Geografi Pembangunan : Pengertian, Teori, Peran, Sumbangan dan Sasarannya

Geografi Pembangunan – Dapat di lihat bahwa dari tahun ke tahun ilmu geografi semakin berperan dalam pembangunan dari mulai awalnya orang-orang tidak mengetahui dan mengabaikan keterbelakangan sampai Kebijakan penelitian perencanaan pembangunan yang berorientasi pada aspek geografi pun di perhatikan sehingga pada akhirnya geografi merupakan ilmu yang interdeseplier terhadap masalah-masalah pembangunan dan keterbelakangan dan pada akhirnya orang menyadari pentingnya spasial.

Pengertian Geografi Pembangunan adalah cabang dari disiplin geografi yang mempelajari atau mengkaji mengenai keterkaitan antara proses pembangunan yang dilakukan sesuatu region dengan keadaan alam serta penduduk region tersebut. Atau dengan kata lain adalah bagian dari ilmu geografi yang mempelajari alam semesta dengan segala isinya (aspek keruangan geografi) yang diperlukan untuk menyusun rancangan atau perencanaan pembangunan.

Geografi pembangunan sangat penting untuk dipelajari dalam rangka mensukseskan pembangunan. Karena setiap perencanaan yang akan dilakukan oleh ahli-ahli planologi harus selalu mempertimbangkan aspek gaeografinya. Aspek itu antara lain aspek fisik seperti tanah, daerah perairan, iklim, dan lain-lain.

Aspek Manusiawi atau aspek sosial seperti jumlah penduduk. Pertumbuhan penduduk, penyebarannya dan lain-lain. Aspek biotis seperti hewan dan tanaman, Serta Aspek absrak yang meliputi letak, luas, batas, bentuk ruang. Agar tujuan pembangunan dapat tercapai maka harus ada kerjasama yang baik antara keduanya.

Kali ini Jagoan Ilmu akan membahas lebih rinci tentang Geografi Pembangunan. Berikut penjelasannya, yakni :

Pengertian Geografi Menurut Para Ahli

  • Prof. Bintarto (1981) Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.
  • Pendapat Paul Claval (1976) berpendapat bahwa Geografi selalu ingin menjelaskan gejala gejala dari segi hubungan keruangan.

Teori Geografi Pembangunan

Adapun teori geografi pembangunan, yakni :

  • Geografi sebagai ilmu penelitian yang meneliti segala aspek keruangan dalam munyusun rancangan atau perencanaan pembangunan. Tidak hanya bernilai teoritis bagi kepentingan pembangunan dirinya sebagai suatu ilmu melainkan dapat dimanfaatkan secara praktis bagi perencana dan pembangunan daerah (regional). Peranan geografi sebagai ilmu penelitian dimanfaatkan dalam aspek keruangan dalam suatu wilayah dalam menyusun rancangan, perencanaan pembangunan wilayah yang bersangkutan.
  • Geografi sebagai bidang inkuiri, tidak hanya merangsang untuk berpikir melainkan dapat mempertajam penghayatan terhadap apa yang terjadi di permukaan bumi. Dengan kata lain geogarfi memiliki nilai edukatif bagi yang mempelajarinya (meningkatkan kognisi,afeksi dan psikomotor). Sehingga pada akhirnya akan meningkatkan SDM pelaksana pembangunan.
  • Geografi sebagai ilmu tata guna tanah yang diperlukan dalam menata ruang permukaan bumi. Contohnya saja dalam tata guna lahan, geografi, dapat melakukan organisasi keruangan (spatial organization). Geografi membantu planologi dalam analisis faktor-faktor geografi untuk menata ruang, misalnya berapa persen untuk pemukiman, untuk industri, perkantoran, dan lain lain dengan bantuan data geografi. Oleh sebab itu geografi tidak hanya menunjang secara pasif terhadap pembangunan melainkan berperan aktif memberikan data dan informasi tentang aspek-aspek atau faktor-faktor geografi yang menjadi landasan pembangunan.
  • Geografi sebagai ilmu yang membahas bidang fisik (Ilmu Pengetahuan Alam) dan non fisik (Ilmu Pengetahuan Sosial). Hakekat studi geografi yang mempelajari dunia nyata baik yang berkenaan dengan kehidupan manusia maupun lingkungan alamnya. Dengan demikian geografi tidak bisa dikotomi menempati salah satu bidang ilmu pengetahuan alam atau ilmu pengetahuan sosial.
  • Sehingga studi geografi tidak hanya mengkhususkan diri mempelajari alam (udara, air, batuan, gempa dan sebagainya) melainkan untuk mengungkapkan pentingnya alam bagi kehidupan manusia. Sumbangannya bagi pembangunan adalah dengan memperhatikan aspek geografi dalam pembangunan menjadi renungan manusia untuk tidak sembarangan mengolah alam yang pada akhirnya hanya akan merugikan manusia

Fase-fase Keterlibatan Geografi dalam Pembangunan

Fase-fase keterlibatan geografi dalam pembangunan dibagi menjadi 4 tahap yaitu:

  • Fase Studi Idiografis, yaitu masa sekitar zaman penjajah, pada zaman ini pembangunan dan keterbelakangan belum dibicarakan.
  • Fase Nemotetik, yaitu sekitar periode tahun 1950 an, Pada fase ini mulai membicarakan tentang pembangunan dengan tekanan pada distribusi keruangan.
  • Fase Struktural historis yaitu sekitar tahun 19600an dengan penekanan studi konteks keruangan keberbelakangan.
  • Fase Sintesa dan dan peninjauan kembali fase ini dimulai tahun 1980-an dengan meninjau kembali ide-ide geografi pembangunan yang nomotetik dan studi tentang place pada tingkat mikro.

Peran dan Kedudukan Geografi dalam pembangunan

Geografi sebagai salah satu disiplin ilmu, yang memandang pembangunan dari berbagai sisi, atau menggunakan cara pandang yang holistik, turut berusaha mencari solusi permasalahan pembangunan. Secara umum, geografi mampu menjelaskan berbagai fenomena perbedaan yang terjadi antara satu tempat dengan tempat yang lain. Atau minimal, geografi memiliki sense of place yang lebih tinggi dibandingkan dengan disiplin ilmu lain.

Jika disiplin ilmu lain selalu menjelaskan fenomena dengan menggunakan sistem thinking yang telah terjadi, maka geografi berusaha menjelaskan fenome secara aktual.

Contoh kasus adalah pembangunan jalur busway di Jakarta, yang sesungguhnya dirancang oleh orang Teknik Sipil – UI. Pendekatan yang dilakukan pada awalnya, yakni untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, dalam tanda kutip bisa dinyatakan tidak berhasil.

Hal ini karena pendekatan program dijalankan menggunakan pendekatan kuantitatif, atau untuk rugi dalam mengatasi permasalahan kemacetan. Sehingga dapat dikatakan program kurang berhasil. Perhitungan yang dilkukan lebih banyak menghitung kost pengembalian, tapi kost kerusakan lingkungan tidak pernah terhitung.

Sumbangan Geografi Dalam Pembangunan

Contoh sumbangan geografi dalam pembangunan dalam hal ruang lingkup atau skop keterlibatan geografi dalam pembangunan mencakup kegiatan penelitian perencanaan analisis dan evaluasi. Semua fenomena geografi berusaha meneliti dan mendeskripsikan, menganalisis dampak, dan mengevaluasi hasil pembangunan.

Semacam ini wajar karena objek kajian geografi itu sendiri mencakup objek materil dan formal, artinya geografi harus mempu melakukan tugasnya meneliti, merencanakan, menganalisis dan mengevaluasi suatu fenomena yang sangat berguna bagi pembangunan.

Sebagai ilmu penelitian geografi mempunyai peran untuk dimanfaatkan dalam aspek keruangan dalam suatu wilayah dalam menyusun rancangan, perncanaan pembangunan wilayah yang bersangkutan. Contohnya saja dalam tata guna lahan, geografi, dapat melakukan organisasi keruangan (spatial organization).

Pada analisis faktor-faktor geografi untuk menata ruang geografi membantu planologi x, misalnya berapa persen untuk pemukiman, untuk industri, perkantoran, dan lain lain dengan bantuan data geografi.

Sasaran Geografi Pembangunan

Sejauh ini ruang lingkup atau skop keterlibatan geografi dalam pembangunan mencakup kegiatan penelitian perencanaan analisis dan evaluasi. Geografi berusaha meneliti dan mendeskripsikan semua fenomena geografi menganalisis dampak, dan mengevaluasi hasil pembangunan.

Hal ini wajar karena objek kajian geografi itu sendiri mencakup objek materil dan formal, artinya geografi harus mempu melakukan tugasnya meneliti, merencanakan, menganalisis dan mengevaluasi suatu fenomena yang sangat berguna bagi pembangunan.

Ruang lingkup geografi sebagai berikut :

  1. Distribusi dan hubungan timbal balik antara manusia di permukaan bumi dengan aspek-aspek keruangan permukiman penduduk dan kegunaan dari bumi.
  2. Hubungan timbal balik antara masyarakat dengan lingkungan fisiknya sebagai bagian studi perbedaan area.
  3. Kerangka kerja regional dan analisis wilayah secara spesifik.

Kesimpulan

Itulah penjekasan tentang Geografi Pembangunan. Geografi berusaha meneliti dan mendeskripsikan semua fenomena geografi menganalisis dampak, dan mengevaluasi hasil pembangunan. Hal ini wajar karena objek kajian geografi itu sendiri mencakup objek materil dan formal, artinya geografi harus mempu melakukan tugasnya meneliti, merencanakan, menganalisis dan mengevaluasi suatu fenomena yang sangat berguna bagi pembangunan. Semoga bermanfaat.

Author: Wa Ode

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.