Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.

Laporan Praktikum Respirasi

6 min read

Laporan praktikum respirasi

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Kata respirasi atau pernapasan mempunyai pengertian yang bermacam-macam tergantung pada makhluk hidup yang mengalaminya. Respirasi diartikan pertukaran gas CO2 dan O2 langsung antara permukaan tubuh dengan lingkungannya.

Tujuan respirasi adalah membebaskan energy yang tersimpan dalam makanan. Energy tersebut asal mulanyya yaitu dari energy matahari yang oleh diikat dan diubah menjadi energy potensial dan disimpan dalam bentuk karbohidrat. Respirasi itu ada dua macam, yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob. Respirasi aerob yaitu respirasi yang membutuhkan energy. Sedangkan respirasi anaerob adalah repirasi yang tidak membutuhkan oksigen.

Jumlah CO2 yang dihasilkan dan jumlah O2 yang digunakan dalam respirasi aerob tidak selalu sama. Hal ini tergantung pada jenis bahan atau organism yang digunakan perbandingan antara jumlah CO2 yang dilepaskan dan jumlah O2 yang dibutuhkan.

Hal tersebut tentu saja bisa dibuktikan oleh manusia dengan melakukan percobaan respirasi dengan membandingkan beberapa jenis organisme dan juga ukuran organisme yang dapat pula menjadi data pendukung untuk membuktikan bahwa CO2 yang dikeluarkan ataupun O2 yang dibutuhkan berbeda tiap organisme.

Dari penjelasan di atas menjadi latar belakang kami melakukan percobaan Respirasi untuk membuktikan pernyataan tentang perbedaan tingkat rrespirasi tiap organisme.

 

B. Tujuan praktikum

  1. Membuktikan bahwa organisme hidup membutuhkan udara untuk respirasinya.
  2. Membandingkan kebutuhan oksigen beberapa organisme menurut jenis dan ukuran berat tubuhnya.

 

C. Manfaat percobaan

  1. Untuk mengetahui dan memahami bahwa organisme hidup membutuhkan udara untuk respirasinya.
  2. Untuk mengetahui dan memahami perbandingan kebutuhan oksigen beberapa organisme menurut jenis dan ukuran berat tubuhnya.

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Respirasi adalah proses oksidasi bahan makana atau bahan organic yang terjadi didalam sel yang dapat dilakukan secara aerob maupun anaerob. Dalam konsisi aerob, respirasi ini memerlukan oksigen bebas dan melepaskan karbondioksida serta energy. Apabila yang diksodasi adalah gula, maka reaksi yang terjadi adalah :

C6H12O6 + 6H2O 6CO2 + 6H2O + energy

Jumlah CO2 yang dihasilkan dan jumlah O2 yang digunakan dalam respirasi aerob tidak selalu sama. Hal ini tergantung pada jenis bahan yang digunakan. Perbandingan antara jumlah CO2 yang dilepaskan dan jumlah O2 yang dibutuhkan disebut Respiratory Quotient (RQ). Untuk karbohidrat, nilai RQ-nya = 1. Nilai RQ ini dapat bervariasi bergantung pada bahan untuk respirasi, sempurna tidaknya respirasi dan kondisi-kondisi lainnya (Tim Penyusun. 2012).

Pada serangga yang lebih kecil atau kurang aktif, masuknya oksigen melalui system trakea ialah dengan difusi secara sederhana. Sebaliknya, serangga yang berukuran besar atau aktif seperti belalang, dengan giat melangsungkan pertukaran udara dalam trakeanya. Kontraksi otot pada perutnya memipihkan organ-organ interna dan mendesak udara keluar. Ketika otot-otot kendur, perut kembali pada volumenya yang normal, maka udara dihirup kedalam system tersebut. Kantung-kantung hawa yang besar melekat pada bagian-bagian dari tabung-tabung trakea utama, meningkatkan keaktifan gerakan seperti embusan ini (Campbell. 2009).

Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O dan energi. Namun demikian respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks, dimana substrat dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 yang diserap sebagai oksidator mengalami reduksi menjadi H2O. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap senyawa organik yang dioksidasikan dalam respirasi, atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel tumbuhan yang secara relatif banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi CO2 dan air. Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksi-reaksi respirasi.

Karbohidrat merupakan substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel tumbuhan tinggi. Terdapat beberapa substrat respirasi yang penting lainnya diantaranya adalah beberapa jenis gula seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa; pati; asam organik; dan protein (digunakan pada keadaan & spesies tertentu) (Anonim. 2012).

Respirasi banyak memberikan manfaat bagi tumbuhan. Manfaat tersebut terlihat dalam proses respirasi dimana terjadi proses pemecahan senyawa organik, dari proses pemecahan tersebut maka dihasilkanlah senyawa-senyawa antara yang penting sebagai ”Building Block”. Building Block merupakan senyawa-senyawa yang penting sebagai pembentuk tubuh. Senyawa-senyawa tersebut meliputi asam amino untuk protein; nukleotida untuk asam nukleat; dan prazat karbon untuk pigmen profirin (seperti klorofil dan sitokrom), lemak, sterol, karotenoid, pigmen flavonoid seperti antosianin, dan senyawa aromatik tertentu lainnya, seperti lignin(Anonim. 2012).

Telah diketahui bahwa hasil akhir dari respirasi adalah CO2 dan H2O, hal ini terjadi bila substrat secara sempurna dioksidasi, namun bila berbagai senyawa di atas terbentuk, substrat awal respirasi tidak keseluruhannya diubah menjadi CO2 dan H2O. Hanya beberapa substrat respirasi yang dioksidasi seluruhnya menjadi CO2 dan H2O, sedangkan sisanya digunakan dalam proses anabolik, terutama di dalam sel yang sedang tumbuh. Sedangkan energi yang ditangkap dari proses oksidasi sempurna beberapa senyawa dalam proses respirasi dapat digunakan untuk mensintesis molekul lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan(Anonim. 2012).

Laju respirasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:

Ketersediaan substrat. Tersedianya substrat pada tanaman merupakan hal yang penting dalam melakukan respirasi. Tumbuhan dengan kandungan substrat yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang rendah pula. Demikian sebliknya bila substrat yang tersedia cukup banyak maka laju respirasi akan meningkat(Anonim. 2012).

Ketersediaan Oksigen. Ketersediaan oksigen akan mempengaruhi laju respirasi, namun besarnya pengaruh tersebut berbeda bagi masing-masing spesies dan bahkan berbeda antara organ pada tumbuhan yang sama. Fluktuasi normal kandungan oksigen di udara tidak banyak mempengaruhi laju respirasi, karena jumlah oksigen yang dibutuhkan tumbuhan untuk berrespirasi jauh lebih rendah dari oksigen yang tersedia di udara(Anonim. 2012).

Suhu. Pengaruh faktor suhu bagi laju respirasi tumbuhan sangat terkait dengan faktor Q10, dimana umumnya laju reaksi respirasi akan meningkat untuk setiap kenaikan suhu sebesar 10oC, namun hal ini tergantung pada masing-masing spesies(Anonim. 2012).

Tipe dan umur tumbuhan. Masing-masing spesies tumbuhan memiliki perbedaan metabolsme, dengan demikian kebutuhan tumbuhan untuk berespirasi akan berbeda pada masing-masing spesies. Tumbuhan muda menunjukkan laju respirasi yang lebih tinggi dibanding tumbuhan yang tua. Demikian pula pada organ tumbuhan yang sedang dalam masa pertumbuhan(Anonim. 2012).

Proses respirasi diawali dengan adanya penangkapan O2 dari lingkungan. Proses transport gas-gas dalam tumbuhan secara keseluruhan berlangsung secara difusi. Oksigen yang digunakan dalam respirasi masuk ke dalam setiap sel tumbuhan dengan jalan difusi melalui ruang antar sel, dinding sel, sitoplasma dan membran sel. Demikian juga halnya dengan CO2 yang dihasilkan respirasi akan berdifusi ke luar sel dan masuk ke dalam ruang antar sel. Hal ini karena membran plasma dan protoplasma sel tumbuhan sangat permeabel bagi kedua gas tersebut(Anonim. 2012).

Setelah mengambil O2 dari udara, O2 kemudian digunakan dalam proses respirasi dengan beberapa tahapan, diantaranya yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus asam sitrat, dan transpor electron(Anonim. 2012).

Tumbuhan hijau bernapas dengan mengambil oksigen dari lingkungan, tidak semua tumbuhan bernapas dengan menggunakan oksigen. Tumbuhan tak berklorofil benapas tanpa memerlukan oksigen. Tujuan proses pernapasan, yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energi. Tumbuhan yang bernapas secara anaeraob mendapatkan energi dengan car menguraikan bahan – bahan tertentu dimana mereka hidup. Dalam proses pernapasan aerob / anaerab (Fira. 2012).

Akan dihasilkan gas karbon dioksida dan uap air. Gas dan uap air tersebut dikeluarkan dari tubuh. Oksigen diperlukan dan karbon dioksida yang dihasilkan masuk dan keluar dari tubuh secara difusi. Gas – gas tersebut masuk dan keluar melalui stomata yang ada pada permukaan daun dan inti sel yang ditemukan pada kulit batang pegangan. Akar yang berada dalam tanah juga dapat melakukan proses keluar msuknya gas. Tumbuhan yang hidup di daerah rawa/berlumpur mempunyai akar yang mencuat keluar deari tanah. Akar ini disebut akar panas.(Fira. 2012)

 

 

BAB III

METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan tempat praktikum

Hari / tanggal : Jumat / 14 Desember 2013
Waktu               : 15.30 wita s.d. 17.30 wita
Tempat             : Green House Biologi FMIPA UNM

 

B. Alat dan bahan

Alat :

  1. Dua set respirometer sederhana (simple respirometer)
  2. Pipet kecil
  3. Stopwatch
  4. Neraca
  5. Kapas

Bahan :

  1. Vaselin
  2. KOH Kristal
  3. Larutan eosin
  4. Kecambah kacang hijau dan kacang tanah
  5. Beberapa jenis hewan kecil (tiap jenis minimal 2 ekor), misalnya belalang, lipas, cacing, laba-laba, atau serangga lainnya.

 

C. Prosedur kerja

  1. Percobaan 1
    1. Mengambil 1 ekor belalang dan 1 ekor kecoak dengan ukuran berat tubuh sama / hampir sama.
    2. Memasukkan belalang kedalam respirator kedalam tabung respirator A.
    3. Membungkus dengan kapas tipis 2 butir Kristal KOH, kemudian memasukkan dileher tabung respirometer.
    4. Menutup tabung respirometer dengan penutupnya yang berhubungan dengan pipa kaca berskala, kemudian meletakkan pada sandarannya.
    5. Mengolesi vaselin pada sambungan tabung respirometer dengan penutupnya untuk mencegah kebocoran.
    6. Meneteskan larutan eosin pada ujung pipa kaca berskala sampai masuk kedalam salurannya.
    7. Mengamati pergeseran eosin sepanjang saluran pipa kaca berskala, kemudian memcatar berapa jarak mulai dari skala 0,0 setiap satu menit.
    8. Melakukan penagamatan sampai menit kelima.
  2. Percobaan 2

1. Membersihkan respirometer sederhana yang telah digunakan.

2. Dengan tata urutan kerja yang sama pada percobaan 1, melakukan percobaan 2 dengan menggunakan hewan sejenis dengan ukuran berat tubuh yang berbeda.

3. Percobaan 3

1). Membersihkan respirometer sederhana yang telah digunakan.

2). Dengan tata urutan kerja yang sama pada percobaan 1, melakukan percobaan 3 dengan menggunakan kecambah katang hiau dengan berat yang sama.

 

 

 

BAB IV

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil pengamatan

PercobaanTumbuhan/ hewan

Organisme

Menit Ke-
12345
1Kecoa0,140,390,510,680,77
Belalang0,240,450,620,760,85
2Belalang besar0,240,450,620,760,85
Belalang kecil0,150,290,410,480,57
3Kecoa besar0,140,390,510,680,77
Kecoa kecil0, 110,210,320,430,52
4Kecambah berkulit0,070,230,410,510,58
Kecambah tidak berkulit0,10,180,220,290,33
5Hewan0,240,450,620,760,85
Tumbuhan0,070,230,410,510,58

 

B. Analisis data

1). Analisis perhitungan

Percobaan 1

Laporan praktikum respirasi

Percobaan 2

Laporan praktikum respirasi

Percobaan 3

Laporan praktikum respirasi

Percobaan 4

Laporan praktikum respirasi

 

 

2). Analisis Grafik

Laporan praktikum respirasi

Laporan praktikum respirasi

Laporan praktikum respirasi

 

C. Pembahasan

    1. Percobaan 1

Dari hasil pengamatan pada percobaan ini dapat dilihat bahwa kedua serangga ini mempunyai berat tubuh sama/ hampir sama tetapi oksigen yang dibutuhkan berbeda, begitu pula kecepatannya. Jadi respirasi tergantung dari jenis hewan, karena tiap-tiap hewan memiliki respirasi yang berbeda. Dapat dilihat bahwa proses respirasi belalang lebih cepat dibandingkan dengan kecoa.

      1. Percobaan 2 dan Percobaan 3

Dari hasil pengamatan pada percobaan iini dapat dilihat hewan yang digunakan jenisnya sama namun beratnya berbeda. Proses respirasi hewan yang ukurannya lebih besar lebih cepat atau kuat respirasinya bila dibandingkan dengan hewan yang ukurannya lebih kecil. Jadi komsumsi volume O2 respirasinya juga bergantung pada ukuran organismenya.

      1. Percobaan 4

Dari hasil pengamatan pada percobaan ini dapat dilihat organisme yang digunakan adalah kecambah berkulit dan tidak berkulit denan jumlah yang sama. Dan diperoleh bahwa proses respirasi kecambah berkulit lebih cepat jika dobandingkan dengan kecambah yang tidak berkulit. Jadi proses respirasi juga dipengaruhi oleh keadaan organisme.

      1. Percobaan 5

Dari hasil pengamatan yang diperoleh pada percobaan respirasi dapat dibandingkan tingkat kecepatan respirasi antara organisme hewan dan organisme tumbuhan. Ternyata dari data yang diperoleh proses respirasi hewan lebih cepat jika dibandiingkan dengan proses respirasi tumbuhan.

 

 

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah melakukan praktikum tentang Respirasi maka dapat disimpulkan bahwa setiap organisme hidup membutuhkan udara untuk respirasinya. Dan Kebutuhan oksigen yang digunakan setiap organisme berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh jenis organisme, ukuran organnisme dan aktivitas organisme.

 

B. Saran

  1. Untuk praktikan, diharapkan melakukan praktikum dengan baik, teliti dan lebih cepat agar dapat diperoleh data dengan lengkap.
  2. Untuk asisten, jangan bosan-bosan membimbing praktikan yang masih bingung dengan praktikum yang harus diilakukan.

 

 

Daftar Pustaka

  • Anonim. 2012. Respirasi pada tumbuhan dan hewan. http://pengetahuan1.blogspot .com/2010/04/respirasi-pada-tumbuhan-dan-hewan.html. diakses pada tanggal 18 desember 2012.
  • Campbell, et al, 2009. Biologi. San fransisco : Benjamin comings.
  • Fira. 2012. Sistem pernafasan manusia dan hewan. http://fira9f199801.blogspot .com/2012/03/sistem-pernafasan-manusia-hewan-dan.html. diakses pada tanggal 18 desember 2012.
  • Tim penyusun. 2012. Penuntun Praktikum Biologi Dasar : universitas negeri Makassar.

 

Demikian artikel tentang Laporan Praktikum Respirasi, semoga bermanfaat.

Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *