Pengantar Geofisika

Pengantar Geofisika – Tahukah anda apa yang dimaksud dengan Geofisika? Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi Jagoan Ilmu. Karena pada kesempatan kali ini akan mengulas tentang materi lengkap pengantar geofisika, pengertian, cabang-cabang hingga metode-metode dalam geofisika. Oleh karena itu marilah simak penjelasan yang ada dibawah berikut ini.

pengantar geofisika

A . Pengertian Pengantar Geofisika

Geofisika adalah bagian dari ilmu bumi yang mempelajari bumi menggunakan kaidah atau prinsip-prinsip fisika. Di dalamnya termasuk juga meteorologi, elektrisitas atmosferis dan fisika ionosfer. Penelitian geofisika untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi melibatkan pengukuran di atas permukaan bumi dari parameter-parameter fisika yang dimiliki oleh batuan di dalam bumi. Dari pengukuran ini dapat ditafsirkan bagaimana sifat-sifat dan kondisi di bawah permukaan bumi baik itu secara vertikal maupun horisontal.

Dalam skala yang berbeda, metode geofisika dapat diterapkan secara global yaitu untuk menentukan struktur bumi, secara lokal yaitu untuk eksplorasi mineral dan pertambangan termasuk minyak bumi dan dalam skala kecil yaitu untuk aplikasi geoteknik (penentuan pondasi bangunan dll).

Di Indonesia, ilmu ini dipelajari hampir di semua perguruan tinggi negeri yang ada. Biasaya geofisika masuk ke dalam fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), karena memerlukan dasar-dasar ilmu fisika yang kuat, atau ada juga yang memasukkannya ke dalam bagian dari Geologi. Saat ini, baik geofisika maupun geologi hampir menjadi suatu kesatuan yang tak terpisahkan Ilmu bumi.

Bidang kajian ilmu geofisika meliputi meteorologi (udara), geofisika bumi padat dan oseanografi(laut).
Beberapa contoh kajian dari geofisika bumi padat misalnya seismologi yang mempelajari gempabumi, ilmu tentang gunungapi (Gunung Berapi) atau volcanology, geodinamika yang mempelajari dinamika pergerakan lempeng-lempeng di bumi, dan eksplorasi seismik yang digunakan dalam pencarian hidrokarbon.

B. Cabang-Cabang Geofisika

Adapun cabang-cabang dari Geofisika antara lain:

  1. Seismologi (mempelajari gempa bumi dan fenomena fisika yang berhubungan dengannya)
  2. Vulkanologi (juga adalah bagian dari Geologi, mempelajari gunung api, mata air panas, dsb)
  3. Geomagnetisme (mempelajari medan magnet bumi, termasuk paleomagnetisme)
  4. Geoelektrisitas (mempelajari sifat-sifat kelistrikan bumi)
  5. Tektonofisika (penggunaan ilmu fisika untuk mempelajari proses tektonik)
  6. Gravitasi (juga bagian dari Geodesi, mempelajari medan gravitasi dan interpretasinya)
  7. Geotermal (mempelajari suhu bagian dalam bumi, termasuk eksplorasi panas bumi)
  8. Geokosmologi (mempelajari asal-usul bumi)
  9. Geokronologi (mempelajari kejadian bumi, termasuk menentukan umurnya)

Geodesi yang berurusan dengan bentuk dan ukuran bumi, adalah ilmu yang dekat hubungannya dengan Geofisika. Saat ini, adalah biasa untuk menggabungkan Geofisika, Geodesi dan ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan bumi (seperti Geologi dan Geografi) ke dalam unit ilmu yang lebih besar yaitu GeoSains.

Geokimia, yang berhubungan dengan bumi belum dimasukkan dalam daftar ini karena Geokimia merupakan bagian dari semua subyek geosains.

Batasan mengenai Geofisika Bumi Padat tidak seratus persen memuaskan. Yang dimaksud dengan bumi padat di sini adalah seluruh bagian bumi setelah dikurangi bagian yang cair (laut, hidrosfer) dan gas (atmosfer). Padahal, bumi adalah padat dalam pengertian fisika (yaitu kristalin) hanya sampai kedalaman kira-kira 80 km.

Geofisika pada umumnya bekerja pada 3 front pararel yaitu :

  1. Observasi atau pengukuran di lapangan
  2. Penyelidikan di laboratorium
  3. Pengkajian teoritis

Dari sini, masalah yang timbul adalah seringkali sangat sukar karena sebagian besar dari obyek yang dipelajari yaitu bagian dalam bumi, secara umum tidak dapat diukur secara langsung di permukaan. Sebagai pengganti, Geofisika mengandalkan pengamatan tidak langsung yang dilakukan pada permukaan bumi atau sangat dekat dengan bumi. Adalah jelas, bahwa interpretasi dari pengamatan seperti ini akan memiliki tingkat kesulitan yang besar.

Penelitian di laboratorium dapat menghasilkan hal-hal yang signifikan dalam menginterpretasi hasil observasi. Sebagai contoh, sifat-sifat material (logam atau mineral) yang bervariasi pada tekanan tinggi dan temperatur tinggi telah ditemukan di laboratorium.

Lebih lanjut, dengan menggunakan komputer dimungkinkan pula untuk mensimulasikan proses kejadian (modelling) objek yang diobservasi. Keuntungan pemodelan dan simulasi di laboratorium adalah memungkinkan suatu proses dapat dikontrol dengan parameter-parameter yang secara alamiah diketahui dengan baik. Pemodelan dan simulasi akan cocok untuk menggambarkan kasus / kejadian alam yang kompleks.

Berbagai metode yang dikembangkan dalam Geofisika Eksplorasi telah berhasil membantu ahli-ahli ilmu bumi lainnya untuk memperkirakan dan menemukan deposit tambang dan bahan energi dengan keakuratan yang cukup mengagumkan. Tidak sampai di situ, penelitian-penelitian Geofisika juga terus dikembangkan agar membantu menghindari malapetaka alam yang dapat membunuh umat manusia (seperti penelitian Seismologi / Vulkanologi, dsb).

C. Metode-Metode Geofisika

Secara umum, metode geofisika dibagi menjadi dua kategori yaitu metode pasif dan aktif. Metode pasif dilakukan dengan mengukur medan alami yang dipancarkan oleh bumi. Metode aktif dilakukan dengan membuat medan gangguan kemudian mengukur respons yang dilakukan oleh bumi. Medan alami yang dimaksud disini misalnya radiasi gelombang gempa bumi, medan gravitasi bumi, medan magnetik bumi, medan listrik dan elektromagnetik bumi serta radiasi radioaktivitas bumi. Medan buatan dapat berupa ledakan dinamit, pemberian arus listrik ke dalam tanah, pengiriman sinyal radar dan lain sebagainya.

Secara praktis, metode yang umum digunakan di dalam geofisika tampak seperti tabel di bawah ini:

MetodeParameter Yang DiukurSifat-sifat Fisika Yang Terlibat
SeismikWaktu tiba gelombang seismik pantul atau bias, amplitudo dan frekuensi gelombang seismikDensitas dan modulus elastisitas yang menentukan kecepatan rambat gelombang seismik
GravitasiVariasi harga percepatan gravitasi bumi pada posisi yang berbedaDensitas
MagnetikVariasi harga intensitas medan magnetik pada posisi yang berbedaSuseptibilitas atau remanen magnetik
ResistivitasHarga resistansi dari bumiKonduktivitas listrik
Polarisasi terinduksiTegangan polarisasi atau resistivitas batuan sebagai fungsi dari frekuensiKapasitansi listrik
Potensial diriPotensial listrikKonduktivitas listrik
ElektromagnetikRespon terhadap radiasi elektromagnetikKonduktivitas atau Induktansi listrik
RadarWaktu tiba perambatan gelombang radarKonstanta dielektrik

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas kita dapat simpulkan:

a. Geofisika adalah bagian dari ilmu bumi yang mempelajari bumi menggunakan kaidah atau prinsip-prinsip fisika.

b. Cabang-cabang dari Geofisika antara lain: Seismologi, Vulkanologi, Geomagnetisme, Geoelektrisitas, Tektonofisika, Gravitasi, Geotermal, Geokosmologi, Geokronologi .

c. Geofisika pada umumnya bekerja pada 3 front pararel yaitu :

  • Observasi atau pengukuran di lapangan
  • Penyelidikan di laboratorium
  • Pengkajian teoritis

d. Secara umum, metode geofisika dibagi menjadi dua kategori yaitu metode pasif dan aktif. Metode pasif dilakukan dengan mengukur medan alami yang dipancarkan oleh bumi. Metode aktif dilakukan dengan membuat medan gangguan kemudian mengukur respons yang dilakukan oleh bumi. Medan alami yang dimaksud disini misalnya radiasi gelombang gempa bumi, medan gravitasi bumi, medan magnetik bumi, medan listrik dan elektromagnetik bumi serta radiasi radioaktivitas bumi. Medan buatan dapat berupa ledakan dinamit, pemberian arus listrik ke dalam tanah, pengiriman sinyal radar dan lain sebagainya.

Author: Wa Ode

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.