Perubahan Sosial: Pengertian, Ciri-Ciri, Faktor, Macam dan Teorinya

By | February 16, 2018

perubahan sosial

Perubahan Sosial adalah perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang akan mempengaruhi sistem sosialnya seperti nilai, norma, sikap, dan pola perilaku. Adanya perubahan unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat, seperti unsur geografis, biologi, ekonomis, maupun kebudayaan merupakan Awal mula perubahan social sendiri terjadi.

Perubahan sosial terjadi di masyarakat merupakan suatu gejala yang wajar. Ia timbul sebagai konsekuensi dari interaksi manusia dalam hubungannya dengan manusia lain maupun dengan lingkungan hidupnya.

Perubahan kebudayaan jauh lebih luas dari perubahan sosial. Perubahan budaya menyangkut banyak aspek dalam kehidupan seperti kesenian , ilmu pengetahuan , teknologi, aturan-aturan hidup berorganisasi, dan filsafat.

Perubahan Sosial Dalam Masyarakat

Perubahan sosial dan perubahan budaya yang terjadi dimasyarakat saling berkaitan. Tidak ada masyarakat yang tidak memiliki kebudayaan dan sebaliknya tidak mungkin ada kebudayaan tanpa masyarakat.

A. Pengertian Perubahan Sosial Dan Gejala Sosial

Gejala Sosial adalah masalah sosial yang memengaruhi dan dipengaruhi oleh perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Gejala sosial juga dapat diartian sebagai fenomena sosial. Perubahan sosial adalah proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat.

Pengertian perubahan sosial. Sekarang tinggal kita tambahkan aspek kebudayaanya, sehingga terbentuk pengertian perubahan sosial budaya Adalah perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, mencakup perubahan budaya yang di dalamnya terdapat perubahan nilai-nilai dan tata cara kehidupan dari tradisional menjadi modern.

B. Ciri-Ciri Perubahan Sosial

Berikut ciri-ciri perubahan sosial, yakni:

1. Berkelanjutan

Sifat yang berkelanjutan. Ini artinya, setiap masyarakat akan selalu mengalami perubahan, baik secara cepat maupun lambat. Perubahan sosial merupakan konsekuensi dasar yang terjadi karena sifat manusia yang merupakan mahluk sosial. Dengan sifat tersebut, maka tidak mungkin ada masyarakat yang berhenti perkembangannya.

2. Imitatif

Imitatif, artinya perubahan yang terjadi pada suatu kelompok masyarakat (lembaga) akan diikuti oleh kelompok masyarakat lainnya. Saling mempengaruhi tiap kelompok (interdependen) dan tidak dapat mengisolir diri dari perubahan-perubahan yang ada.

3. Disorganisasi Sementara

Disorganisasi adalah suatu keadaan yang kacau yang diakibatkan adaptasi bagian-bagian masyarakat terhadap perubahan yang terjadi. Suatu perubahan sosial, terutama yang bersifat cepat akan menimbulkan disorganisasi yang bersifat sementara.

4. Hubungan Kausalitas (Timbal Balik)

Perubahan sosial tidak terbatas pada bidang material saja atau immaterial saja. Per ubahan sosial dapat terjadi pada keduanya karena antara aspek material dan immaterial memiliki satu hubungan kausalitas (timbal balik).

5. Penggolongan Watak (Tipologis)

Penggolongan watak perubahan sosial dapat dikelompokan dalam beberapa bentuk, di antaranya proses sosial, segmentasi, perubahan struktur, dan perubahan struktur kelompok.

C. Faktor-Faktor Perubahan Sosial

Dalam perubahan sosial budaya, ada 2 faktor, yaitu Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat, yakni:

1. Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya

  • Kontak dengan kebudayaan lain.
  • Sistem pendidikan yang maju.
  • Sikap menghargai hasil karya orang lain dan keinginan kuat untuk maju.
  • Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang.
  • Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka.
  • Keadaan masyarakat yang majemuk.
  • Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.
  • Orientasi hidup ke masa depan.
  • Senantiasa ada keinginan untuk memperbaiki tingkat kehidupan, artinya tidak mudah menyerah pada keadaan.

2. Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya

  • Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.
  • Perkembangan ilmu pengetahuan yang terhambat.
  • Sikap masyarakat yang sangat tradisional.
  • Dalam masyarakat terdapat kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested interest).
  • Adanya prasangka buruk terhadap hal-hal baru.
  • Rasa takut akan terjadi keguncangan integrasi.
  • Adanya hambatan yang bersifat ideologis.
  • Hambatan yang bersifat adat dan kebiasaan.
  • Adanya anggapan bahwa pada hakikatnya hidup ini buruk dan tidak mungkin diperbaiki.

D. Macam-macam Bentuk Perubahan Sosial

Perubahan sosial budaya dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut ini:

1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat
Perubahan lambat disebut juga evolusi. Usaha-usaha masyarakat untuk perubahan sosial dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.

2. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar
Yang disebut dengan perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Sedangkan perubahan besar adalah dampak ledakan penduduk dan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan masyarakat.

3. Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki atau Tidak Direncanakan
Perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan merupakan perubahan yang telah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan perubahan di masyarakat.

E. Teori-Teori Perubahan Sosial

Adapun teori-teori perubahan sosial, yakni:

1. Teori Siklik

Teori siklik dikemukakan oleh Arnold Toynbee dan Pitirim Sorokin. Dalam teori ini, Arnold dan Pitirim mengemukakan bahwa rangkaian perubahan peradaban manusia tidak memiliki awal dan tidak pula memiliki akhir. Rangkaian perubahan peradaban manusia adalah suatu periode yang mengandung kemajuan dan kemunduran yang bergerak dalam satu siklus.

Pada saat suatu tahap perubahan sosial telah mencapai proses peralihan, bukan berarti ia menjadi tahap terakhir yang sempurna, melainkan berputar kembali ke tahap awal menuju tahap peralihan yang baru. Menurut teori siklik perubah an sosial bergerak dalam 3 tahapan siklus, yaitu ideasional (kepercayaan, emosi, dan perasaan), idealistis (rasionalitas dan logika), dan kebudayaan sensasi (kenyataan dan tujuan hidup).

2. Teori Evolusioner

Teori evolusioner dikemukakan oleh Auguste Comte. Perubahan sosial merupakan sebuah proses yang linier. Masyarakat berkembang melalui urutan yang sama, sejak tahap awal (masa primitif) sampai tahap akhir (masa modern). Pada saat tahap akhir perubahan telah tercapai, maka pada saat itu pula tahap evolusioner berakhir

Suatu perubahan sosial meliputi 3 tahap evolusioner, yaitu tahap teologis (mencari nilai-nilai supranatural), tahap metafisik (memahami nilai-nilai abstrak dan hukum alam), dan tahap positif (mengkaji nilai-nilai ilmiah berdasarkan data empiris). Dengan tahapan-tahapan tersebut, teori evolusioner sering pula dikenal dengan istilah hukum tiga tahap.

3. Teori Nonevolusioner

Teori nonevolusioner adalah pengembangan teori evolusioner yang mendapatkan beberapa perbaikan atas ide-idenya. Pencetus teori ini adalah Gerhard Lenski. Masyarakat bergerak dalam serangkaian bentuk yang terdeferensiasi karena keberagaman dan kemajuan. Adanya 3 konsep utama di dalam teori perubahan sosial ini yaitu continuity (keberlanjutan), inovation (inovasi), dan extinction (kepunahan budaya lama).

4. Teori Fungsional

Teori fungsional dikemukakan oleh Talcott Parson. Tersusunnya kelompok masyarakat seperti halnya organ tubuh manusia. Masing-masing kelompok saling berhubungan dan bergantung satu sama lain karena adanya perbedaan fungsinya. Oleh karena itu, ketika satu kelompok masyarakat mengalami suatu gejala perubahan sosial, maka cepat atau lambat kelompok masyarakat lainnya akan terpengaruhi untuk menjaga stabilitasnya dalam kehidupan sosial.

5. Teori Konflik

Teori konflik dikemukakan oleh Ralf Dahrendorf. Perubahan sosial dapat terjadi akibat adanya masyarakat yang terbelah menjadi 2 kelompok besar, sehingga ketika keduanya saling berkonflik, maka akan timbul suatu revolusi yang memicu terjadinya perubah an sosial secara cepat.

F. Contoh Perubahan Sosial Dalam Masyarakat

Dibawah ini 3 contoh perubahan sosial dalam masyarakat, yakni:

1. Cara Berkomunikasi

perubahan sosial

Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi membawa perubahan yang besar dalam cara Anda berkomunikasi. Era dulu Anda sering melakukan surat-menyurat, dikirim terus menunggu balasan, kalau apes mungkin surat kita kekirim ke orang lain. Kalau sekarang sangat mudah, pakai smartphone ataupun Komputer Anda bisa berkomunikasi secara kilat dengan berbagai media aplikasi.

2. Pakaian

perubahan sosial

Efek modernisasi dan globalisasi, masyarakat mulai mengubah cara berpakaian mereka. Sekarang mereka memakai baju bisa karena mengikuti trend atau sekedar ingin mengenakan sesuai selera mereka.

3. Gaya Hidup

perubahan sosial

Gaya hidup kebanyakan orang juga berubah, ada yang menjadikan sebagai gaya hidup yang baik seperti vegetarian. Namun ada pula yang sesat seperit mengkonsumsi narkoba.

Baca juga: Struktur Sosial Masyarakat: Unsur, Ciri Ciri, Fungsi dan Bentuknya

Penutup

Demikian penjelasan tentang perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat yang mencakup pengertian, ciri-ciri, faktor, macam-macam, teori dan beberapa contohnya perubahan budaya di lingkungan sekitar kita maupun pada lingkungan sekolah.

Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan Anda mengenai perubahan sosial yang terjadi dalam masayarakat. Jangan lupa komentar dan share artikel ini kalau dianggap bermanfaat.

Berikan Rating:

Average rating / 5. Vote count:

Author: Wa Ode

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.