10 Masalah Pertanian Di Indonesia dan Solusinya

Masalah Pertanian Di Indonesia

Masalah Pertanian Di Indonesia – Pada zaman sekarang kasus kasus mengenai pertanian itu sangat banyak, karena menurut saya pertanian itu tidak mendapatkan perhatian yang sangat serius dari pemerintah padahal negara Indonesia itu termasuk negara agraris. Seharusnya bidang pertanian ini mendapatkan dukungan yang sangat baik, karena sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian di masyarakat. Banyak program pembangunan-pembangunan yang tidak terarah tujuannya bahkan sektor ini semakin menjerumuskan pada kehancuran.

Menurut pandangan Jurnal Agribisnisperjalanan pembangunan pertanian khususnya di Indonesia sampai saat ini masih belum dapat menunjukan hasil yang maksimal di lihat dari tingkat kesejahteraan petani dan pendistribusiannya. Potensi pertanian di Indonesia ini sangat besar namun pada kenyataannya sampai saat ini petani banyak termasuk golongan tidak mampu, karena disebabkan usaha pertanian di Indonesia sampai saat ini kurang dukungan dari pihak lain sehingga menimbulkan banyak masalah seperti:

1. Skala pertanian kecil atau lahan yang dimiliki oleh sebagian besar petani relatif sempit.

Solusinya adalah pemerintah atau pihak yang berkepentingan memberikan penyuluhan atau pelatihan langsung kepada petani untuk dapat memaksimalkan lahan yang sempit tersebut agar dapat menghasilkan hasil pertanian yang maksimal, contohnya adalah dengan sistem pertanian tumpang sari dimana di sekitar pematang sawah ditanami tanaman jenis lainnya misal kacang panjang atau jagung. hasil tanaman yang menumpang ini dapat dimanfaatkan sendiri atau dijual untuk menambah penghasilan bagi petani.

2. Modal yang dimiliki oleh petani sangat terbatas.

Solusinya adalah memberikan bantuan finansial terhadap petani, caranya dengan mengembangkan kelompok tani didesa-desa, dalam kelompok tani ini diberi pinjaman oleh pemerintah untuk mengolah modal ini agar terjadi perputaran modal.

Dalam kelompok tani ini juga dapat dikembangkan simpan pinjam diantara anggota tentunya dengan bunga yang relatif rendah. selain secara finansial kelompok tani akan memberikan banyak keuntungan bagi petani-petani kecil di desa antara lain:

  • dapat memberikan bantuan pupuk dan benih unggul secara cuma-cuma bagi anggota kelompok tani,
  • sesama anggota saling bertukar informasi harga hasil pertanian sehingga tidak ada petani yang menjual hasil taninya terlalu rendah,
  • pemerintah akan lebih mudah dalam memberikan penyuluhan tentang pertanian karena dikelompok tani dikenal adanya ketua yang memandu semua anggota.

3. Penggunaan tekhnologi yang masih sederhana.

Satu-satu nya solusi atau cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan meningkatkan tekhnologi yang saat ini dipakai oleh petani caranya dengan lebih banyak mengadakan penelitian oleh ilmuwan dalam negeri agar dapat menghasilkan tekhnologi tepat guna dengan harga lebih murah dan penggunaan yang mudah oleh petani-petani kecil yang kebanyakan memiliki tingkat pendidikan yang relaif lebih rendah. hal ini tentunya sangat memerlukan apresiasi dari pemerintah entah itu memberikan sponsor bagi peneliti atau langsung memberikan apresiasi yang sangat prestisius bagi pemeliti penemu teknologi terbaru.

4. Pertanian sangat dipengaruhi oleh musim.

Solusinya adalah meningkatkan sistem irigasi yang saat ini sudah ada atau membuat sistem irigasi yang baik di daerah yang belum terdapat saluran irigasinya. Jika sistem irigasinya sudah bagus dan petani dapat dengan adil membagi air irigasi tentunya musim kemarau tidak akan lagi menjadi penghambat musim tanam datang.

5. Wilayah pasaran hasil pertanian yang sifatnya masih sempit atau lokal.

Solusinya adalah petani melalui organisasi seperti KUD atau kelompok tani dapat mengemas hasil pertanian tersebut agar lebih tahan lama dan lebih menarik tampailannya, hal ini akan memudahkan untuk menjual ke lingkup yang lebih luas.

6. Tekhnologi pasca panen di kalangan petani sangat minim sehingga pada saat panen langsung dijual padahal jika diolah terlebih dahulu nilai jualnya akan lebih mahal.

Solusinya adalah pihak yang terkait memberikan pelatihan atau penyuluhan kepada petani prosuder pengolahan hasil pertanian tersbut agar menjadi produk yang lebih tinggi nilai jualnya. Contohnya untuk hasil ubi jalar dapat diolah menjadi kue dengan harga yang lebih mahal dibanding saat masih dalam bentuk ubi jalar.

7. Pembaruan agraria (konversi lahan pertanian) yang semakin tidak terkendali.

Solusinya adalah regulasi konversi lahan dengan ditetapkannya kawasan lahan abadi yang eksistensinya dilindungi oleh Undang-undang.

8. Masalah ketersediaan pupuk dan harganya yang mahal 

Solusinya adalah pemerintah seharusnya memberikan subsidi yang lebih banyak untuk pupuk agar petani lebih mudah memperoleh pupuk dan dengan harga yang murah.

9. Ketersediaan Bibit unggul yang masih terbatas.

Solusinya adalah para ilmuwan atau para akademisi lebih giat lagi melakukan rekayasa genetika agar dapat menghasilkan bibit ynggul yang benar-benar dapat di unggulkan.

10. Umumnya berusaha dengan tenaga kerja keluarga sehingga menyebabkan terjadinya involusi pertanian (pengangguran tersembunyi).

Solusiya adalah meningkatkan produktivitas lebih tinggi bagi petani salah satu nya adalah membuat proyek padat karya yang dikerjakan oleh sebagian besar petani, hal in bertujuan untuk menghilangkan kesongan yang terjadi pada petani saat menunggu penen tiba.

Oleh karena itu menurut saya solusi untuk meminimalisir masalah tersebut khususnya di sektor pertanian ini, harus adanya perhatian khusus dari pemerintah atau pihak lain untuk lebih berkembangnya pertanian di negara kita, salah satunya dengan cara terjun langsung melakukan penyuluhan atau pelatihan kepada petani untuk lebih menghasilkan hasil tani yang maksimal.

Selain itu pemerintah harus memberikan ruang yang cukup luas untuk sektor pertanian ini, karena pertanian ini bisa membantu untuk meminimalisir angka pengangguran di negara kita.

Padahal kalau dikelola dengan baik pertanian ini sangat membantu terhadap perekonomian masyarakat, oleh karena itu kita sebagai generasi muda khususnya yang menggeluti bidang pertanian ini harus melakukan perubahan dan mempunyai program-program supaya pembangunan bidang pertanian ini berkembang dengan baik.

Karena pembangunan pertanian di Indonesia tidak saja dituntut untuk mengahasilkan produk-produk yang berdaya saing tinggi namun juga mampu mengembangkan pertumbuhan daerah serta perberdayaan masyarakat.

Hal tersebut bisa menjadi sebuah kerja keras bagi kita semua apabila menginginkan pertanian di negara kita dapat menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan dan menjadi motor untuk penggerak pembangunan bangsa. Banyak hal yang harus kita lakukan dalam pengembangan pertanian pada masa sekarang dan masa yang akan datang.

Tetapi hal itu tidak boleh hanya menguntungkan dari satu pihak, kita harus bekerjasama untuk mencapai pondasi yang kuat pada pembangunan pertanian ini. Sehingga akan menciptakan sistem dan tata nilai yang lebih baik hingga terjadi keadilan dan kesejahteraan di kalangan masyarakat, khususnya para pertani bisa membangun sistem pertanian yang kuat dan mapan.

Author: Wa Ode

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.