Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.

Kelembapan Udara: Pengertian, Faktor, Macam, Satuan dan Rumusnya

2 min read

Kelembapan Udara

kelembapan udara

Kelembapan Udara – Udara terdiri dari berbagai macam gas penyusun termasuk uap air. Kalian pernah kan merasakan kalau kadang udara itu kering dan lembab. Lalu, apa itu Kelembaban Udara ? Kelembaban udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara air selalu terkandung dalam bentuk uap air. Kandungan uap air dalam udara hangat lebih banyak daripada kandungan uap air dalam udara dingin. Kalau udara banyak mengandung uap air didinginkan maka suhunya turun dan udara tidak dapat menahan lagi uap air sebanyak itu. Uap air berubah menjadi titik-titik air. Udara yan mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh.

Semua uap air yang ada di dalam udara berasal dari penguapan. Penguapan adalah perubahan air dari keadaan cair kekeadaan gas. Pada proses penguapan diperlukan atau dipakai panas, sedangkan pada pengembunan dilepaskan panas. Seperti diketahui, penguapan tidak hanya terjadi pada permukaan air yang terbuka saja, tetapi dapat juga terjadi langsung dari tanah dan lebih-lebih dari tumbuh-tumbuhan. Penguapan dari tiga tempat itu disebut dengan Evaporasi (Karim,1985).

Kelembaban udara dalam ruang tertutup dapat diatur sesuai dengan keinginan.Pengaturan kelembaban udara ini didasarkan atas prinsip kesetaraan potensi air antara udara dengan larutan atau dengan bahan padat tertentu. Jika ke dalam suatu ruang tertutup dimasukkan larutan, maka air dari larutan tersebut akan menguap sampai terjadi keseimbangan antara potensi air pada udara dengan potensi air larutan. Demikian pula halnya jika hidrat kristal garam-garam (salt cristal bydrate) tertentu dimasukkan dalam ruang tertutup maka air dari hidrat kristal garam akan menguap sampai terjadi keseimbangan potensi air.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelembaban Udara

Tinggi rendahnya kelembaban udara di suatu tempat sangat bergantung pada beberapa faktor sebagai berikut (Santoso, 2007) :

  1. Suhu.
  2. Tekanan udara.
  3. Pergerakan angin.
  4. Kuantitas dan kualitas penyinaran.
  5. Vegetasi
  6. Ketersediaan air disuatu tempat, dsb.

Macam-Macam Kelembaban

1. Kelembaban Spesifik

Kelembaban Spesifik Adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam 1 kilo gram udara.
Contoh:
Dalam 1 kilogram massa udara terkandung uap air sebanyak 12 gram. Maka dikatakan bahwa kelembaban spesifik udara tersebut adalah 12 gram/kg.

2. Kelembaban Absolut/ Densitas uap air dalam udara

Kelembaban Absolut Yaitu banyaknya uap air dalam setiap unit volume udara.
Contoh:
Dalam 1 meter kubik udara terdapat uap air sebanyak 12 gram. Maka dikatakan bahwa kelembaban absolute udara tersebut ialah 12 gram/m3.

3. Kelembaban Relatif/ Kelembaban Nisbi

Kelembaban nisbi (RH) mempunyai dua pengertian, yaitu:

  • Perbandingan jumlah uap air yang ada secara nyata (actual) dengan jumlah uap air maksimum yang mampu dikandung oleh setiap unit volume udara dalam suhu yang sama.

Contoh:
Dalam suhu 200C, kemampuan maksimum udara menampung uap air adalah 25 gr/m3. Berdasarkan hasil pengukuran secara langsung, diketahui kandungan uap air dalam udara adalah 20 gr/m3. Untuk mencari kelembaban nisbinya digunakan rumus:
RH = e/E x 100%
RH = 20/25 x 100%
RH = 80 %
RH = kelembapan nisbi dalam persen
e = kandungan uap air hasil pengukuran secara langsung
E = kemampuan maksimal udara dapat menampung uap air

  • Banyaknya tekanan uap yang ada secara nyata (actual) dengan tekanan uap maksimum pada suhu yang sama.

Contoh:
Tekanan uap maksimum pada suhu 150 adalah 1.000 mb (E), sedangkan tekanan uap hasil pengukuran (e) adalah 800 mb, maka kelembaban nisbi di daerah itu adalah;
RH = e/E x 100% = 800/1000 x 100% = 80%
Kelembapan relative diukur dengan alat yang disebut Higrometer atau Psychrometer Asmann.

Kelembapan Udara
Alat ukur kelembapan udara: Hygrometer

 

Satuan dan Rumus Kelembaban

Satuan kelembaban yang umum digunakan adalah RH, yaitu Relative Humidity atau kelembaban relatif. RH adalah satuan pengukuran yang merepresentasikan jumlah titik-titik air di udara pada suhu tertentu yang dibandingkan dengan jumlah maksimum titik-titik air yang dapat dikandung di udara pada suhu tersebut.

RH dinyatakan dalam nilai prosentase. Udara panas dapat menyimpan titik-titik air lebih banyak daripada udara dingin. Semakin tinggi nilai RH maka semakin tinggi terjadinya pengembunan. 100% RH berarti bahwa penambahan titik-titik air di udara akan langsung mengembun. Tingkat kelembaban yang ideal adalah 50-55% RH. 50% RH menunjukkan bahwa udara terisi setengah dari kapasitas maksimum air yang bisa ditampung di udara.

Rumus Kelembaban Udara

Rumus untuk menghitung kelembaban udara adalah sebagai berikut:

Kelembaban udara relatif = Kelembaban udara mutlak x 100 %
–                                                             NIlai Jenuh

Contoh : Jika suhu daerah X dan sekitarnya ± 24° C, setiap 1 m3 udara mengandung uap air sebanyak 17 gram. Pada suhu yang sama kandungan uap air maksimumnya adalah 25 gram, maka kelembaban udara relatif daerah X adalah
A. 58 %
B. 68 %
C. 78 %
D. 87 %
E. 98 %

Pembahasan:
Kelembapan udara relatif :
Kelembapan mutlak udara / Nilai jenuh udara x 100 %
Dik : 17/25 x 100 % = 68 % (B).

Demikian penjelasan mengenai kelembapan udara yang mencakup pengertian, faktor-faktor yang mempengaruhi, macam-macam, satuan dan rumusnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.