Distribusi Frekuensi: Penjelasan dan Contohnya

Distribusi Frekuensidi dalam materi matematika anda akan menemukan bab tentang statistic deskriptif yang merupakan bentuk penyajian hasil penelitian dalam bentuk yang baik, yakni dengan menjadikan bentuk yang sederhana, sehingga dapat lebih mudah mendapat gambaran hasil penelitian itu sendiri. Tujuan distribusi frekuensi adalah untuk menyajikan data kuantitatif agar menjadi bentuk yang baik dapat disusun dengan cara distribusi frekuensi atau dengan cara gambar grafik.

Distribusi frekuensi sendiri adalah tabel angka-angka yang memuat daftar membagi data ke dalam beberapa kelas. Ada dua macam distribusi frekuensi yaitu:

  1. Distribusi frekuensi kategorikal adalah distribusi frekuensi yang pembagian kelas-kelasnya berdasarkan atas golongan atau katagori-katagori secara kualitatif.
  2. Distibusi frekuensi numerical adalah distribusi frekuensi yang pembagian kelas-kelas dinyatakan dalam angka-angka atau secara kuantitaif. Untuk pelaksanaanya harus terlebih dahulu ada suatu penggalian data. Data tersebut masih mentah, maksudnya memang belum tersusun.

Selanjutnya, adalah bagaimana menyusun data-data tersebut yang akan disusun frekuensinya menjadi distribusi frekuensi. Antara lain adalah

Cara menyusun distribusi frekuensi numerical

Untuk menyusun distribusi frekuensi numerical dibutuhkan tiga tahap, antara lain:

  1. Menentukan kelas-kelasnya
  2. Memasukan data ke dalam kelas-kelas yang telah tersusun
  3. Menjumlahkan data dari semua kelas.

Masing-masing tahapan tersebut akan dijelaskan satu persatu:

1). Pedoman untuk menentukan kelas dalam distribusi frekuensi:

  • Jumlah kelas

Dalam menentukan jumlah kelas untuk mengelompokkan data yang digunakan rumus struges.

K= 1+3.322 log n

K: jumlah kelas

n : banyak data/jumlah individu

contoh:

K= 1+3,322 log 100

= 1+3,322

= 1+3,322

= 1+6,64 = 7,64 dibulatkan menjadi 8

  • Menentukan range

Range adalah jarak antara data terkecil dengan data terbesar atau selisih data terbesar dengan data terkecil yang di dapat dari data yang telah terkumpul. Rumus yang digunakan adalah R = Xn-Xi

  • Menentukan panjang kelas

Panjang kelas atau inyerval kelas dapat dihitung dengan cara range dibagi dengan jumlah kelas atau dengan rumus

R   R
K   K

2). Nama-nama bagian dalam distribusi frekuensi

Anda juga harus memahami istilah atau nama-nama yang ada di dalam distribusi frekuensi antara lain:

  • Class limits

Class limits adalah batas kelas dari nilai-nilai yang membatasi pada tiap-tiap kelas, dalam batas kelas tersebut terdapat limit bawah atau lower class limits nilai di sebelah kiri pada kolom kelas dan limit atas upper class limits nilai disebelah kanan pada kolom kelas.

  • Kelas nyata/ class boundary

Kelas nyata adalah nilai yang berada di tengah antara nilai limit atas pada suatu kelas dengan limit di bawah pada kelas berikutnya. Kelas nyata pada suatu jelas akan menjadi kelas nyata bawah pada kelas berikutnya.

  • Rata-rata kelas/ class mark

Rata-rata kelas adalah nilai tengah pada tiap kelas pada suatu kelas, nilai ini dapat dihitung dengan cara:

  1. Pendekatan kelas nyata
  2. Pendekatan kelas limit
  • Luas kelas atau class interval

Ini menunjukkan jarak antar kelas bawah dengan kelas atas pada kelas yang sama, hal ini dapat dihitung dengan menggunakan kelas limit, kelas nyata atau rata-rata kelas.

  1. Menggunakan kelas nyata, yaitu selisih antara kelas nyata atas dengan kelas nyata bawah pada kelas sama.
  2. Menggunakan kelas limit yaitu selisih antara kelas limit bawah atas pada suatu kelas dengan limit bawah atau atas pada kelas berikutnya
  3. Menggunakan rata-rata kelas, yaitu selisih rata-rata kelas pada suatu kelas dengan rata-rata kelas pada kelas berikutnya.

 

Demikianlah penjelasan singkat tentang Distribusi Frekuensi dengan penjelasan lengkap beserta contoh soal. Semoga ilmunya bisa bermanfaat.

Author: Wa Ode

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.