Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.

Konstruksi Perkerasan Lentur Dan Perkerasan Kaku

6 min read

Perkerasan Lentur Dan Perkerasan Kaku

Konstruksi Perkerasan Lentur Dan Perkerasan Kaku – Jalan merupakan sebuah prasarana yang sangat menunjang bagi kebutuhan bagi masyarakat banyak, kerusakan pada jalan dapat berdampak pada kondisi ekonomi dan sosial terutama yang ada pada sarana transportasi darat. Dampaknya pada konstruksi jalan yaitu perbaikan bentuk lapisan permukaan jalan berupa retak-retak , bergelombang (rutting), lubang (potholes)dan pelepasan butiran (ravelling) serta gerusan tepi yang menyebabkan kinerja jalan menjadi menurun.

Komprehensifitas perencanaan infrastruktur jalan di suatu wilayah mulai dari tahapan prasurvey, perencanaan dan penataan teknis, pelaksanaan pembangunan fisiknya hingga pemeliharaan harus integral dan tidak terpisahkan sesuai kebutuhan saat ini dan prediksi umur pelayanannya di masa mendatang agar tetap terjaga ketahanan fungsionalnya.

Perkerasan Lentur Dan Perkerasan Kaku

Perkerasan jalan yaitu lapisan perkerasan yang terletak diantara lapisan tanah dasar dan roda kendaraan yang berfungsi memberikan pelayanan kepada sarana transportasi dimanadiharapkan selama masa pelayanan tidak terjadi kerusakan yang signifikan. Jadi sudah kewajiban kita untuk mengetahui mulai dari penyebab kerusakan dan cara pemeliharaan jalan tersebut.

Sehingga mewujudkan jalan yang aman, nyaman dan memberikan manfaat yang signifikan bagi kesinambungan dan keberlangsungan hidup masyarakat luas dan menjadi salah satu factor menjadikannya peningkatan kehidupan masyarakat dari beberapa aspek – aspek kehidupan.

Jika kita kaji secara teori dan realita yang sudah berjalan selama ini, dalam pembangunan jalan ada banyak hal yang harus diperhatikan lebih mendetail dan teliti baik itu dari perencanaan jalan itu sendiri maupun penerapan tentunya. Kita sebagai pengguna jalan pastinya mendambakan jalan yang kita pakai itubersih, nyaman,  aman dll. Maka dari itu kerusakan yang terjadi dijalan tersebut harus ditanggulangi dan diperbaiki dengan sungguh-sungguh.

Definisi Perkerasan Jalan

Perkerasan jalan adalah campuran antara agregat dan bahan pengikat yang digunakan untuk melayani bobot lalu lintas. Massa yang dipakai adalah batuan pecah atau batu belah ataupun bahan lainnya. Bahan ikat ang dipakai yaitu aspal, semen atau tanah liat. Apapun model perkerasan lalu lintas, harus dapat memfasilitasi sejumlah pergerakan lalu lintas, apakah berbentuk jasa angkutan lalu lintas, berupa jasa angkutan manusia, atau berupa jasa angkutan barang berupa seluruh komoditas yang diijinkan untuk berlalu lalang disitu. Dengan berbagai model kendaraan dengan angkutan barangnya, akan memberikan variasi beban ringan, sedang hingga berat. Model kendaraan penumpang akan memberikan pula sejumlah variasi.

Dan hal itu harus didukung oleh perkerasan jalan, daya dukung perkerasan jalan raya ini akan menentukan kelas jalan yang berkaitan, seperti jalan kelas 1 akan menerima beban besar dibanding jalan kelas 2. Maka dilihat dari mutu perkerasan jalan sudah jelas berbeda. Kualifikasi umum dari suatu jalan yaitu dapatnya menyediakan lapisan permukaan yang selalu datar dan kuat, serta menjamin keselamatan yang tinggi untuk masa hidup yang cukup lama, dan yang memerlukan pemeliharaan yang sekecil-kecilnya dalam berbagai cuaca.

Tingkatan sampai dimana kita akan memenuhi persyaratan tersebut tergantung dari imbangan antara tingkat keinginan lalu lintas, keadaan tanah serta cuaca yang bersangkutan. Sebagaimana telah dipahami bahwa yang dimaksud dengan perkerasan adalah lapisan atas dari badan jalan yang dibuat dari bahan-bahan khusus yang bersifat baik/konstruktif dari badan jalannya. Berdasarkan materi pengikat yang menyusunnya, konstruksi perkerasan jalan dibedakan atas beberapa jenis antara lain:

  • Lentur – Flexible pavement

Perkerasan yang memanfaatkan aspal sebagai bahan pengikat di mana lapisan-lapisan perkerasannya bersifat memikul dan menyebarkan beban lalu lintas ke tanah dasar.

  • Laku – Rigid pavement

Perkerasan yang memakai semen (Portland Cement) sebagai bahan pengikat dimana pelat beton dengan atau tanpa tulangandiletakkan di atas tanah dasar dengan atau tanpa lapis pondasi bawah sehingga beban lalulintas sebagian besar dipikul oleh pelat beton.

  • Komposit – Composite pavement

Perkerasan kaku yang digabung dengan perkerasan lentur dapat berupa perkerasan lentur di atas perkerasan kaku, atau perkerasan kaku di atas perkerasan lentur.

Jenis-jenis perkerasan jalan

Pada umumnya, perkerasan jalan terdiri dari beberapa jenis lapisan perkerasan yang tersusun dari bawah terus ke atas,sebagai berikut :
  • Lapisan tanah dasar (sub grade)
  • Lapisan pondasi bawah (subbase course)
  • Lapisan pondasi atas (base course)
  • Lapisan bidang / penutup (surface course)
Perkerasan Lentur Dan Perkerasan Kaku

1. Konstruksi Perkerasan Jalan Lentur (Flexible pavement)

Jenis dan fungsi lapisan perkerasan

Lapisan perkerasan jalan berfungsi untuk menerima beban lalu-lintas dan menyebarkannya kelapisan di bawahnya terus ke tanah dasar.

Lapisan Tanah Dasar (Subgrade)

Lapisan tanah dasar adalah lapisan tanah yang berfungsi sebagai tempat perletakan lapis perkerasan dan mendukung konstruksi perkerasan jalan yang diatasnya. Dilihat dari spesifikasi, tanah dasar adalah lapisan paling atas dari timbunan badan jalan setebal 30 cm, yang mempunyai ketentuan tertentu sesuai peranannya, yaitu yang berkenaan dengan kepadatan dan daya dukungnya (CBR)
Lapisan tanah dasar dapat berupa tanah asli yang dipadatkan jika tanah aslinya baik, atau tanah urugan yang didatangkan dari tempat lain atau tanah yang distabilisasi dll. Kalau ditinjau dari sisi tanah asli, maka lapisan tanah dasar dibedakan atas :
  • Lapisan tanah dasar, tanah galian.
  • Lapisan tanah dasar, tanah urugan.
  • Lapisan tanah dasar, tanah asli.
Kekuatan dan keawetan konstruksi perkerasan jalan sangat tergantung dari sifat-sifat dan daya dukung tanah dasar. Umumnya permasalahan yang menyangkut tanah dasar adalah sebagai berikut :
  • Perubahan bentuk tetap (deformasi permanen) disebabkan beban lalu lintas.
  • Sifat menyusutnya tanah akibat transformasi kadar air.
  • Daya bantu tanah yang tidak merata akibat terjadinya perbedaan sifat-sifat tanah pada lokasiyang berdekatan atau akibat kesalahan pelaksanaan misalnya kepadatan yang kurang baik.

Lapisan Pondasi Bawah (Subbase Course)

Lapis pondasi bawah adalah lapisan perkerasan yang terletak di atas lapisan tanah dasar dan di bawah lapisan pondasi atas. Lapis pondasi bawah ini bermanfaat sebagai :
  • Bagian dalam konstruksi perkerasan untuk menyebarkan beban roda ke tanah dasar.
  • Lapis peresapan, supaya air tanah tidak bisa berkumpul di pondasi.
  • Lapisan untuk menahan partikel-partikel halus dari tanah dasar naik ke lapis pondasi atas.
  • Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari berat roda-roda alat berat (akibat lemahnya daya dukung tanah dasar) pada awal-awal pelaksanaan pekerjaan.
  • Lapis penyokong lapisan tanah dasar dari pengaruh cuaca terutama hujan

Lapisan pondasi atas (base course)

Lapisan pondasi atas adalah lapisan perkerasan yang terletak di antara lapis pondasi bawah dan lapis permukaan. Lapisan pondasi atas ini berguna sebagai :
  • Bagian sisi yang menahan gaya lintang dari beban roda dan menyebarkan beban kelapisan di bawahnya.
  • Bantalan terhadap lapisan permukaan.
Bahan-bahan untuk lapis pondasi atas ini harus cukup kuat dan awet sehingga dapat menahan bobot roda. Dalam penetapan bahan lapis pondasi ini perlu dipertimbangkan beberapa hal antara lain, kecukupan bahan domestik, biaya, lama pekerjaan dan jarak angkut bahan ke lapangan.

Lapisan Permukaan (Surface Course)

Lapisan permukaan adalah lapisan yang bersentuhan langsung dengan beban roda kendaraan.Lapisan permukaan ini berfungsi sebagai :
  • Lapisan yang langsung menahan akibat bobot roda kendaraan.
  • Lapisan yang langsung menahan tekanan akibat rem kendaraan (lapisaus).
  • Lapisan yang mencegah guyuran hujan yang jatuh di atasnya tidak meresap ke lapisan bawahnya dan melemahkan lapisan tersebut.
  • Lapisan yang menyebarkan beban ke lapisan bawah, sehingga dapat dipikul oleh lapisan di bawahnya. Jika diperlukan, dapat juga dipasang suatu lapisan penutup / lapis aus (wearing course) di atas lapis permukaan itut. Gunanya lapis aus ini yaitu sebagai lapisan pelindung bagi lapis permukaan untuk mencegah masuknya air dan untuk memberikankekesatan (skid resistance) permukaan jalan. Lapis aus tidak diperhitungkan ikut merasakan beban lalu lintas.

2. Konstruksi Perkerasan Jalan Kaku (Rigid pavement)

Perkerasan jalan beton semen atau secara umum disebut perkerasan kaku, terdiri atas plat(slab) beton semen sebagai lapis pondasi dan lapis pondasi bawah (bisa juga tidak ada) di atas tanah dasar. Saat konstruksi perkerasan kaku, plat beton sering disebut sebagai lapis pondasikarena dimungkinkan masih adanya lapisan aspal beton di atasnya yang berfungsi sebagai lapis permukaan. Perkerasan beton yang kaku serta mempunyai modulus elastisitas yang tinggi, akanmendistribusikan beban ke bidang tanah dasra yang cukup luas sehingga bagian terbesar darikapasitas struktur perkerasan diperoleh dari plat beton sendiri.
Hal ini berbeda dengan perkerasan lentur dimana kekuatan perkerasan diperoleh dari tebal lapis pondasi bawah, lapis pondasi dan lapis permukaan. Berhubung yang paling penting adalahmengetahui kapasitas struktur yang memikul beban, sehingga faktor yang paling diperhatikan dalam perencanaan tebal perkerasan beton semen adalah kekuatan beton itu sendiri.
Adanya beragam kekuatan dari tanah dasar dan atau pondasi hanya berpengaruh kecil terhadapkapasitas struktural perkerasannya. Lapis pondasi bawah kalau pakai di bawah plat beton karena beberapa pertimbangan, yaituantara lain untuk menghindari adanya pumping, kendali terhadap sistem drainase, kendali terhadap kembang-susut yang terjadi pada tanah dasar dan untuk menyediakan lantai kerja(working platform) untuk operasi konstruksi. Secara lebih detil, fungsi dari lapis pondasibawah adalah :
  • Menyediakan lapisan yang sama stabil dan permanen
  • Menaikan harga modulus reaksi tanah dasar jadi modulus reaksi gabungan
  • Mengurangi kemungkinan adanya retak–retak pada plat beton
  • Menyediakan lantai kerja untuk alat –alat berat selama masa kostruksi
Menghindari terjadinya pumping, yaitu keluarnya butir-butiran halus tanah bersama air pada wilayah sambungan, retakan atau pada sisi pinggir perkerasan, akibat lendutan atau gerakanvertikal plat beton karena bobot lalu lintas, setelah munculnya air bebas terakumulasi di bawahpelat. Pemilihan penggunaan jenis perkerasan kaku dibandingkan dengan perkerasan lenturyang sudah lama dikenal dan lebih sering dipakai, dilakukan tergantung keuntungan dan kerugiannya.
Pada awal mula rekayasa jalan raya, plat perkerasan kaku dibangun langsung di atas tanahdasar tanpa memperhatikan sama sekali jenis tanah dasar dan keadaan drainasenya. Pada umumnya didirikan plat beton setebal 6–7 inch. Dengan bertambahnya beban lalu-lintas, khususnya setelah Perang Dunia ke II, mulai disadari bahwa model tanah dasar berperan penting terhadap unjuk kerja perkerasan, terutama sangat pengaruh terhadap terjadinya pumping padaperkerasan.
Oleh karena itu, untuk selanjutnya usaha-usaha untuk mengatasi pumping sangatpenting untuk diperhitungkan dalam perancangan. Pada waktu sebelumnya, tidak biasa membuat pelat beton dengan penebalan di bagian ujung/ pinggir untuk mengatasi kondisi tegangan struktural yang sangat tinggi akibat beban truk yangsering lewat di bagian pinggir perkerasan.
Kemudian setelah efek pumping sering terjadi pada kebanyakan jalan raya dan jalan bebas hambatan, banyak dibangun konstruksi pekerasan kaku yang lebih tebal yaitu antara ukuran 9 –10 inch. Agar mempelajari kaitan antara beban lalu-lintas dan perkerasan kaku, pada tahun 1949 di Maryland USA telah dibangun Test Roads atau JalanUji dengan arahan dari Highway Research Board, adalah untuk mempelajari dan mencari kaitan antara beragam beban sumbu kendaraan terhadap unjuk kerja perkerasan kaku. Perkerasan beton pada jalan percobaan dibangun setebal potongan melintang 9 – 7 –9 inch, jarak antara siar susut 40 kaki, lalu jarak antara siar muai 120 kaki.
Untuk sambungan memanjang digunakan dowel berdiameter 3/4 inch dan berjarak 15 inch di bagian tengah. Perkerasan beton uji ini diperkuat oleh wire mesh. Target dari program jalan uji ini adalah untuk mengetahui efek pembebanan relatif dan konfigurasi tegangan pada perkerasan kaku. Bobot yang digunakan yaitu 18.000 lbs dan 22.400 pounds untuk sumbu tunggal dan 32.000serta 44.000 pounds pada sumbu ganda.
Hasil yang paling penting dari program uji ini adalah bahwa perkembangan retak pada pelatbeton adalah karena terjadinya indikasi pumping. Tegangan dan lendutan yang diukur pada jalan uji adalah akibat adanya pumping. Selain itu dikenal juga AASHO Road Test yang dibangun di daerah Ottawa, Illinois pada tahun 1950. Salah satu hasil yang paling penting dari penelitian pada jalanuji AASHO ini adalah mengenai indeks pelayanan.
Penemuan yang paling signifikan adalah adanya hubungan antara perubahan repetisi beban terhadap perubahan tingkat pelayanan jalan. Pada jalan percobaan AASHO, tingkat pelayanan akhir diasumsikan dengan angka 1,5 (tergantung juga kinerja perkerasan yang diinginkan), sedangkan tingkat pelayanan pertama selalu kurang dan5,0.Berdasarkan adanya sambungan dan tulangan plat beton perkerasan kaku, perkerasan beton semen dapat dibagi menjadi 3 jenis sebagai berikut :
  • Perkerasan beton semen biasa dengan tambahan tanpa tulangan untuk   kendali retak.
  • Perkerasan beton semen biasa dengan sambungan dengan tulangan plat untuk kendaliretak. Untuk kendali retak digunakan wire mesh diantara siar dan penggunaannyaindependen terhadap adanya tulangan dowel.
  • Perkerasan beton bertulang menerus (tanpa sambungan). Tulangan beton terdiri daribaja tulangan dengan prosentasi besi yang relatif lumayan banyak (0,02 % dari luas penampang beton).Pada saat ini, jenis perkerasan beton semen yang populer dan banyak digunakan di negara-negara maju adalah jenis perkerasan beton bertulang menerus.
Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.