Hal ini bermaksud agar warganegara menjadi lebih baik sesuai apa yang telah diatur di dalam UUD 1945 baik perilaku, hukum, maupun menjalani kehidupannya.

Menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang SIKDIKNAS dalam pasal 39 ayat 2, PKn adalah usaha untuk hubungan warga negara dengan negara serta pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan bangsa dan negara. Maksud dari keterangan ini yaitu agar hubungan antara warganegara dengan negara yang ditempatinya tersebut benar-benar baik dan sebagai warganegara yang baik, dapat diandalkan bangsa dan negara diberbagai bidang.

Menurut Jack Allen, PKn adalah mengembangkan keseluruan program dimensi berbagai pengalaman, minat dan kepentingan-kepentingan pribadi, masyarakat dan negara yang diwujudkan dalam kualitas pribadi seseorang. Maksud pendapat Jack Allen PKn itu merupakan program untuk mengatur kehidupan seseorang, baik minat, pengalaman maupun kepentingan pribadinya.

Menurut Paul Hanna dan John R Lee  PKn bertujuan untuk mengembangkan kualitas pribadi warganegara. Dari pernyataan tersebut jelas bahwa kehidupan seorang warganegara tercantum dalam PKn.

 

Tujuan Civic Education Menurut Para Ahli

Tujuan dan Fungsi Pendidikan Kewarganegaraan:

Menurut Branson (1999:7) tujuan civic education adalah partisipasi yang bermutu dan bertanggung jawab dalam kehidupan politik dan masyarakat baik tingkat lokal, negara bagian, dan nasional. Tujuan pembelajaran PKn dalam Depdiknas (2006:49) adalah untuk memberikan kompetensi sebagai berikut:

  1. Berpikir kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu Kewarganegaraan.
  2. Berpartisipasi secara cerdas dan tanggung jawab, serta bertindak secara sadar dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  3. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat di Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lain.
  4. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam peraturan dunia secara langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Tujuan PKn yang dikemukakan oleh Djahiri (1994/1995:10) adalah sebagai berikut :

  1. Secara umum. Tujuan PKn harus ajeg dan mendukung keberhasilan pencapaian Pendidikan Nasional, yaitu : “Mencerdaskan kehidupan bangsa yang mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti yang luhur, memiliki kemampuan pengetahuann dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”.
  2. Secara khusus. Tujuan PKn yaitu membina moral yang diharapkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu perilaku yang memancarkan iman dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang terdiri dari berbagai golongan agama, perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradab, perilaku yang mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan perseorangan dan golongan sehingga perbedaan pemikiran pendapat ataupun kepentingan diatasi melalui musyawarah mufakat, serta perilaku yang mendukung upaya untuk mewujudkan keadilan sosial seluruh rakyat Indonesia.

Sedangkan menurut Sapriya (2001), tujuan pendidikan Kewarganegaraan adalah :
Partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. Partisipasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan intelektual serta keterampilan untuk berperan serta. Partisipasi yang efektif dan bertanggung jawab itu pun ditingkatkan lebih lanjut melalui pengembangan disposisi atau watak-watak tertentu yang meningkatkan kemampuan individu berperan serta dalam proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat.

Tujuan umum pelajaran PKn ialah mendidik warga negara agar menjadi warga negara yang baik, yang dapat dilukiskan dengan “warga negara yang patriotik, toleran, setia terhadap bangsa dan negara, beragama, demokratis…, Pancasilasejati” (Somantri, 2001:279). Fungsi dari mata pelajaran PKn adalah sebagai wahana untuk membentuk warga negara yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang setia kepada bangsa dan negara Indonesia dengan merefleksikan dirinya dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD NRI 1945.

Upaya agar tujuan PKn tersebut tidak hanya bertahan sebagai slogan saja, maka harus dirinci menjadi tujuan kurikuler (Somantri, 1975:30), yang meliputi:

a. Ilmu pengetahuan, meliputi hierarki: fakta, konsep dan generalisasi teori.

b. Keterampilan intelektual:

  • Dari keterampilan yang sederhana sampai keterampilan yang kompleks seperti mengingat, menafsirkan, mengaplikasikan, menganalisis, mensintesiskan, dan menilai;
  • Dari penyelidikan sampai kesimpulan yang sahih: (a) keterampilan bertanya dan mengetahuii masalah; (b) keterampilan merumuskan hipotesis, (c) keterampilan mengumpulkan data, (d) keterampilan menafsirkan dan mneganalisis data, (e) keterampilan menguji hipotesis, (f) keterampilan meruumuskan generalisasi, (g) keterampilan mengkomunikasikan kesimpulan.

c. Sikap: nilai, kepekaan dan perasaan. Tujuan PKn banyak mengandung soal-soal afektif, karena itu tujuan PKn yang seperti slogan harus dapat dijabarkan.

d. Keterampilan sosial: tujuan umum PKn harus bisa dijabarkan dalam keterampilan sosial yaitu keterampilan yang memberikan kemungkinan kepada siswa untuk secara terampil dapat melakukan dan bersikap cerdas serta bersahabat dalam pergaulan kehidupan sehari-hari, Dufty (Numan Somantri, 1975:30). Mengkerangkakan tujuan PKn dalam tujuan yang sudah agak terperinci dimaksudkan agar kita memperoleh bimbingan dalam merumuskan: (a) konsep dasar, generalisasi, konsep atau topik PKn; (b) tujuan intruksional, (c) konstruksi tes beserta penilaiannya.

Djahiri (1995:10) mengemukakan bahwa melalui PKn siswa diharapkan :

  1. Memahami dan menguasai secara nalar konsep dan norma Pancasila sebagai falsafah, dasar ideologi dan pandangan hidup negara RI.
  2. Melek konstitusi (UUD NRI 1945) dan hukum yang berlaku dalam negara RI.
  3. Menghayati dan meyakini tatanan dalam moral yang termuat dalam butir diatas.
  4. Mengamalkan dan membakukan hal-hal diatas sebagai sikap perilaku diri dan kehidupannya dengan penuh keyakinan dan nalar.

Secara umum, menurut Maftuh dan Sapriya (2005:30) bahwa,
Tujuan negara mengembangkan Pendiddikan Kewarganegaraan agar setiap warga negara menjadi warga negara yang baik (to be good citizens), yakni warga negara yang memiliki kecerdasan (civics inteliegence) baik intelektual, emosional, sosial, maupun spiritual; memiliki rasa bangga dan tanggung jawab (civics responsibility); dan mampu berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.

Berdasarkan pendapat diatas dapat penulis simpulkan bahwa PKn sebagai program pengajaran tidak hanya menampilkan sosok program dan pola KBM yang hanya mengacu pada aspek kognitif saja, melainkan secara utuh dan menyeluruh yakni mencakup aspek afektif dan psikomotor. Selain aspek-aspek tersebut PKn juga mengembangkan pendidikan nilai.

Tags: #pendidikan kewarganegaraan

Leave a reply "Pengertian Civic Education dan Tujuannya"

Author: 
author
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.