Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.

Hancurnya Nilai Demokrasi Dalam Masyarakat

2 min read

Hancurnya Nilai Demokrasi Dalam Masyarakat

Hancurnya Nilai Demokrasi Dalam Masyarakat – Masyarakat adalah sebuah tatanan sosial yang didalamnya terdapat nilai-nilai yang diakui kebenaran dan kedudukannya dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut merupakan hasil sosialisasi budaya yang terjadi secara terus menerus dalam kehidupan bermasyarakat. Kehidupan masyarakat yang selalu berkembang dan terus mengalami peradaban budaya ataupun ilmu pengetahuan membuat pola pikir masyarakat semakin maju. Nilai-nilai demokrasi yang ada pada masyarakat Indonesia saat ini, merupakan sebuah hasil peradapan masyarakat Indonesia itu sendiri.

Demokrasi pada dasarnya merupakan seperangkat gagasan dan prinsip tentang kebebasan tetapi juga mencakup seperangkat praktek dan prosedur yang terbentuk melalui sejarah panjang dan berliku-liku. Pada dasarnya Konsep umum demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat, namun dalam perkembangan nilai-nilai demokrasi pada masyarakat telah mengalami adaptasi dengan kebudayaan dalam masyarakat. Nilai-nilai demokrasi yang diyakini oleh masyarakat Indonesia adalah kerja sama, rasa saling percaya, kesetaraan gender, kebebasan menyatakan pendapat, berkelompok, berpartisipasi, kebebasan antar warga dan kedaulatan rakyat.

Faktor Hancurnya Nilai Demokrasi Dalam Masyarakat

Seiring perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia pada sekarang ini, nilai-nilai demokrasi mengalami penurunan. Hancurnya nilai-nilai demokrasi dalam masyarakat merupakan suatu protes dari masyarakat terhadap aparatur negara dalam menjalankan roda kehidupan bernegara.

Ketidakpuasan masyarakat terhadap aparatur negara disebabkan karena beberapa faktor, antara lain:

  • Melemahnya  kontrol negara sebagai penegak hukum dan keadilan bagi masyarakat.
  • Perlindungan hukum yang tidak adil  bagi kaum lemah.
  • Hilangnya keberpihakan negara pada nilai-nilai keadilan dan pudarnya ketaatan kepada hukum.
  • Minimnya kesadaran representative dikalangan masyarakat dan para anggota yang duduk di parlemen sehingga mengakibatkan kesadaran sistemik demokrasi kurang berjalan secara optimal .
  • Kuatnya hegemonipolitik dari anggota parlemen semakin mendistori makna dari anggota parlemen sebagai wakil rakyat.
  • Lemahnya kontrol dari negara sebagai tonggak penegak hukum dan keadilan bagi masyarakat.
  • Negara tidak lagi berperan sebagai pengontrol keadilan bagi masyarakat yang berdampak pada diskriminasi hukum dalam masyarakat, sehingga perilaku kesewenang-wenangan penegak hukum peda masyarakat.

Contohnya : perlakuan pemerintah terhadap TKI diluar negeri yang pada saat TKI mendapatkan masalah atau melanggar hukum di negara lain hukum Indonesia kurang berperan tidak mengkontrol TKI yang ada disana sehingga TKI berhadapan dengan hukum disana sendirian tanpa ada pembelaan dari pemerintah Indonesia.

Hancurnya Nilai Demokrasi Dalam Masyarakat

Perlindungan hukum yang tidak adil pada kaum lemah maksudnya hukum di Indonesia saat ini tidak sesuai dengan teori yang seharusnya bahwa hukum itu berlaku untuk semua orang yang melanggar hukum tanpa memandang bulu. Tetapi kenyataannya saat ini hukum di Indonesia masih dapat diperdaya dengan uang atau suapan. Siapa yang mempunyai kekuasaan itu adalah yang paling kuat.

Contohnya pada kasus anak Ahmad dhani yang bernama Abdul seorang musisi terkenal di Indonesia yang menabrak orang sampai meninggal. Seharusnya didalam hukum anak Ahmad Dhani dapat dihukum karena sudah menyebabkan orang meninggal. Pada akhir keputusan hakim ketua dalam pengadilan memutuskan bahwa anak ahmad dhani dikembalikan kepada orang tua.

Hancurnya Nilai Demokrasi Dalam Masyarakat

Hilangnya keberpihakan negara pada nilai-nilai keadilan dan pudarnya ketaatan kepada hukum. Hal ini dapat dilihat bahwa saat ini negara hanya berpihak pada orang-orang yang mempunyai kekuasaan saja tidak merata contohnya banyak kasus yang terjadi pada korupsi dan pencurian seharusnya kasus korupsi dihukum lebih berat dari pada pencurian tetapi kenyataannya sebaliknya. Pencurian mendapatkan sanksi lebih berat daripada seorang korupsi. Hal-hal seperti inilah yang membuat ketaatan pada hukum semakin memudar karena masyarakat beranggapan bahwa segala sesuatu dapat diselesaikan dengan uang.

Rendahnya kesadaran representative di kalangan masyarakat dan anggota parlemen sehingga berakibat kesadaran sistemik demokrasi  kurang berjalan optimal. Kuatnya hegemonipolitik atas anggota parlemen semakin mendistori makna anggota parlemen sebagai wakil rakyat.

 

Baca juga : Pembinaan Warga Negara

Menumbuhkan nilai-nilai demokrasi dalam masyarakat dapat dilakukan melalui pendidikan dan keluarga. Dua komponen kehidupan dalam masyarakat tersebut merupakan sarana sosialisasi yang paling tepat dan efektif. Pendidikan formal dan non-formal dapat ditempuh melalui pendidikan disekolah dan masyarakat. Keluarga sebagai pihak yang berperan dalam pembangunan karakter, memegang point penting sebagai pengontrol dan pemfiltrel kebudayaan yang masuk. Pemerintah sebagai aparatur negara harus bersikap lebih tegas dan komitmen dalam penegakan hukum.

Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.