Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.

Definisi Wacana dalam Bahasa Indonesia

1 min read

Definisi Wacana

Definisi Wacana – Konsep bahasa secara teoretis menekankan bahwa segala macam tanda dan simbol tidak selalu berkaitan dengan ‘kata’ yang dapat dianggap sebagai bahasa. Konsep bahasa juga dikaitkan dengan konsep membaca. Apa yang kita baca tidak hanya berupa teks dari buku, surat kabar atau bacaan lainnya, tapi juga lingkungan budaya secara keseluruhan. Teks sudah mengalami penilaian ulang yang sebanding. Segala sesuatu dapat dianggap sebagai teks. Teks yaitu objek-objek dan data yang selalu terbuka bagi pembacaan dan interpretasi yang beragam (Cavallaro, 2004:109). Interpretasi yang beragam sebuah teks salah satunya adalah wacana teks.

Saat ini istilah wacana sudah banyak bermunculan dan digunakan dalam berbagai aspek.  Oleh para linguis Indonesia dan di negara-negara berbahasa Melayu lainnya, istilah wacana dikenalkan dan digunakan sebagai bentuk terjemahan dari istilah bahasa Inggris ‘discourse’ (Oetomo, 1993:3) dalam (Mulyana, 2005:4). Istilah discourse kemudian digunakan oleh para ahli bahasa dalam kajian linguistik sehingga kemudian dikenal dengan discourse analysis.

Menurut Harimurti Kridalaksana dalam satuan kebahasaan atau hirarki kebahasaan, kedudukan wacana berada pada posisi yang paling besar dan paling tinggi. Hal ini disebabkan wacana sebagai satuan gramatikal dan sekaligus sebagai objek kajian linguistik mengandung semua unsur kebahasaan yang diperlukan dalam segala bentuk komunikasi.

Setiap kajian wacana akan selalu mengkaitkan dengan unsur-unsur satuan kebahasaan yang ada di bawahnya seperti fonem, morfem, frasa, klausa, atau kalimat. Di samping itu, kajian wacana juga menganalisis makna dan konteks dalam pemakaiannya.

Dari sudut pandang linguistik, wacana adalah suatu rangkaian yang berkesinambungan dalam kaidah bahasa (khususnya lisan) yang lebih luas dari kalimat (Crystal 1985: 96) dalam (Wijana dan Rohmadi, 2011:68). Definisi tersebut masih sangat umumj, dapat diterapkan secara berbeda-beda, dan sesuai sudut pandang yang berbeda-beda pula. Dari sudut pandang wacana sebagai satuan unit perilaku maka wacana adalah sehimpunan ujaran yang merupakan peristiwa wicara yang dapat dikenali, seperti percakapan, lelucon, khotbah, dan wawancara.

Sementara itu menurut Tarigan (1987: 27) dalam (Wijana dan Rohmadi, 2011:68) mengatakan bahwa wacana adalah satuan bahasa lengkap dan tertinggi atau terbesar di atas kalimat atau klausa dengan koherensi dan kohesi tinggi yang berkesinambungan yang mempunyai awal dan akhir nyata, disampaikan secara lisan atau tulis. Adanya koherensi dan kohensi sebagai ciri dari wacana yang merupakan bentuk keserasian hubungan antara unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam wacana, dan juga sebagai bentuk kepaduan wacana sehingga menjadi wacana yang komunikatif dan mengandung ide atau gagasan.

Lebih lanjut dijelaskan wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan, yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain, dan membentuk satu kesatuan. Dari pengertian itu, menurut Djajasudarma (1994: 1) dalam (Rohmadi dan Wijana, 2011: 68) menjelaskan makna proposisi sebagai isi konsep yang masih kasar yang akan melahirkan pernyataan atau statement dalam bentuk kalimat atau wacana.

Klasifikasi Wacana

Pada dasarnya, klasifikasi diperlukan untuk memahami, mengurai, dan menganalisis wacana secara tepat. Ketika analisis dilakukan, perlu diketahui terlebih dahulu jenis wacana yang dihadapi. Pemahaman ini sangat penting agar proses pengkajian, pendekatan, dan teknik-teknik analisis wacana yang digunakan tidak keliru.

Klasifikasi atau pembagian wacana sangat bergantung pada aspek dan sudut pandang yang digunakan. Dalam hal ini, wacana setidaknya dapat dipilah atas dasar berbagai segi, yaitu: (1) bentuk, (2) media, (3) jumlah penutur, dan (4) sifat. Begitupun, perlu dinyatakan bahwa pemilahan atas dasar segi yang lain.

Demikian artikel kali ini tentang pengertian dan Definisi Wacana secara umum, semoga bermanfaat.

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.