Jaringan Ikat Pada Hewan Beserta Gambarnya

By | October 30, 2017

Jaringan Ikat Pada Hewan

Nama lain untuk jaringan ikat, yaitu jaringan penyokong atau penyambung. Jaringan ikat ialah jaringan yang berfungsi untuk mengikat dan menyokong jaringan yang lain. Jaringan ikat memiliki variasi yang sangat luas berdasarkan bentuk, letak, dan strukturnya. Manfaatnya sebagai penghubung antar jaringan, penunjang tubuh (tulang, tulang rawan) berperan dalam proses pengaturan suhu tubuh, mekanisme pertahanan, dan regenerasi.

Pengertian jaringan ikat pada hewan

Jaringan ikat memiliki fungsi penting serta vital bagi makhluk hidup, khususnya pada hewan. Manfaat jaringan ikat yaitu menghubungkan dan menyatukan antara jaringan yang satu dengan jaringan yang lain seperti yang sudah dijelaskan diatas. Masing-masing komponen jaringan ikat ini memiliki fungsi, stuktur, dan letak yang berbeda. Semua mekanisme yang rumit tersebut yakni bukti akan keajaiban penciptaan hewan-hewan baik yang berada di darat, laut maupun di udara oleh pencipta alam semesta.

Maka dari itu mempelajari jaringan ikat pada hewan menjadi sangatlah penting. Setiap hewan memiliki jaringan ikat. Mengenai penyusun jaringan ikat pada hewan yakni terdiri dari sel-sel pembentuk jaringan ikat itu sendiri dan matriks. Dimana antar sel penyusun memiliki inti yang menonjol, bentuk sitoplasma yang bergranula, dan sel yang tidak beraturan.

Jaringan ikat ada beberapa macam yaitu jaringan ikat longgar, jaringan adiposa, jaringan ikat berserat, tulang rawan, tulang sejati, serta darah. Contoh jaringan ikat yaitu tulang, tulang rawan, tendon, ligamen, jaringan ikat fibrosa dan jaringan lemak berfungsi menyangga dan menyatukan jaringan dan organ-organ lain. Sel-sel jaringan ikat secara khas membuat suatu bahan mati yang disebut matriks. Sifat dan fungsi tiap jaringan ikat ditentukan oleh sifat matriks interseluler.

Jaringan pengikat dikelompokkan menjadi jaringan pengikat biasa dan jaringan pengikat dengan sifat khusus. Berikut uraiannya :

A. Jaringan Pengikat Biasa

Jaringan pengikat dibedakan menjadi dua, yaitu jaringan pengikat longgar dan jaringan pengikat padat.

Jaringan ikat pada hewan

  1. Jaringan Pengikat Longgar yaitu jaringan yang mempunyai susunan serabut-serabut longgar. Matriksnya berupa cairan lendir {mucus). Pada matriks terdapat berkas serabut kolagen yang fleksibel, tetapi tidak elastis. Di sekitar jaringan pengikat longgar terdapat pembuluh darah, saraf, dan organ dalam tubuh. Jaringan ini berfungsi sebagai medium penyokong, pengisfruang di antara organ, dan mengelilingi elemen-elemen jaringan lain.
  2. Jaringan Pengikat Padat yaitu, jaringan yang mempunyai struktur serabut-serabut terutama kolagen yang padat. Jaringan pengikat padat tidak teratur memiliki berkas kolagen yang menyebar membentuk anyaman kasar yang kuat (contoh pada lapisan di bawah kulit) sedangkan jaringan pengikat padat teratur (contoh pada tendon).

B. Jaringan Ikat Sifat Khusus

Kenapa di sebut jarngan ikat dengan sifat khusus karena menunjang jaringan iunak dan membentuk sel-sel darah.

  1. Jaringan Tulang Rawan adalah spesialisasi dari jaringan ikat berserabut tebal. Pada awal rangka tubuh embrio, menunjang jaringan Iunak dan organ dalam, serta melicinkan permukaan tulang dan sendi merupakan fungsi dari tulang rawan. Matriks jaringan tulang rawan terdiri atas kondrin. Sel tulang rawan disebut kondrosit yang terletak di dalam lakuna. Jaringan tulang rawan terdiri atas kartilago hialin, kartilago fibrosa, dan kartilago elastis.
  2. Jaringan Tulang Keras (Osteon) adalah jaringan ikat yang mengandung mineral. Sel tulang disebut osteosityang dibentuk dari osteoblast. Dari osteosit yang satu dengan yang lain dihubungkan oleh kanalikuli. Matriks osteoblast mengandung kalsium fosfat. Endapan garam mineral menyusun dan melingkari bagian pusat tulang membentuk lamela. Pada lamela terdapat lakuna.
  3. Jaringan Darah adalah jaringan darah terdiri atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit). keping darah (trombosit), dan plasma darah. Sel darah merah berfungsi sebaga pengangkut oksigen dan karbon dioksida dalam darah (Hb). Sel darah putih berfungs sebagai pelindung terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Keping darah berperan dalam proses pembekuan darah. Plasma darah berfungsi mengangkut makanan dan hormon ke bagian tubuh yang memerlukan. Secara umum sel-sel darah dibentuk dalam sumsum tulang, kecuali sel darah putih (limfosit dan monosit) dibentuk dalam kelenjar limfe.
  4. Limfa atau Getah Bening adalah suatu cairan yang dikumpulkan dari berbagai jaringan dan kembali ke aliran darah. Komponen seluler dalam cairan limfa berupa limfosit dan granulosit.

 

Demikian penjelasan tentang Jaringan Ikat Pada Hewan. Semoga ilmunya bisa bermanfaat.

Berikan Rating:

Average rating / 5. Vote count:

Author: Wa Ode

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.