Memudarnya Nilai – Nilai Kejujuran, Kesopanan Dan Rasa Tolong Menolong

Memudarnya Nilai – Nilai Kejujuran, Kesopanan Dan Rasa Tolong Menolong

Memudarnya Nilai – Nilai Kejujuran, Kesopanan Dan Rasa Tolong Menolong serta ketundukan pada hukum seakan mulai pudar. Ikatan–ikatan sosial lama yang mengendepankan  sikap kasih sayang terhadap sesama seakan berganti wajah dan mengalami proses dehumanisasi. Anggota masyarakat seakan menjadi individu–invidu yang kaku.

Maraknya tindakan asusila juga semakin dirasakan dalam transisi masyarakat saat ini. Jujur, sopan dan tolong menolong juga satu rangkaian yang dianjurkan oleh agama manapun untuk tidak melarangnya, rangkaian itu akan sangat berpengaruh dalam kehidupan bermasyarakat. Orang akan bisa mempercayai kita apabila kita jujur serta orang akan menyegani kita apabila kita mempunyai kelakuan sopan dan suka tolong menolong terhadapa sesama.

Setiap masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan senantiasa berada dalam proses perubahan sosial. Perubahan sosial merupakan gejala yang melekat disetiap kehidupan masyarakat. Dikatakan sebagai gejala karena dampak perubahan sosial yang bisa mempengaruhi struktur dan fungsi sosial masyarakat. Di sisi lain, Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat akan menimbulkan ketidaksesuaian antara unsur-unsur yang ada pada masyarakat. Perubahan sosial akan mengubah sistem dan fungsi dari unsur-unsur sosial masyarakat tertentu, sehingga akan memudarkan nilai- nilai kejujuran, kesopanan, dan rasa tolong menolong.

Dampak globalisasi di masyarakat banyak mengalami perubahan sosial sehingga semakin berkembangnya perilaku – perilaku yang tidak terpuji dengan melakukan berbagai cara, tanpa peduli benar dan salahnya cara yang mereka tempuh tersebut. Hal ini menyebabkan keresahan sosial atau  rasa cemas dan takut pada masyarakat yang menyebabkan hilangnya ketentraman dalam masyarakat tersebut. Secara langsung hal tersebut menyebabkan gangguan hubungan sosial dan berdampak pada pudarnya nilai-nilai dalam masyarakat.

Memudarnya nilai nilai di masyarakat dapat disebabkan oleh masyarakat, terutama kaum muda yang dikatakan penerus bangsa  mengalami perubahan sosial yang negative akibat arus globalisasi tanpa berpikir panjang untuk mengikuti perubahan tersebut. Mulai dari mengalami perubahan sosial yang negative yang dibawa globalisasi karena  tidak mengenal jati diri, kurangnya sosialisasi, keresahan sosial, kurangnya peran keluarga dan pengajar, acuh tak acuh terhadap nilai nilai, pengaruh budaya asing, lingkungan yang baru.

Contoh Kasus Memudarnya Nilai – Nilai Kejujuran, Kesopanan Dan Rasa Tolong Menolong

  1. Memudarnya nilai kejujuran : menjiplak / plagiat karya orang lain, mengakui budaya negara lain sebagai budaya negara sendiri, pemalsuan identitas dalam pembuatan surat-surat resmi ( KTP, SIM, Paspor, Akta ).
  2. Memudarnya nilai kesopanan : anggota DPR yang sedang rapat membanting meja dalam usaha menyalurkan aspirasinya, keluarga yang begitu tega menyekap keluarganya sendiri karena kondisi, mulai maraknya pelecehan seksual.
  3. Memudarnya rasa tolong menolong : seorang nenek di banyumas ( nenek minsh ) yang dituduh memcuri kakao padahal pohon kakao itu tumbuh di tanah garapannya yang juga dikelola oleh PT RSA,  seorang nenek yang dituduh mencuri singkong padahal nenek tersebut dalam keadaan membutuhkan ( anak laki-lakinya sakit, cucunya lapar ).

 

Memudarnya Nilai – Nilai Kejujuran, Kesopanan Dan Rasa Tolong Menolong

Yang mesti ditekankan di dunia pendidikan adalah manusia belajar untuk hidup. Yang pertama-tama yang mesti disadari adalah nilai-nilai yang diraih dalam pendidikan itu untuk mendukung hidup manusia. Karena dengan adanya hal seperti ini dunia pendidikan kita sudah semakin rendah mutunya.

Kita terpuruk di segala bidang kehidupan. Padahal kita semestinya bangkit untuk meraih nilai-nilai kehidupan yang lebih tinggi. Penyebab lain juga adalah komersialisasi di bidang karya ilmiah sudah sedemikian semarak. Akibatnya, lahir sarjana-sarjana dengan titel yang mengagumkan, tetapi bobot ilmiahnya rendah. Tentu saja kita semua ingin agar pendidikan kita dihiasi oleh nilai-nilai kejujuran.

Maka dari itu, agar semua pihak harusnya berusaha keras untuk memberantas kegiatan penjiplakan. Solusinya adalah dengan secara dini mengajarkan nilai-nilai kejujuran di sekolah-sekolah. Ketika seorang pelajar tertangkap tangan menyontek saat ulangan atau ujian, ia mesti diberi sanksi yang berat.

 

Baca Juga : Memahami Konsep Kewarganegaraan yang Baik dalam Era Globalisasi

Sebagai orang beriman, kita pasti ingin agar kita lebih jujur dalam menjalani hidup ini, termasuk dalam kehidupan akademis. Kejujuran dalam hal tersebut menunjukkan bahwa kita orang-orang yang sungguh-sungguh beriman kepada Tuhan. Orang yang jujur akan mendapatkan banyak hal baik dalam hidupnya.

Author: Wa Ode

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.