Ilmu Pertambangan Batubara

Jagoan Ilmu, Ilmu Pertambangan Batubara – Batubara adalah salah satu bahan bakar yang dihasilkan dari proses penambangan dari dalam tanah. Bahan bakar ini berasal dari tumbuhan di daratan maupun di perairan. Batubara merupakan salah satu benda padat organik dengan komposisi kimia yang unik dan kompleks. Bahan tambang ini memiliki berbagai macam tingkatan, yaitu: gambut, lignit, subtuminous, bituminous, semiantrasit, antrasit, metaantrasit, dan grafit.

Batuan sedimen karbon ini sangat mudah terbakar. Ia terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tanaman purba yang terawetkan dalam kondisi bebas oksigen, terkena pengaruh tekanan panas yang berlangsung dalam waktu yang lama. Proses diagenesis menyebabkan kandungan unsur karbonĀ  menjadi tinggi.

Batubara dapat kita manfaatkan sebagai salah satu sumber energi alternatif, misalnya untuk tenaga pembangkit listrik atau digunakan sebagai bahan bakar utama dalam produksi baja dan semen. Namun selain manfaatnya, batubara juga menimbulkan polusi dikarenakan kandungan karbonnya yang tinggi. Harga batubara yang relatif stabil dalam fluktasi perdangangan dunia menyebabkan bahan bakar ini tetap menjadi favorit dibandingkan gas alam lainnya.

Batubara terbentuk di dalam batuan sedimen yang berasal dari endapan material yang mengalami kompaksi dan transformsi secara fisis, kimia maupun biokimia. Proses ini berjalan selama jutaan tahun secara terus menerus. Untuk mengetahui kisaran waktu pembentukannya, para ilmuwan menggunakan skala waktu geologi.

Pada awalnya tumbuhan zaman purba mengalami pembusukan yang diakibatkan oleh bakteri anaerob yang dapat bekerja dalam kondisi tanpa oksigen. Bakteri ini menghancurkan bagian yang lunak dari tumbuhan seperti sellulosa, protoplasma dan pati. Aktifitas mikrobiologi ini tergantung pada jumlah dan sirkulasi temperatur air. Selain itu pembentukan batubara juga tergantung pada persediaan oksigen dan perkembangan racun yang merupakan hasil sampling dari aktifitas mikrobiologi tersebut.

Setelah proses pembusukan, makafase selanjutnya terjadilah proses pengendapan. Proses pengendapan adalah proses dari material halus yang merupakan akumulasi dan endapan yang membentuk lapisan gambut. Setelah itu terjadi dekomposisi, yaitu perubahan yang berakibat keluarnya air dari dalam tumbuhan tersebut dan sebagian akan menghilang dalam bentuk karbon dioksida, karbon monoksida, metan.

Proses selanjutnya adalah geoteknik, di mana fase selanjutnya akan terjadi pelipatan dan patahan. Pada proses inilah zona batubara dapat beralih dari lingkungan air ke lingkungan darat. Proses terakhir adalah erosi, dimana lapisan batubara yang sudah mengalami gaya tektonik akan mengalami erosi sehingga permukaannya terkelupas. Pelapisan batubara yang sudah di fase inilah yang banyak dimanfaatkan untuk kehidupan manusia saat ini.

Ada berbagai macam manfaat yang didapatkan dari penggunaan batubara. Bahan bakar ini dapat digunakan sebagai sumber utama pembangkit listrik. Kegunaan penting lainnya adalah coking coal yang sangat berguna bagi untuk pabrik besi dan baja, pabrik ubin dan pabrik semen.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki cadangan tambang batubara. Cadangan tambang batubara terbesar ada di wilayah sumatra selatan, kalimantan selatan dan kalimantan timur.

Demikian pembahasan kali ini tentangĀ ilmu pertambangan batubara, semoga bermanfaat.