Metode Gravitasi

Metode gravitasi adalah suatu metode eksplorasi yang mengukur medan gravitasi pada kelompok-kelompok titik lokasi yang berbeda dalam area tertentu. Tujuan dari eksplorasi ini adalah untuk mengasosiasikan variasi dari perbedaan distribusi rapat massa dan juga jenis batuan.

Tujuan utama dari studi mendetail data gravitasi adalah untuk memberikan suatu pemahaman yang lebih baik mengenai lapisan bawah geologi. Metode gravitasi ini relatif lebih murah, tidak mencemari dan tidak merusak (uji tidak merusak) dan termasuk dalam metode jarak jauh yang sudah pula digunakan untuk mengamati permukaan bulan. Metode ini tergolong pasif, dalam arti tidak perlu ada energi yang dimasukkan ke dalam tanah untuk mendapatkan data sebagaimana umumnya pengukuran.

Pengukuran percepatan gravitasi memberikan informasi mengenai densitas batuan bawah tanah. Terdapat rentang densitas yang amat lebar di antara berbagai jenis batuan bawah tanah, oleh karena itu seorang ahli geologi dapat melakukan inferensi atau deduksi mengenai strata atau lapisan-lapisan batuan berdasarkan data yang diperoleh. Patahan yang umumnya memicu lompatan pada penyebaran densitas batuan, dapat teramati dengan metode ini.

Berbicara soal metode gravitasi, tentunya tidak lepas dari Hukum Newton yang berbunyi, “deskripsi matematis dari cara tubuh diamati untuk menarik satu sama lain, didasarkan pada percobaan ilmiah banyak dan pengamatan.

Di dalam Hukum Newton sendiri telah menghasilkan persamaan gravitas yang menyatakan bahwa,

  1. Gaya gravitasi sebanding dengan produk dari kedua massa yaitu m1 dan m2
  2. Kedua massa berbanding terbalik dengan kuadrat jarak ® antara pusat mereka

Dengan adanya persamaan tersebut, maka ditemukanlah rumus:

Adapun reaksi dari medan potensial gravitas yang bersifat konserfatif yang menjelaskan bahwa usaha yang dilakukan dalam suatu medan gravitasi tidak bergantung pada lintasan yang tempuhnya tetapi hanya bergantung pada posisi awal dan akhir (Telford, 1990).

Sederhananya, dalam gaya gravitasi bumi, ketika kita berjalan di atas permukaan bumi, maka bumi akan menarik dan kita tarik kembali, sehingga terjadi tarik menarik antara tubuh kita dengan gaya gravitasi.

Namun, kenapa bumi tidak berpindah tempat ketika terjadi tarik menarik dengan kita? Sederhana sekali. Bumi terlalu luas dan besar dibandingkan dengan tubuh kita. Itu sebabnya bumi tidak akan berpindah tempat ketika sedang terjadi tarik menarik dengan tubuh kita. Hal inilah mengapa pengaruh gravitasi dari tiap objek akan meluar ke ruang di segala penjuru tempat yang tak terbatas. Dan kekuatan gaya gravitasi dapat mengurangi cepat dengan jarak dan kita tidak menyadari akan hal itu.

Manusia tidak akan pernah menyadari, bahwa tubuhnya sedang ditarik oleh bumi karena adanya gaya gravitasi. Berbeda halnya dengan keadaan di luar bumi seperti di bulan ataupun matahari. Tarik menarik yang begitu kuat pada matahari, membuat bumi terus berputar secara teratur sesuai dengan orbitnya. Begitu juga dengan bulan yang sebenarnya menarik tubuh kita, namun hal ini terjadi pada laut yang menyebabkan pasang laut.

Sederhanya seperti ini, metode survey pada metode gravitasi, mengukur densitas buatan bawah permukaan yang dilandasi oleh adanya prinsip gaya gravitasi. Dengan adanya perbedaan ukuran pada densitas dalam bumi, membuat percepatan massa pada gravitasi di atas permukaan bumi.

Dalam hukum Newton pada metode gravitasi, jika suatu batuan yang berbeda jenis, maka akan berbeda pula ukuran densitasnya. Semakin besar ukuran densitas pada batuan, maka semakin besar pula gaya gravitasi pada batuan tersebut.

Hal tersebut dapat diukur dengan menggunakan satuan instrument gravitasi yaitu Gravitimeter. Gravitimeter ini akan mengukur harga gravitasi yang dipengaruhi di atas permukaan bumi seperti adanya gempa, elevasi, topografi, atau pasang surut pada bumi.

Author: Wa Ode

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.