ICT: Pengertian, Fungsi, Peranan dan Manfaatnya

Apakah Anda sedang mencari pengertian ICT, fungsi ICT, peranan ICT, dan Manfaat ICT, jika iya? maka Anda berada di website yang tepat.

Jangan lupa berdoa biar ilmunya berkah!

ICT

Pengertian ICT

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berasal dari bahasa Inggris yaitu Information and Communication Technologies (ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. ICT mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan.

Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah ICT muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20.

  • Information (informasi) : hasil dari data yang diolah dan menerangkan sesuatu serta berguna bagi yang mengetahuinya.
  • Communications (komunikasi) : pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara 2 pihak atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
  • Technology (teknologi) : kemampuan teknik yang berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta yang berdasarkan proses teknis.

Menurut Fitrihana (2007), ICT adalah sistem atau teknologi yang dapat mereduksi batasan ruang dan waktu untuk mengambil, memindahkan, menganalisis, menyajikan, menyimpan dan menyampaikan informasi data menjadi sebuah informasi. Dan dalam konteks pembelajaran, ICT meliputi segala hal yang berkaitan dengan pemanfaatan komputer untuk mengolah informasi dan sebagai alat bantu pembelajaran serta sebagai sumber informasi bagi guru dan siswa.

Peran ICT Dalam Bidang Pendidikan

Begitu besar peran ICT dalam pendidkan sehingga secara khusus pemerintah dalam Pustekkom Diknas membagi peran ICT di sekolah modern menjadi 7 peran sekaligus sebagi pilar pendidikan. Ke-7 peran ICT tersebut yaitu:

1. ICT sebagai gudang ilmu pengetahuan.

Artinya dengan ICT sumber ilmu pengetahuan menjadi begitu kaya bahkan melimpah, baik ilmu pengetahuan inti (core content) dalam pelajaran sekolah maupun sebagai materi pengaya pembelajaran (content suplement).Pada fungsi ini internet memiliki peran besar sebagai sumber ilmu pengetahuan yang dapat diakses secara luas yang didalamnya telah terkoneksi dengan ribuan perpustakaan digital, jutaan artikel/jurnal, jutaan e-book, dan lan-lain.

2. ICT sebagai alat bantu pembelajaran.

Artinya bahwa pembelajaran saat ini lebih mudah dengan bantuan ICT, untuk menghadirkan dunia di kelas dan dapat disajikan kepada seluruh siswa melalui peralatan ICT seperti multimedia dan media pembelajaran hasil olahan komputer seperi poster, grafik, foto, gambar, display, dan media grafis yang lainnya. Pemanfaatan CD Interaktif, Video Pembelajaran, Multimedia presentasi, e-learning termasuk pada bagian ini.

3. ICT sebagai fasilitas pendidikan.

Dalam hal ini ICT sebagai saran yang melengkapi fungsi sekolah sebagai lembaga pendidikan, terutama fasilitasfasilitas yang bernuansa elektronik seperti labolatorium komputer, peralatan di laboratorium bahasa, raung multimedia, studio rekaman suara, studio musik, studio produksi video dan editing.

4. ICT sebagai standar kompetensi.

Artinya ICT sebagai mata pelajaran yang kita kenal Mata Pelajaran TIK. Mata pelajaran ini berisi standar kompetensi.

Selain peran ICT diatas, terdapat pendapat lain tentang peranan ICT dalam bidang pendidikan yaitu :

1. TIK sebagai Keterampilan (skill) dan Kompetensi :

  • Setiap pemangku kepentingan harus memiliki kompentensi dan keahlian menggunakan TIK untuk pendidikan.
  • Informasi merupakan “bahan mentah” dari pengetahuan yang harus diolah melalui proses pendidikan.
  • Membagi pengetahuan antar satu peserta didik dengan yang lainnya bersifat mutlak dan tidak berkesudahan.
  •  Belajar mengenai bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien bagi pendidik, peserta didik, dan stakeholder.
  • Belajar adalah proses seumur hidup yang berlaku bagi setiap individu atau manusia.

2. TIK sebagai Infrastruktur Pendidikan:

  • Saat ini, bahan ajar banyak disimpan dalam format digital dengan model yang beragam seperti multimedia.
  • Para pendidik, instruktur dan peserta didik secara aktif bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.
  • Proses pendidikan seharusnya dapat dilakukan dimana dan kapan saja.
  • Perbedaan letak geografi seharusnya tidak menjadi batasan pendidikan.
  • “The network is the school” akan menjadi fenomena baru di dalam dunia pendidikan.

3. TIK sebagai Sumber Bahan Belajar:

  • Ilmu pengetahuan berkembang sedemikian cepatnya.
  • Pendidik yang hebat tersebar di berbagai belahan dunia.
  •  Buku-buku, bahan ajar, dan referensi diperbaharui secara kontinyu.
  • Inovasi memerlukan kerjasama pemikiran.
  • Tanpa teknologi, proses peserta didikan yang “up-to-date” membutuhkan waktu yang lama.

4. TIK sebagai Alat Bantu dan Fasilitas Pendidikan:

  • Penyampaian pengetahuan seharusnya mempertimbangkan konteks dunia nyatanya.
  • Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar.
  • Peserta didik diharapkan melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih bebas dan mandiri.
  • Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi antarpeserta didik dan pendidik.
  • Rasio antara pendidik dan peserta didik tidak dibatasi tergantung pada proses dan pemberian fasilitas.

5. TIK sebagai Pendukung Manajemen Pendidikan:

  • Setiap individu memerlukan dukungan pendidikan tanpa henti setiap harinya.
  • Transaksi dan interaksi interaktif antar-stakeholdermemerlukan pengelolaan back-office yang kuat.
  • Kualitas layanan pada pengelolaan administrasi pendidikan seharusnya ditingkatkan secara bertahap.
  • Orang merupakan sumber daya yang sangat bernilai sekaligus terbatas dalam institusi.
  • Munculnya keberadaan sistem pendidikan inter dan antar organisasi.

6. TIK sebagai Sistem Pendukung Keputusan:

  • Setiap individu memiliki karekteristik dan bakat masing-masing dalam pendidikan.
  • Pendidik seharusnya meningkatkan kompetensi dan keterampilan pada berbagai bidang ilmu.
  • Sumber daya terbatas, pengelolaan yang efektif seharusnya dilakukan.
  • Institusi seharusnya tumbuh dari waktu ke waktu dalam hal jangkauan dan kualitas.
  • Pemerintah seharusnya memiliki pengetahuan tentang profil institusi pendidikan.

Penerapan ICT Dalam Bidang Pendidikan

Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication +informatics (telekomunikasi + informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission.

Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan.Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK.

Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai darie-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital.

Pemanfaatan ICT dalam bidang industri dan manufaktur

Dalam bidang industri, komputer digunakan pada proses perencanaan sebuah produk baru melalui program desain, seperti Computer Aided Design (CAD). Gunanya, agar produk yang diinginkan dapat dirancang secara cepat, mudah, dan memiliki ketepatan tinggi. Sebagai contoh, untuk menggambar bentuk desain mobil dibutuhkan waktu yang lama dan relatif sulit apabila dilakukan secara manual. Akan tetapi, dengan program CAD (misalnya, AutoCad) semua itu dapat teratasi. Bahkan, program ini dapat menggambarkan bentuk nyata sebuah desain mobil dilihat dari berbagai sudut (3 dimensi).

Pada tahap produksi, digunakan robot yang d¬kendalikan oleh komputer dengan program Computer Numerical Control (CNC) dan Computer Aided Manufacture (CAM). Bahkan, ujicoba ketahanan kendaraan dapat dilakukan dan disimulasikan dengan komputcr.

Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran TIK dalam bidang industri dan manufaktur sangat besar, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Sebagai alat bantu untuk merancang produk baru secara cepat, mudah, dan tepat (akurat).
  2. Proses produksi dapat dilakukan dengan sesedikit mungkin tenaga manusia sehingga mengurangi resiko fisik yang dapat dialami oleh manusia.

Peranan TIK dalam bidang industri pendidikan

1. TIK sebagai skill dan kompetensi
· Penggunaan TIK harus proporsional maksudnya TIK bisa masuk ke semua lapisan masyarakat tapi sesuainya dengan porsinya masing-masing.

2. TIK sebagai infratruktur pembelajaran
· Tersedianya bahan ajar dalam format digital
· The network is the school
· belajar dimana saja dan kapan saja

3. TIK sebagai sumber bahan belajar
· Ilmu berkembang dengan cepat
· Guru-guru hebat tersebar di seluruh penjuru dunia
· Buku dan bahan ajar diperbaharui secara kontinyu
· Inovasi memerlukan kerjasama pemikiran
· Tanpa teknologi, pembelajaran yang up-to-date membutuhkan waktu yang lama

4. TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran
· Penyampaian pengetahuan mempertimbangkan konteks dunia nyata
· Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar
· Pelajar melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih luas dan mandiri
· Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi mahasiswa dan guru
· Rasio antara pengajar dan peserta didik sehingga menentukan proses pemberian fasilitas

5. TIK sebagai pendukung manajemen pembelajaran
· Tiap individu memerlukan dukungan pembelajaran tanpa henti tiap harinya
· Transaksi dan interaksi interaktif antar stakeholder memerlukan pengelolaan back office yang kuat
· Kualitas layanan pada pengeekan administrasi ditingkatkan secara bertahap
· Orang merupakan sumber daya yang bernilai

6. TIK sebagai sistem pendukung keputusan
. Tiap individu memiliki karakter dan bakat masing-masing dalam pembelajaran
· Guru meningkatkan kompetensinya pada berbagai bidang ilmu
· Profil institusi pendidikan diketahui oleh pemerintah.

Dampak ICT / TIK Dalam Pendidikan

Seiring berkembangnya zaman, ICT/TIK semakin digunakan di dunia pembelajaran, hal itu bisa terjadi karena ICT/TIK dirasa membawa keuntungan baik bagi pengajar maupun pelajar, keuntungan atau dampak positif dari pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK tersebut antara lain adalah :

Pelajar jadi lebih mudah dalam belajar, karena kebanyakan pelajra lebih suka praktek dibandingkan teori.

Pengajar jadi lebih mudah mengajar jadi lebih mudah menyampaikan materi dengan membuat presentasi – presentasi.

Bagi pelajar maupun pengajar, pemberian dan penerimaan materi atau tugas tidak harus bertatap muka, jadi jika pengajar berhalangan hadir tetap dapat memberi tugas atau materi melalui e-mail.

Dalam membuat laporan baik bagi pelajar, maupun pengajar jadi lebih mudah karena jika memakai komputer, akan mudah dikoreksi jika ada kesalahan.

Dalam belajar, baik pelajar maupun pengajar akan lebih mudah mencari sumber karena adanya internet.
Pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK bisa dibuat menjadi lebih menarik, misalnya dengan memunculkan gambar atau suara, sehingga pelajar menjadi lebih antusias untuk belajar.

Segala sesuatu pasti ada dampak positif dan negatif, tidak terkecuali pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK
Pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK hanya bisa dilaksanakan oleh sekolah yang mampu, bagi sekolah – sekolah yang kurang mampu akan ketinggalan, dan siswanya akan kesulitan jika mereka masuk ke sekolah lanjutan di kota besar yang sudah sering menggunakan ICT/TIK

Setiap pelajar harus mendapat fasilitas yang sama, jadi dalam pembelajaran yang menggunakan komputer, setiap pelajarnya harus memakai 1 komputer yang memadai, jika komputer yang dalam kondisi baik hanya sebagian, aka nada siswa yang hanya menonton, sehingga mereka tidak menguasai penggunaan komputer

Dalam pembelajaran, siswa – siswa yang tidak antuasias dalam penerimaan materi sering kali lebih suka main game selama pembelajaran, sehingga mereka tidak konsentrasi dan tidak menerima materi yang diajarkan.

Dalam pembelajaran yang menggunakan internet yang tidak dibatasi, sering kali pelajar menggunakan internet bukan untuk keperluan belajar, misalnya membuka situs youtube untuk menonton video dalam proses belajar

Bagi pengajar yang malas masuk kelas cenderung memberi tugas – tugas yang memanfaatkan internet sehingga tatap muka dengan pelajar jarang terjadi, akibatnya pengajar tidak mengenali pelajarnya.

Kelebihan dan Kekurangan ICT 

ICT memang menawarkan kelebihan dan manfaat yang sangat besar dalam mendukung sistem pembelajaran lebih bermutu. Para siswa bisa mengakses semua ilmu pengetahuan atau wawasan materi yang diberikan lewat perangkat teknologi yang terkini.

Menggunakan kecanggihan teknologi, guru bisa mengajarkan gambar atau video yang mendukung materi sehingga pemahaman siswa bisa lebih meningkat dibandingkan dengan tata ajar biasa.

Selain itu, manfaat ICT memberikan kelebihan dari segi penilaian kemampuan siswa. Para pengajar bisa melihat kemampuan peserta didik lewat ujian berbasis komputer. Setidaknya ujian dengan metode komputerisasi bisa memberikan hasil ujian yang semestinya.

Risiko siswa menyontek untuk mendapatkan nilai tinggi bisa ditekan sebaik mungkin. Standar pendidikan bisa lebih meningkat dengan keberadaan peran ICT ini.

Tentu ada beberapa kekurangan yang masih menjadi bahan pertimbangan atau evaluasi kebijakan di sekolah. Misalnya harga komputer atau perangkat elektronik yang mahal mungkin sangat membebani siswa yang berasal dari kategori kurang mampu. Sekolah mungkin memiliki sistem ICT berupa laboratorium komputer, perangkat proyektor, jaringan, dan lain-lain yang masih terbatas.

Perlu pula tenaga IT yang mumpuni dalam menangani pengelolaan dan pengoperasian ICT di lingkungan sekolah. Tenaga pengajar harus melalui sosialisasi atau pelatihan yang mumpuni agar bisa menguasai penggunaan alat-alat ICT tersebut.

Jangan sampai para tenaga pengajar bisa dikatakan tidak update alias ketinggalan jaman di era yang serba digital. Perlu pula peningkatan pengawasan dan pemantauan agar siswa tidak menyalahgunakan ICT untuk hal yang kurang bertanggung jawab seperti konten mencontek, pornografi atau cyberbullying.

Peran ICT dalam pendidikan sangat besar untuk memberikan kemajuan pendidikan yang lebih bermutu tinggi. Setidaknya dukungan ICT bisa meningkatkan kualitas lulusan sekolah yang memiliki daya saing tinggi.

Selain itu, ICT mendukung motivasi dan metode pembelajaran yang tidak monoton atau menarik minat para siswa dan siswi. Memanfaatkan teknologi dan informasi untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, kenapa tidak?

Apalagi di tengah pandemi virus corona / covid-19 seperti saat ini. Instansi bisa mengembagkan Learning Management System (LMS) untuk melakukan pembelajaran jarak jauh.

ICT singkatan dari apa?

Penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau secara internasional dikenal dengan istilah ICT (Information and Communication Technology) sangat penting di era globalisasi saat ini.

Apa itu ICT dalam pendidikan?

Dan dalam konteks pembelajaran, ICT meliputi segala hal yang berkaitan dengan pemanfaatan komputer untuk mengolah informasi dan sebagai alat bantu pembelajaran serta sebagai sumber informasi bagi guru dan siswa.

Apa yang dimaksud dengan ICT dan contohnya?

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT) merupakan media atau bantu untuk melakukan kegiatan seperti pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/ pemindahan informasi.

Apa itu ICT dalam bisnis?

ICT adalah singkatan dari Information and Communication Technology, dalam bahasa Indonesia disebut Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). ICT adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.

Apa keuntungan dalam pembelajaran ICT?

Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah manfaat media pembelajaran berbasis ICT (Information and Communication Technology) dalam pembelajaran bahasa Indonesia meliputi (1) Menarik perhatian siswa, (2) Pembelajaran menjadi menyenangkan, (3) Pembelajaran menjadi lebih mudah, (4) Memberikan pengetahuan lebih kepada

Mengapa kita mengintegrasikan ICT dalam pendidikan?

Integrasi TIK dalam pendidikan, UNESCO memaparkan, bahwa akses dan keterjangkauan pendidikan terhadap TIK akan mampu membuat pendidikan lebih baik, karena akses terhadap informasi meningkat, memungkian akses yang lebih tinggi terhadap pendidikan, memungkinkan belajar dimana saja dan kapan saja, dan mempertahankan

Apa kepanjangan ICT dan pengertian nya secara singkat?

ICT – Information and Communication Technology atau Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), menurut id.wikipedia adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.

Bagaimana karakteristik media belajar berbasis ICT?

Karakteristik utama dari pembelajaran berbasis ICT adalah mengintegrasikan berbagai bentuk materi seperti: teks, gambar, grafis, dan suara yang dioperasikan dengan komputer