Pelanggaran Terhadap Nilai Kebangsaan Dalam Masyarakat

Posted on

Contoh Kasus Pelanggaran Terhadap Nilai Kebangsaan Dalam Masyarakat :

1. Maraknya Politik Uang Pada Saat Pemilu

Hal ini menunjukan bahwa proses berdemokrasi di Indonesia semakin menunjukan kemunduran. Hanya dengan uang berapa ribu saja rakyat tergoda untuk memilih salah satu kandidat yang memberinya uang. Kecenderungan ini menunjukan bahwa rakyat mulai meninggalkan keperibadian asli bangsa indonesia. Pada dasarnya proses berdemokrasi di Indonesia  menenkankan keadilan dan kesejahteraan bersama. Rakyat sebagai pemegang kekuasaaan hendaknya menjadi pelaku utama berjalannya proses demokrasi di Indonesia.

Pelanggaran Terhadap Nilai Kebangsaan
Sumber: nasional.kompas.com

Maraknya politik uang dikalangan masayarakat menurut kami merupakan salah satu pelanggaran terhadap nilai nilai kebangsaan yang telah melekat sejak lama dalam diri masyarakat Indonesia. Salah satu faktor maraknya politik uang adalah keegoisan dan kurangnya kesadaran masayarakat untuk memilih salah satu calon pemimpin yang mempunyai kemampuan dan merupakan tokoh yang amanah.

2. Kurang Pedulinya Rakyat Terhadap Pemerintahan

Pemahaman rakyat terhadap jalannya pemerintahan membuat rakyat seolah – seolah hanya menjadi boneka yang dapat dengan mudah dipermainkan oleh pemerintah yang berkuasa. Dewasa ini kepedulian masyarakat akan jalannya pemerintahan semakin berkurang. Pers yang seharusnya menjadi penyambung aspirasi rakyat justru terlibat dalam suatu kepentingan golongan tertentu. Hal ini semakin rumit ketika para wakil yang berada disenayan semakin acuh dengan tugas awalnya yang merupakan salah satu tokoh yang diharapkan menjadi wakil rakyat.

3. Individualisme Yang Semakin Kental Dalam Masayarakat

Dalam masayarakat indonesia kini banyak dijumpai sikap individualisme yang semakin berkembang dengan pesat. Contoh paling nyata adalah berkembangnya masyarakat yang tinggal diperumahan yang semkain tidak memperdulikan tetangganya. Hal ini akan dengan mudah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan perpecahan di Indonesia. Terdapat jurang perbedaan yang sangat lebar antara kaum kaya dengan kaum miskin. Rasa toleransi dan kebersamaan semakin pudar dalam masyarakat.

4. Paham Radikal Yang Semakin Berkembang

Dewasa ini menunjukan bahwa paham radikalisme di Indonesia semakin mengalami perkembangan. Paham terhadap agama yang berlebihan semaikn berkembang merupakan salah satu pelanggaran terhadap nilai kebangsaan yang menekankan pada nilai persatuan dan kesatuan. Salah satu paham yang mulai berkembang di Indonesia adalah ISIS yang ternyata rakyat Indonesia tertarik untuk gabung bersama ISIS.

5. Toleransi Umat Yang Semakin Memudar

Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki kekayaan sumber daya yang melimpah, terutama dalam sumber daya manusia (SDM). Indonesia yang menduduki peringkat ke 4 dalam jumlah penduduk terbanyak di dunia, nyatanya belum mampu menegakkan sebuah keadilan dalam hal toleransi antar masyarakat. Seperti halnya dengan masalah perselisihan  pendapat dalam bidang pemerintahan, keagamaan, ekonomi, sosial, budaya dan masih banyak permasalahan lainnya yang hingga kini kemajemukan warga negara Indonesia semakin meningkat.

Perselisihan biasa di sebabkan oleh tidak adanya toleransi. Tidak adanya toleransi antar masyarakat dapat membuat perdamaian dan keamanan negara menjadi tergoyahkan. Karena diskriminasi, kekerasan, kebencian dan kejahatan akan tumbuh berkembang seiring dengan hilangnya nilai toleransi dalam jiwa dan raga setiap masyarakat. Keributan dalam masyarakat terkadang disebabkan oleh masalah yang sepele atau kecil, mulai dari golongan menengah ke bawah hingga menengah ke atas tentunya sering mengalami keributan karena sebuah perbedaan atau perselisihan.

Keributan atau perselesihan banyak di lakukan oleh para remaja yang terkadang jiwa dan perasaannya masih labil atau tidak memiliki pendirian. Di masa tersebut, seseorang masih bimbang dan dilema unutk menunjukkan jati dirinya kepada publik. Sehingga, nilai toleransi pada masa tersebut akan mudah memudar. Karena lunturnya nilai toleransi pada remaja di sebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya :

  1. Adanya kaum mayor dan kaum minor
  2. Adanya senioritas
  3. Perbedaan tingkat sosial
  4. Lemahnya iman seseorang
  5. Tidak adanya sebuah rasa kepercayaan.

Sangat di sayangkan jika nilai toleransi pada remaja menjadi luntur, karena toleransi memiliki dampak positif yang sangat berpengaruh dalam kehidupan remaja, dampak positif tersebut, seperti :

  1. Kehidupan akan damai dan tentram
  2. Mendapatkan keberkahan
  3. Memiliki sebuah pencitraan yang baik
  4. Meraih kesuksesan dalam proses sosial

Prinsip – prinsip toleransi tentunya sangat bermanfaat bagi diri kita sendiri, khususnya pada remaja yang mengalami rasa labilitas. Tidak ada dampak negatif yang terdapat pada nilai toleransi, tetapi mengapa para remaja sekarang ini sangat sulit untuk menerapkan toleransi dalam kehidupannya sehari – hari? Padahal toleransi sudah termasuk ke dalam kategori akhlak yang sangat mulia. Jika para remaja terus menerus berada di jalan yang salah dan jauh dari nilai toleransi. Maka kehidupanpun akan goyah karena tidak ada sebuah prinsip yang sejalan dengan kebaikan. Oleh karennya sangat di sayangkan jika toleransi harus luntur pada setiap jiwa remaja.

Sangat di sayangkan jika di zaman era globalisasi ini sebuah nilai toleransi pada remaja (young generation) harus luntur di telan oleh waktu. Di zaman era Seyogyanya, nilai toleransi yang sudah di terapkan oleh nenek moyang kita terdahulu harus tetap di lestarikan agar nilai tersebut tidak luntur.

6. Lunturnya makna Bhinneka Tunggal Ika

Contoh pelanggaran terhadap nilai kebangsaan yang terkahir adalah lunturnya makna dari Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia yang kita dikenal dengan berbagai ragam budaya bangsa. Memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang artinya walaupun berbeda-beda tetap satu juga ,yang masih berlandaskan Pancasila. Namun seiringnya perkembangan zaman dari zaman ke zaman semakin pudarnya nilai budi pekerti itu dulu bangsa Indonesia menjadi ramah tamah dan memiliki nilai Luhur dan kini sekarang menjadi kejam.

Pelanggaran Terhadap Nilai Kebangsaan

Di karenakan semakin lenyapnya budi pekerti tersebut secara sistematis telah dilakukan oleh Dunia pendidikan kita yaitu dengan cara menghapus budi pekerti dari sekolah, maka dari itu target-target perolehan angka  raport pun  semakin  jauh lebih penting dibandingkan dengan akhlak anak sehingga wajarlah orang tua di rumah pun malah berlomba –lomba menekan anaknya untuk menjadi juara  bukan menjadi bermoral dan beretika.

Ditambah lagi dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan hanya menjadikan Pendidikanya saja tanpa perlu adanya berbudaya semakin lenyapnya budaya bangsa ini  dari ingatan kita dan anak bangsa tersebut.Dengan adanya Departemen Pendidikan pun tanpa adanya budaya ,bahkan isinya pun hanya Pengajarannya saja bukan pendidikannya.

Sehingga wajarlah anak-anak sekarang lebih ditekankan kepada PR,PR dan  PR yang semakin bertumpuk-tumpuk dan berlapis-lapis sehingga anak menjadi stress dan  semakin timbulnya prilaku-prilaku yang menyimpang dari remaja dan Anak –anak.

Anak sekarang lebih hapal lagu-lagu orang dewasa dengan syair  cinta,cinta dan cinta atau galau,galau,galau yang dinyanyikan oleh penyanyi –penyanyi yang alayers atau band –band ternama sehingga anak tersebut mengidolakan penyanyi atau band tersebut dibandingkan dengan anak-anak yang dulu bernyani lagu anak –anak.

Bangsa Indonesia kita kenal di masyarakat masih saling bertegur  sapa-menyapa  apabila itu berpapasan di jalan semakin memudarnya budi pekerti ini masyarakat pun lebih sering untuk saling menghindar dan menunduk daripada menegur dan menyapa itu pun masih di curigai.  Di masyarakat pun kita selalu meminta maaf jika berbuat salah semakin memudarnya budi pekerti itu senggol dikit bacok mending kalo disenggol masih marah sehingga  menyebabkan timbulnya tawuran antar pelajar atau masyarakat.

Semua itu kembali lagi ke pola pengasuhan yang tepat bagaimana yang diterapkan oleh bangsa ini.Kembali lagi ke individunya masing-masing untuk mulai sadar.

Penutup

Mulai menghidupkan kembali etika moral, budi pekerti dan akhlak yang luhur buat generasi yang akan datang. Demikian artikel kali ini tentang pelanggaran terhadap nilai kebangsaan, semoga ilmunya bisa bermanfaat.

Gravatar Image
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *