Keanekaragaman Hayati: Pengertian, Tingkatan dan Manfaat

34 views

Materi Keanekaragaman Hayati – Kemajuan teknologi telah mengubah fungsi berbagai flora dan fauna sebagai bagian hasil hutan. Kayu semula hanya digunakan untuk kayu bakar, sekarang dengan adanya teknologi fungsinya berubah sebagai bahan baku kertas, akibatnya dimasa mendatang diramalkan degrasi lingkungan makin tinggi. Oleh karena itu, keanekaragaman hayati perlu dilestarikan demi masa depan.

A. Pengertian Keanekaragaman Hayati Biologi

Arti Biodiversitas adalah singkatan atau istilah dari keanekaragaman hayati. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan berbagai kehidupan yang terdapat di muka bumi ini dan semua proses yang masih ada hubungannya dengan alam.

Keanekaragaman hayati sudah termasuk sistem ekosistem, kultural, keragaman genetik, dan hubungan lain dengan semua spesies. Konsep yang menggambarkan keanekaragaman hayati ada bermacam-macam. Contohnya seperti jumlah, tekstur, bentuk, ataupun ukuran.

Keanekaragaman hayati dikenal banyak orang dengan istilah biodiversitas (inggris : biodiversity). Pengertian lainnya lagi adalah sebuah istilah pembahasan yang mencakup seluruh bentuk kehidupan secara ilmiah yang dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya yang mencakup gen, spesies tumbuhan, mikroorganisme, hewan, serta proses ekologi lainnya yang menjadi bagian kehidupan.

B. Ruang Lingkup atau Tingkatan Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati dibedakan menjadi 3 tingkatan. Yaitu adalah tingkat gen, tingkat ekosistem, dan tingkat jenis. Ketiga tingkatan tersebut merupakan pembagian keanekaragaman hayati secara garis besarnya. Untuk lebih lengkapnya simak penjelasan macam macam keanekaragaman hayati berikut :

1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen

keanekaragaman hayati

Keanekaragaman hayati tingkat gen adalah pembawa sifat yang ada di dalam kromosom, di dalam kromosom terdapat inti sel. Keanekaragaman gen menyebabkan variasi yang terdapat pada antarindividu sejenis. Hal ini disebabkan meski bahan dasarnya sama tapi susunannya beranekaragam.

Keanekaragaman hayati tingkat gen selalu terjadi melalui perkawinan (generative), baik dibantu oleh manusia maupun dilakukan oleh alam. Contoh keanekaragaman hayati tingkat gen yaitu seperti tanaman manga yang mempunyai beberapa jenis varietas seperti mangga golek, mangga manalagi, mangga arum manis, dan mangga gadung.

2. Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis (Spesies)

Keanekaragaman hayati tingkat jenis terjadi karena adanya variasi yang terdapat pada spesies (jenis). Semakin bawah tingkatan taksonominya, maka semakin rendah perbedaannya. Keanekaragaman tingkat jenis ditemukan dalam ekosistem.

keanekaragaman hayati

Contoh dari keanekaragaman jenis ini seperti macan tutul dengan melati putih. Macan tutul akan tampak jauh berbeda jika dibandingkan dengan melati putih, karena sejak dari tingkat kingdom saja sudah berbeda. Macan tutul berada pada kingdom Animalia, sedangkan melati putih berada pada kingdom plantae.

 

Namun bila dibandingkan dengan anjing, maka perbedaannya akan menjadi lebih sedikit karena sama-sama berada pada ordo karnivora. Kemudian perbedaannya akan menajadi lebih sedikit lagi jika dibandingkan dengan kucing domestik karena keduanya sama-sama berada pada famili felidae. Kekerabatannya akan menjadi semakin dekat jika dibandingkan dengan harimau karena satu genus.

3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

keanekaragaman hayati

Keanekaragaman tingkat ekosistem adalah keanekaragaman yang timbul karena terdapat variasi ekosistem. Ekosistem yang muncul akibat terjadi interaksi antara komponen biotik (hidup, misalnya : lumut, burung, padi) dan komponen abiotik (tak hidup, misalnya : air, pasir, batu).

Contoh keanekaragaman ekosistem yaitu ekosistem sawah yang mempunyai perbedaan dengan ekosistem pantai. Pada ekosistem sawah terdapat terdapat padi, rumput, ular, tikus, dan hewan air tawar. Sedangkan di ekosistem pantai, terdapat pohon kelapa, kepiting, karang dan berbagai macam moluska..

C. Manfaat Keanekagaraman Hayati Bagi Kehidupan

Dapat kita ketahui bahwa keanekaragaman hayati di Indonesia memiliki bentangan alam yang sangat luas sudah memunculkan beragam keanekaragaman hayati. Baik flora maupun fauna, semuanya harus kita jaga untuk keberlangsungan kehidupan di muka bumi ini, karena merupakan sumber kehidupan.

Pada dasarnya keanekaragaman hayati merupakan sumber kehidupan utama di muka bumi. Karena mempunyai fungsi sebagai penunjang kehidupan, maka peran keanekaragaman hayati sangat besar bagi manusia. Berikut adalah manfaat dari keanekaragaman hayati dalam berbagai bidang.

1. Manfaat Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Pangan

Keberadaan keanekaragaman hayati yang terdapat disekitar kita menjadikannya berbagai sumber bahan pangan bagi manusia. Setiap hari manusia membutuhkan sumber energi untuk dapat beraktivitas. Karena tidak dapat menghasilkan makanan sendiri karena itulah manusia memperoleh makanan dari keanekaragaman hayati berupa hewan dan tumbuhan.

Dengan melimpahnya keanekaragaman hayati di Indonesia, setidaknya 370 jenis sayuran, 400 jenis tanaman penghasil buah, 70 jenis tanaman berumbi, 55 jenis rempah-rempah, dan beragam hewan yang dapat dikonsumsi terdapat di Indonesia. Berikut ini merupakan beberapa jenis sumber pangan yang dimanfaatkan manusia dari keanekaragaman hayati :

  • Bebagai jenis buah-buahan seperti jambu, pisang, kelengkeng, rambutan, apel, anggur, dan lain-lain.
    Minuman yang kaya akan gizi yang berasal dari hewan maupun tumbuhan seperti susu sapi, susu kambing, dan air kelapa.
  • Penghasil sumber protein yang berasal dari berbagai daging hewan seperti ikan ,ayam , sapi, kambing, udang, dan lain sebagainya.
  • Sayur-sayuran dari berbagai jenis tanaman seperti bayam, kangkung, sawi, kubis, tomat, wortel, jagung, buncis, dan lain-lain.
  • Penghasil sumber karbohidrat yang berasal dari tanaman jenis padi, jagung, gandum, sagu, umbi, singkong, talas, dan lain sebagainya.

2. Sumber Sandang

Selain sebagai penyedia bahan pangan, keanekaragaman juga menjadi penyedia bahan sandang bagi manusia. Sandang yang didapatkan dapat berasal dari hewan maupun tumbuhan berikut adalah beberapa pemanfaatan keanekaragaman hayati sebagai sumber pangan :

  • Tanaman

Masyarakat dari Suku Dani yang berada di Lembah Baliem Papua, biasa menggunakan labu air untuk bahan membuat koteka pada laki-laki dan perempuan. Selain itu, di Papua juga menggunakan tumbuhan wen serta kem untuk dijadikan bahan membuat pakaian.

  • Hewan

Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, bagian tubuh dari berbagai jenis hewan kini dapat digunakan sebagai bahan sandang. Contohnya yaitu kulit sapi yang dijadikan bahan pembuatan sepatu, kulit buaya dijadikan tas, ulat sutera dijadikan bahan kain sutra, kulit domba yang dijadikan bahan jaket, bulu burung sebagai bahan aksesoris, dan lain sebagainya.

3. Sumber Kebutuhan Sekunder

Manusia memiliki kebutuhan sekunder, salah satu kebutuhan sekunder yakni adalah liburan. Keberadaan keanekaragaman hayati menjadikannya sebagai sarana melepas penat bagi manusia setelah lelah menjalani berbagai aktivitas harian.

Objek yang dimanfaatkan dapat berupa pantai, danau, gunung, sungai dan lain-lain.

4. Sumber Obat-obatan Herbal

Keberadaan keanekaragaman hayati selain menyumbang bahan pangan dan sandang juga menyediakan berbagai jenis obat-obatan herbal. Terdapat sekitar 30.000 jenis spesies tumbuhan yang beberapa diantaranya digunakan untuk bahan obat-obatan.

Sebanyak 940 spesies digunakan sebagai tumbuhan obat dan 250 spesies digunakan dalam industri obat lokal. Berikut ini adalah beberapa jenis obat-obatan yang berasal dari tumbuhan maupun hewan :

  • Buah merah (Pandanus conoideus) dimanfaatkan sebagai obat kanker, kolesterol tinggi, dan diabetes.
  • Madu dari lebah yang mempunyai manfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Buah mengkudu (Morind citrifolia), mempunyai manfaat sebagai penurun tekanan darah tinggi.
  • Ular dimanfaatkan daging dan lemaknya yang dipercaya dapat mengobati penyakit kulit seperti gatal-gatal.
  • Pohon kina (Cinchona calisaya, cinchona officianlis), pada umumnya dimanfaatkan pada bagian kulitnya. Bagian tersebut mengandung senyawa alkaloid kina (quinine) yang mempunyai manfaat sebagai obat malaria.

5. Sebagai Aspek Budaya

Berbagai keanekaragaman hayati yang terdapat di Indonesia juga dibersama dengan keanekaragaman suku dan kebudayaan. Terdapat setidaknya sekitar 350 suku di Indonesia yang masing-masing memiliki kepercayaan, budaya, adat istiadat yang berbeda.

Setiap suku tersebut memanfaatkan keanekaragaman hayati sebagai bahan ritualnya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa contoh pemanfaatan keanekaragaman hayati sebagai aspek kebudayaan :

  • Umat Islam menggunakan hewan ternak ketika hari raya Idul Adha, contohnya seperti sapi, kambing, kerbau, dan unta.
  • Toraja, upacara kematian yang menggunakan beberapa jenis tumbuhan yang dipercayai mempunyai nilai magis yang tinggi ketika memandikan jenazah. Contohnya seperti daun kelapa, pisang , limau, dan rempah-rempah.
  • Umat Nasrani memanfaatkan pohon cemara dalam perayaan hari raya natal.
  • Umat hindu di Bali melakukan upacara adat ngaben. Yaitu dengan menggunakan sekitar 39 jenis tumbuhan yang mempunyai kandungan minyak atsiri karena aromanya yang harum. Contohnya seperti sirih, cendana, melati, pandan, kenanga.
  • Masyarakat Jawa yang melaksanakan budaya nyekar atau biasa disebut ziarah kubur. Yaitu dengan menabur barbagai jenis Bunga yang mempunyai wangi seperti mawar, kantil, kenanga, dan melati.

6. Kenekaragaman Hayati Sebagai Sumber Keilmuan

Ketergantungan kehidupan manusia terhadap keanekaragaman hayati membuatnya berupaya untuk terus mengembangkan berbagai usaha mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan dari berbagai keanekaragaman hayati. Agar dapat berkembang diperlukan ilmu pengetahuan untuk membuahkan hasil yang maksimal. Berikut ini adalah beberapa contohnya :

Tanaman
Dalam melakukan perkembangbiakan tanaman secara vegetatif diperlukan usaha seperti mencangkok, merunduk, menyambung, menempel, ataupun stek. Ketika hendak mencangkok tanaman, perlu diketahui dahulu ciri-ciri tanaman yang hendak kita cangkok. Karena tidak semua jenis tanaman dapat dicangkok.

Hewan
Sama seperti pada tanaman, untuk proses pemijahan manusia juga perlu membantu dalam proses ini. tujuannya agar dapat menghasilkan secara maksimal. Dalam melakukan proses ini, diperlukan pengetahuan tentang kapan waktu yang tepat untuk melakukan proses pemijahan, bagaimana perawatan yang tepat bagi betina yang sedang hamil, dan perawatan anakan agar dapat tumbuh secara maksimal.

7. Penyeimbang Ekosistem

Manfaat terpenting keanekaragaman hayati adalah sebagai penyeimbang ekosistem, atau bisa juga sebagai penentu keberlangsungan kehidupan. Keberadaan makhluk hidup pada masing-masing ekosistem mempunyai peranannya masing-masing. Oleh karena itu kita harus menjaganya agar tidak punah dan bisa dinikmati oleh anak cucu kita.

keanekaragaman hayati

Karena jika salah satu hewan punah maka akan berdampak kepada ekosistem lainnya. Dan jika suatu ekosistem keberadaanya terancam maka juga akan mempengaruhi kehidupan manusia yang banyak bergantung pada keberlangsungan ekosistem tersebut.

Salah satu contoh keanekaragaman hayati yang menjadi penyeimbang ekosistem adalah ekosistem hutan tropis yang merupakan penyedia oksigen bagi makhluk hidup terutama manusia. Jika oksigen tetap terjaga, maka begitu juga dengan keberlangsungan makhluk hidup yang lain juga akan terjaga.

Penutup

Demikian pemaparan tentang materi Keanekagaraman Hayati yang mencakup pengertian, manfaat Keanekaragaman Hayati. Anda bisa gunakan sebagai referensi makalah, skripsi maupun tugas lainnya.

Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan mengenai keanekaragaman hayati khususnya di Indonesia. Jangan lupa komentar/ share kalau dianggap bermanfaat.

Sumber: https://santrialim.com/keanekaragaman-hayati/

Tags: #biology #geography

Leave a reply "Keanekaragaman Hayati: Pengertian, Tingkatan dan Manfaat"

Author: 
author
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.