Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.

Melemahnya Nilai-Nilai Dalam Keluarga: Faktor, Dampak dan Cara Mengatasinya

9 min read

Melemahnya Nilai-Nilai Dalam Keluarga

Jagoan Ilmu, Melemahnya Nilai-Nilai Dalam Keluarga: Faktor, Dampak dan Cara Mengatasinya – Keluarga adalah tahap pertama lembaga penting sosial dalam tingkat yang sangat tinggi berkaitan erat dengan pertumbuhan serta perkembangan seorang anak. Dimana keluarga merupakan sosialisasi pertama seseorang. Keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama dimana perannya sangat menentukan bagaimana seseorang berperilaku, karena keluarga menjadi pendukung utama proses pendidikan baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Tingkah laku seseorang berlandaskan pada nilai yang ditanamkan dalam pendidikan keluarga melalui orang tuanya seperti memberi contoh yang baik dan memberi pengetahuan kepada anaknya.

Secara keseluruhan, semua tradisi, keyakinan sopan santun, sifat – sifat individu dan sosial, ditransfer lewat keluarga kepada anaknya. Maka peran keluarga sangat penting guna membentuk keluarga yang harmonis,demokratis supaya nilai – nilai dalam keluarga terjaga.

Melemahnya Nilai-Nilai Dalam Keluarga

Penanaman karakter pada anak melalui pemberian ajaran nilai – nilai dalam keluarga. Salah satunya nilai moral, pentingnya penanaman nilai moral dilakukan oleh keluarga seperti mengajarkan bagaimana yang baik dan buruk, yang benar dan salah, yang seharusnya dilakukan dan tidak boleh dilakukan dll. Hal tersebut agar seorang anak tidak terjerumus pada hal – hal yang tidak diinginkan.

Pada era globalisasi, nilai – nilai dalam keluarga menurun. Hal tersebut dapat dilihat dengan banyaknya permasalahan yang muncul dewasa ini yakni banyaknya pelanggaran – pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat seperti pembunuhan, pemerkosaan, pelecehan, dll. Permasalahan bermunculan karena terdapat faktor – faktor tertentu dalam diri seseorang yang mendorong melakukan hal tidak terpuji. Dari paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai – nilai dalam keluarga melemah. Maka perlunya upaya untuk meminimalisir lemahnya nilai – nilai dalam keluarga.

Keluarga memiliki tugas merawat, mendidik, melindungi anak sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Menurut MI Soelaeman fungsi keluarga dibedakan menjadi 8 antara lain :

1. Fungsi Edukatif

Dalam fungsi edukatif orang tua memang sudah sepantasnya untuk memberikan pendidikan kepada anaknya. Hal ini agar nantinya anak akan menjadi manusia yang berguna, berpendidikan, dll.

2.  Fungsi Sosialisasi

Sosialisasi dalam keluarga merupakan sosialisasi pertama kali oleh seorang anak. Melalui interaksi dalam keluarga anak mempelajari pola – pola tingkah laku, sikap, nilai – nilai dalam masyarakat, dll. Dengan begitu, anak akan mengerti kehidupan di masyarakat. Jadi, keluarga menjadi penghubung antara anak dengan kehidupan sosial.

3. Fungsi protektif

Keluarga berfungsi sebagai wahana atau tempat memperoleh rasa nyaman, damai dan tentram seluruh anggota keluarganya. Jadi lebih menekankan pada perlindungan untuk anaknya.

4. Fungsi Afeksional

Keluarga sebagai tempat untuk menumbuhkan dan membina rasa cinta dan kasih sayang antara sesama anggota keluarga dan masyarakat serta lingkungannya.

5. Fungsi Religius

Fungsi religius keluarga sebagai tempat pembangunan insan – insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bermoral, berahlak dan berbudi pekerti luhur sesuai dengan ajaran agama dan kepercayaannya.

6. Fungsi Ekonomis

Fungsi ekonomis keluarga yakni sebagai tempat pemenuhan kebutuhan ekonomi fisik dan materil yang sekaligus mendidik keluarga untuk hidup efisien, ekonomis dan rasional. Untuk pencarian nafkah, perencanaan dan pembelanjaannya pelaksanaanya dilakukan oleh dan untuk semua anggota keluarga, sehingga akan menambah saling mengerti, solidaritas dan tanggung jawab bersama.

7. Fungsi Rekreatif

Fungsi rekreatif, bahwa keluarga harus menjadi lingkungan yang nyaman, menyenangkan, cerah, ceria, hangat dan penuh semangat. Suasana seperti itu yang diperlukan guna mengembalikan tenaga yang telah dikeluarkan dalam kehidupan sehari – hari.

8. Fungsi Biologis

Fungsi ini berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan – kebutuhan biologis keluarga. Kebutuhan ini berhubungan dengan pengembangan atau keinginan untuk mendapatkan keturunan termasuk dalam perlindungan fisik seperti kesehatan jasmani dan kebutuhan jasmani dengan terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan dan papan akan mempengaruhi kepada jasmani setiap anggota keluarga.

Faktor Melemahnya nilai – nilai dalam keluarga

Melemahnya nilai – nilai dalam keluarga  dapat terjadi karena disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal.

1. Faktor Internal (Dalam)

a). Perceraian dan Perselisihan Keluarga

Keluarga merupakan tempat dimana anak atau orang pertama kali melakukan interaksi dengan orang lain. Keluarga berprngaruh kuat dalam pembentukan watak seseorang. Oleh karena itu, keadaan keluarga sangat mempengaruhi perilaku orang yang menjadi anggota keluarga tersebut. Dalam keluarga broken homehubungan antara anggota keluarga menjadi tidak harmonis. Keadaan keluarga tidak bisa memberikan ketentraman dan kebahagiaan pada anggota keluarga. Masing – masing anggota keluarga tidak bisa saling melakukan kendali atas perilakunya. Akibatnya setiap anggota keluarga cenderung berperilaku semaunya, dan mencari kebahagiaan di luar keluarga, yang penting mereka merasa bahagia tidak memikirkan norma –norma dan etika yang berlaku. Hal inilah yang mendorong terjadinya penyimpangan sosial dari masing –masing anggota keluarga yang dapat menyebabkan melemahnya nilai – nilai yang ada di dalam keluarga itu sendiri.

b). Kurangnya Perhatian dan Kurangnya Kasih Sayang dari Orangtua

Sering kali orang tua hanya cenderung memikirkan kebutuhan lahiriah anaknya dengan bekerja keras tanpa mempedulikan bagaimana anak – anaknya tumbuh dan berkembang dengan alasan sibuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Alasan tersebut sangat rasional dan tidak salah, namun kurang tepat, karena kebutuhan bukan hanya materi tetapi juga non materi. Kebutuhan non materi yang diperlukan anak dari orang tua seperti perhatian secara langsung, kasih sayang, dan menjadi  sandaran anak untuk menumpahkan perasaannya.

Kesulitan para orang tua untuk mewujudkan keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan lahir dan batininilah yang menjadi penyebab awal munculnya kenakalan remaja yang dilakukan anak dari dalam keluarga yang akhirnya tumbuh dan berkembang hingga meresahkan masyarakat. Misalnya, seorang anak yang tumbuh dari keluarga yang tidak harmonis. Kasih sayang dan perhatian anak tersebut cenderung diabaikan oleh orang tuanya. Kasih sayang dan perhatian orang tua tidak sepenuhnya tercurahkan, membuat seorang anak tidak betah berada di dalam rumah tersebut, mereka lebih senang untuk berada di luar bersama teman – temannya.

Oleh sebab itu, anak akan mencari bentuk – bentuk pelampiasan dan pelarian yang kadang mengarah pada hal yang tidak diinginkan seperti masuk dalam anggota genk, mengonsumsi minuman keras dan narkoba, dll.

c). Kurangnya Pengetahuan Keluarga

Pendidikan yang salah dapat membawa akibat yang tidak baik bagi perkembangan pribadi anak. Bila keluarga tidak memiliki pengetahuan berkaitan dengan keperluan dan potensi serta kejiwaan anak maka akan merugikan kepribadian dan keselamatan jiwa anak yang tidak bisa diganti dan diperbaiki lagi. Rendahnya pengetahuan orang tua tentang tingkat budaya dan tidak mengetahui masalah – masalah ilmu dan pendidikan akan membangkitkan kejahatan dan penyelewengan.

d). Pengaruh Diskriminasi pada Anak

Diskriminasi yakni membedakan yang satu dengan lainnya, menerima yang satu dan menolak yang lain, mengutamakan yang satu dari yang lainnya. Pada dasarnya diskriminasi akan menemui makna ketika kedua orang tua memiliki anak lebih dari satu dan kedua orang tua dalam perilaku lahiriah tidak menjaga keadilan dan berbuat pilih kasih di antara anak-anak mereka.

Diskriminasi dan ketidakadilan perilaku dan sikap lahiriah kedua orang tua di antara anak-anak memiliki dampak negatif, yang dapat berpengaruh pada anak yang lebih diperhatikan dan diutamakan, akan tetapi akan berpengaruh pada anak yang lain bahkan kedua orang tua itu sendiri. Dalam lingkungan keluarga, jika kedua orang tua tidak menjaga keadilan dalam perilaku dan sikap lahiriahnya di antara  anak-anak, maka yang seharusnya di mana lingkungan mengalami kondisi harmonis justru sebaliknya akan timbul percekcokan dan garis di antara anggota keluarga.

e). Kekerasan

Kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya akan menjadikan anak tertekan jiwanya. Hal itu merupakan salah satu penyebab anak melakukan hal – hal yang menyimpang.

f). Memanjakan Anak

Memanjakan anak khususnya anak tunggal membuat anak jadi celaka. Anak yang terlalu dimanja ia tidak akan mandiri dan berharap orang lain membantunya.

g). Absennya Orang Tua Dari Keluarga

Hadirnya orang tua dalam rumah tangga khususnya ibu memiliki peran penting dalam pendidikan baik kasih sayang maupun kejiwaan  anak. Tidak adanya kehadiran salah satu kedua orang tua akan menimbulkan masalah pendidikan dan kekacauan jiwa pada anak dan remaja.

h). Dorongan Ekonomi

Seseorang yang terdesak kebutuhan ekonominya bisa melakukan tindakan menyimpang. Karena tidak mempunyai iman yang kuat sehingga mudah terpengaruh dan berbuat menyimpang.

i). Kurangnya dasar – dasar keimanan di dalam diri

Pendidikan agama di keluarga makin lemah. Keluarga sibuk dengan urusan duniawi salah satunya untuk memenuhi kebutuhan materi. Anak – anak tidak diberi pendidikan sejak dini. Hal ini tidak salah, akan tetapi jika orang tua yang mendidik agama sejak dini, mungkin lebih mantap dan berkesan seumur hidup. Hal itu, akan membentengi seorang anak dalam berperilaku.

j). Kurangnya kemampuan penyesuaian diri

Ketidakmampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial,dengan mempunyai daya pilih teman bergaul yang membantu pembentukan perilaku positif. Anak – anak yang terbiasa dengan pendidikan kaku dan dengan disiplin ketat di keluarga akan menyebabkan masa remajanya juga kaku dalam bergaul, dan tidak pandai memilih teman yang bisa membuat dia berkelakuan baik. Yang terjadi adalah sebaliknya yaitu, remaja salah  bergaul dan menyebabkan para remaja tersesat.

k). Lemahnya pertahanan diri

yakni faktor yang ada di dalam diri untuk mengontrol dan mempertahankan diri terhadap pengaruh –pengaruh negatif dari lingkungan. Jika ada pengaruh negatif berupa tontonan negatif, akibatnya remaja itu terlibat kedalam kegiatan – kegiatan yang membahayakan dirinya dan masyarakat.

l). Gangguan Berfikir dan Intelegensi pada Diri

Berfikir mutlak perlu bagi kemampuan orientasi yang sehat dan adaptasi yang wajar terhadap tuntutan lingkungan. Berpikir penting bagi upaya pemecahan kesulitan dan permasalahan hidup. Jika anak remaja tidak mampu mengoreksi pemikiran – pemikirannya yang salah dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, maka pikirannya terganggu.

m). Gangguan Perasaan Pada Diri

Perasaan memberikan nilai pada situasi kehidupan dan menentukan sekali besar kecilnya kebahagiaan serta rasa kepuasan. Perasaan bergandengan dengan pemuasan terhadap harapan, keinginan dan kebutuhan manusia. Jika semua tadi terpuaskan, orang merasa senang dan bahagia. Gangguan – gangguan fungsi perasaan tersebut, antara lain :

  • Inkontinensi emosional ialah tidak terkendalinya perasaan yang meledak – ledak, tidak bisa dikekang.
  • Labilitas emosional ialah suasana hati yang terus menerus berganti-ganti dan tidak tetap. Sehingga anak remaja akan cepat marah, gelisah, tidak tenang dan sebagainya.
  • Ketidak pekaan dan mempunyai perasaan biasa disebabkan oleh sejak kecil anak tidak pernah diperkenalkan dengan kasih sayang, kelembutan, kebaikan dan perhatian.
  • Kecemasan merupakan bentuk “ketakutan” pada hal-hal yang tidak jelas, tidak riil, dan dirasakan sebagai ancaman yang tidak bisa dihindari.

2. Faktor Eksternal (Luar)

a. Pengaruh Pergaulan

Pola tingkah laku seorang anak tidak bisa terlepas dari pola tingkah laku anak-anak lain di sekitarnya. Anak – anak lain yang menjadi teman sepergaulannya sering kali memengaruhi kepribadian seorang anak. Dari teman bergaul itu, anak akan menerima norma-norma atau nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. Apabila teman bergaulnya baik, dia akan menerima konsep-konsep norma yang bersifat positif. Namun apabila teman bergaulnya kurang baik, sering kali akan mengikuti konsep-konsep yang bersifat negatif.

Akibatnya terjadi pola tingkah laku yang menyimpang pada diri anak tersebut. Misalnya di suatu kelas ada anak yang mempunyai kebiasaan memeras temannya sendiri, kemudian ada anak lain yang menirunya dengan berbuat hal yang sama. Oleh karena itu, menjaga pergaulan dan memilih lingkungan pergaulan yang baik itu sangat penting.

Melemahnya Nilai-Nilai Dalam Keluarga

b.  Pengaruh Media Massa

Media massa merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi dalam bidang informasi dan komunikasi. Pengaruh media massa berbeda-beda terhadap setiap individu. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan pola pikir, perbedaan sifat yang berdampak pada pengambilan sikap, hubungan social sehari-hari dan perbedaan budaya. Berbagai tayangan di televisi tentang tindak kekerasan, film – film yang berbau pornografi, sinetron yang berisi kehidupan bebas dapat memengaruhi perkembangan perilaku individu. Anak-anak yang belum mempunyai konsep yang benar tentang norma dan nilai sosial dalam masyarakat, sering kali menerima mentah-mentah semua tayangan itu. Penerimaan tayangan-tayangan negatif yang ditiru mengakibatkan perilaku menyimpang.

Melemahnya Nilai-Nilai Dalam Keluarga

Dampak Melemahnya Nilai-Nilai Dalam Keluarga

Nilai dalam keluarga sangat berguna bagi keharmonisan sebuah keluarga, jika nilai ini mulai berkurang dan bahkan hilang maka keluarga tersebut akan mengalami ketidakharmonisan yang berkepanjangan. Dampak dari melemahnya nilai-nilai dalam keluarga adalah sebagai berikut :

a. Dampak terhadap lingkungan sekitar

Melemahnya nilai – nilai dalam keluarga berdampak pula bagi masyarakat sekitar.  Dikarenakan, sebuaahkeluarga pastinya memiliki tetangga dan sanak keluarga, jika sebuah keluarga memiliki suatu masalah yang besar sehingga menimbulkan sebuah pertikaian antara sesama anggota keluarga. Pertikaian inilah akan mengganggu tetangga sehingga di lingkungan masyarakat akan memiliki citra yang buruk. Jadi, menjaga nama baik keluarga di kalangan masyarakat sangatlah penting, karena keluarga merupakan tempat sosialisasi utama dan pertama untuk mengenal satu sama lainnya. Pentingnya penanaman nilai – nilai dalam keluarga agar keluarga tersebut menjadi harmonis dan memiliki citra yang baik di masyarakat.

b. Dampak terhadap keluarga

Melemahnya nilai – nilai dalam keluarga akan berdampak dalam keluarga itu sendiri, misalnya seorang anak yang kurangn pendidikan moral dari orang tuanya akan bersikap semena – mena terhadap aturan yang berlaku, melawan orang tua, sikap acuh tak acuh terhadap sanak keluarga, dan suka berperilaku kasar. Hal ini akan mengakibatkan terciptanya keluarga yang tidak harmonis.

c.  Dampak terhadap diri sendiri

Nilai – nilai dalam keluarga ditanamkan oleh kedua orang tuanya. Manfaatnya akan berguna bagi diri sendiri. Nilai – nilai tersebut sebagai tolok perilaku seseorang yang mencerminkan orang tuanya. Jika nilai –nilai dalam keluarga melemah atau bahkan menghilang akan menimbulkan hal yang negatif khususnya dalam diri anak seperti anak akan bertindak semaunya sendiri.

Semua tindakan yang dilakukan anak akan sangat menyimpang dari aturan yang berlaku tidak didasarkan oleh rasa menghormati terhadap orang yang lebih tua, hal ini terjadi karena kurangnya pendidikan moral dan nilai sosial. Yang kedua yaitu anak akan rentan terjerumus ke hal-hal yang negatif. Pergaulan bebas sangat mudah menyerang nak-anak pada jaman yang modern ini, banyak anak-anak yang masih kecil sudah pintar dalam hal percintaan dan bersikap seolah – olah mereka telah dewasa, kerap ditemukan anak – anak yang merokok di jalanan, kebut – kebutan di jalan raya padahal mereka masih digolongkan di bawah umur.

Kurangnya perhatian dan penanaman nilai keluarga oleh oang tua akan membuat pergaulan anak semakin terpuruk. Yang ketiga terjadinya perubahan sikap pada diri anak. Sikap yang dimaksud adalah sikap percaya terhadap orang, sikap jujur dalam keluarga, kurang terbuka terhadap orang tua, dan kurangnya sikap menghormati orang tua.

Cara Mengatasi Melemahnya Nilai – Nilai Dalam Keluarga

Dalam hal ini melemahnya nilai – nilai dalam keluarga sangat perlu diminimalisir untuk menciptakan keluarga yang harmonis, bahagia dan sejahtera. Adapun beberapa cara sederhana yag dapat dilakukan untuk meminialisir melemahnya nilai – nilai dalam keluarga yaitu:

a. Saling Menyapa Bila Bertemu

Membiasakan diri dengan saling menyapa, tidak perlu dengan berjabat tangan atau berpelukan. Menyapa bisa dengan senyum, melambaikan tangan, atau menyapa dengan lisan misalnya bertanya mau kemana , sedang apa, bisa dibantu, dan lain – lain. Hal ini bertujuan untuk mengakrabkan satu anggota keluarga dengan keluarga yang lainnya.

b. Memecahkan Masalah Bersama

Bila ada salah satu anggota keluarga yang sedang mempunyai masalah. Biasanya akan bercerita atau curhat kepada anggota keluarga lain. Misalnya kepada Ibu, disini ibu akan membantu memecahkan masalah yang ada  sehingga masalah tidak begitu berat. Dalam hal ini semua anggota keluarga diuntut agar saling terbuka satu sama lain, sehingga akan terwujudlah keluarga yang harmonis.

c. Saling menyayangi

Dalam hal ini saling menyayangi bukan berarti orang tua selalu menuruti perimintaan anak melainkan orang tua harus lebih memperhatikan sang anak dengan cara memberi waktu unuk bekumpul  bersama sehingga anak  merasa mendapatkan perhatian dariorang tuanya dan skaligus dapat membuat keluarga menjadi harmonis.

d. Saling Menolong

Ketika anggota keluarga membutuhkan pertolongan, kita anggota keluarga yang lain harus siap membantu sebisa mungkin. Hal ini digunakan untuk meringankan beban anggota keluarga yang lain.

Keluarga mempunyai peran dalam mendidik anaknya yakni melalui pendidikan keluarga. Pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang dilakukan dalam lingkungan keluarga serta berlangsung dan dilangsungkan secara mandiri oleh keluarga. Hal tersebut merupakan pendidikan nonformal. Penguatan keluarga sebagai tempat pengembangan sumber daya manusia dari segi orientasi nilai dana perkembangan daya nalar anak sangat penting untuk dilakukan. Bahwa itu akan menjadi sumber penerimaan atau penolakan perilaku, mendukung atau mengendala anggota keluarga dalam melakukan tindakan. Fungsi pendidikan keluarga antara lain:

  1. Memberikan dorongan atau motivasi cinta kasih sayang yang menjiwai hubungan orang tua dengan anak.
  2. Memberikan dorongan atau motivasi kewajiban moral sebagai konsekuensi kehidupan orang tua terhadap kehidupannya.
  3. Merupakan tanggung jawab sosial keluargaanya, dll.

Nilai merupakan ciri sentral dari system kepercayaan seseorang individu karena kualitas kepercayaan mereka. Nilai adalah “sesuatu yang berharga baik menurut standar logika (benar – salah), estetika  (bagus – buruk), etika (adil / layak – tidak adil / tidak layak), dan hukum (sah – tidak sah) serta menjadi acuan dan atau system keyakinan diri maupun kehidupan”, sedangkan keluarga adalah linkungan yang terdapat beberapa orang ynag masih memiliki hubungan darah, dan merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Nilai keluarga merupakan suatu system, sikap dan kepercayaan yang secara sadar atau tidak, mempersatukan anggota keluarga dalam satu budaya. Nilai keluarga juga merupakan suatu pedoman bagi perkembangan norma dan peraturan yang terdapat dalam lingkungan keluarga (Muwarni, 2007). Menurut Prof Dr.Notonegoro membagi nilai menjadi tiga :

  1. Nilai material yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur fisik manusia , Misalnya Makanan, minuman, dll nilai material relative lebih mudah di ukur dengan alat ukur luas ,(M²)Ukur isi (Liter) Ukur panjang (meter) dan sebagainya.
  2. Nilai vital yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktifitas  ,misalnya buku dan alat tulis bagi mahasiswa.
  3. Nilai kerohanian yaitu segala sesuatau yang berguna bagi batin manusia misalnya berbuat kebaikan atau nilai moral yang bersumber dari unsur kodrat manusia seperti kehendak (karsa) dan kemauan (etika).

Penutup

Demikian penjelasan mengenai melemahnya nilai – nilai dalam keluarga yang mencakup faktor, dampak, dan cara mengatasinya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.