Mustahik Zakat Fitrah : Dalil dan Golongan yang Berhak Menerimanya

Jagoan ilmu, Golongan yang Berhak Menerima Mustahik Zakat Fitrah – Tahukah Anda apa itu mustahik zakat fitrah? Jika Anda belum mengetahuinya Anda tepat sekali mengunjungi jagoan ilmu. Karena disini akan mengulas tentang kriteria penerima zakat fitrah, dalil mustahik zakat, dan urutan mustahik zakat yang benar.

kriteria penerima zakat fitrah, dalil mustahik zakat, urutan mustahik zakat yang benar

mustahik zakat fitrah

Dalam pembagian zakat fitrah, terdapat perbedaan dikalangan ulama tentang siapa saja yang berhak menerima zakat fitrah. Mustahik zakat fitrah adalah orang-orang yang berhak menerima zakat yaitu ada 8 golongan. Kata asal mustahiq yaitu haqqo yahiqqu hiqqon wa hiqqotan yang artinya kebenaran, hak, dan kemestian. Mustahiq isim fail dari istihaqqo yastahiqqu, istihqoq, artinya yang berhak atau yang menuntut hak.

Mustahiq zakat itu ada 8 ashnaf atau golongan, ditunjukkan dalam penjelasan dalil al-quran berikut ini:

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah : 60).

Sesuai dengan dalil mustahik zakat diatas, maka jelas bahwa orang yang berhak menerima zakat itu adalah orang orang yang disebut didalam ayat tersebut. Berikut penjelasan tentang kriteria atau urutan mustahik zakat fitrah yang benar, yakni :

1. Fakir

Fakir ialah merupakan kelompok pertama yang mendapatkan bagian zakat. Fakir berarti orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan sehingga kebutuhan hidupnya tidak tercukupi.

2. Miskin

Miskin ialah orang yang bisa usaha, tetapi tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya, misalkan karena pendapatannya sangat sedikit.

3. Amilin

Amilin ialah orang yang diangkat oleh imam atau pemimpin untuk menggarap tugas-tugas pemungutan, pengumpulan, pemeliharaan, pencatatan, dan pembagian zakat. Amilin ini hendaknya memiliki syarat diantaranya, muslim yang taat, mukallaf, jujur (amanah), memahami hukum zakat.

4. Muallaf

Muallaf ialah orang yang dijinakkan hatinya untuk kepentingan islam dan kaum muslimin. Yang termasuk muallaf antara lain:

  1. Orang atau pengikut yang dengan pemberian itu diharapkan masuk islam.
  2. Orang yang dikhawatirkan gangguannya terhadap islam dan kaum muslimin.
  3. Orang yang baru masuk islam untuk memperkuat keislamannya.
  4. Orang yang termasuk tokoh muslim yang mempunyai kawan dari kalangan kafir yang diharapkan keislamannya.
  5. Orang yang telah lama muslim tapi ada di perbatasan musuh (tempatnya).

5. Riqob

Riqob adalah membebaskan/memerdekakan hamba sahaya dari perhambaannya sehingga ia lepas dari ikatan dengan tuannya.

6. Gharimin

Gharimin adalah orang orang yang tenggelam dalam utang dan tidak mampu membayar. Dan utang tersebut bukan karena maksiat, penghamburan, atau karena safahah (kebodohan, belum dewasa, dll).

7. Fii Sabiilillah

Fii sabiilillah adalah kemaslahatan umum kaum muslimin yang dengan zakat itu berdiri islam dan daulahnya dan bukan untuk kepentingan pribadi. Fii sabiilillah ini bisa diperuntukkan bagi aktifitas dakwah, dengan berbagai penunjangnya. Seperti membantu para da’i dengan cara menyediakan tempat pelatihan dakwah, membagikan kitab, komputer, dan perlengkapan penjunjang wawasan para da’i, serta untuk operasionalisasi aktifitas positif lainnya yang diperuntukkan bagi tegaknya islam.

8. Ibnu Sabil

Ibnu sabil adalah orang yang kehabisan ongkos di perjalanan dan tidak bisa mempergunakan hartanya.

Penutup :

Demikian penjelasan tentang Mustahik Zakat Fitrah. Semoga setelah Anda membaca artikel ini, Anda menjadi semakin bersemangat untuk berzakat. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi jagoan ilmu, sampai jumpa pada artikel agama islam berikutnya.

Author: Wa Ode

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.