Dampak Positif dan Negatif Perang Padri Bagi Masyarakat di Sumatera Barat

Ilmu Area, Dampak positif dan negatif perang padri bagi masyarakat di Sumatera Barat – Tahukah Anda dampak positif dan negatif perang padri ?, Jika Anda belum mengetahuinya, tepat sekali mengunjungi artikel ini. Karena pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas materi dampak perang padri bagi Belanda dan Indonesia. Perang Padri adalah perang antara kaum padri dengan kaumadat.

Perang ini terjadi karena kaum padri menolak adat dan tradisi Minagkabau yang kolot dan tidak sesuaidengan ajaran agama islam, seperti adat matrilineal, adat paman kemenakan, adu ayam, dan minum tuak. Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan mengenai dampak positif dan negatif perang padri, secara lengkap yang ada dibawah berikut ini.

Dampak Positif dan Negatif Perang Padri

Dampak Positif dan Negatif Perang Padri

Gerakan Padri timbul sejak tahun 1802, Pemimpin dari kaum padri adalah Haji Miskin, Tuanku Nan Tua, TuankuMesiangan, Tuanku Nan Renceh, Datuk Bandaharo, Tuanku Nan Rencek, Tuanku Pesaman, Tuanku Nan Cerdik serta Malim Basa (atau Tuanku Imam Bonjol).

Dampak perang padri bagi rakyat, perang Padri dimulai pada tahun 1821. Karena kaum bangsawan terdesak, akhirnya mereka meminta bantuan kepada Belanda. Belanda datang dari Batavia dibawah pimpinan Letnan Kolonel Raaf. Belanda juga berhasil mendirikan benteng Van der Capellen di Batusangkar.

Pada tahun 1825 Belanda mengadakan perjanjian Masang yg isinya masalah gencatan senjata antara kedua belah pihak. Tetapi itu semua tak berlangsung lama, pada tahun 1831 Belanda dibawah pimpinan Letnan Kolonel Elout datang kembali untuk menggempur kaum padri.

Akhirnya pada tahun 1831 juga kaum adat dan kaum padri bersatu untuk melawan Belanda yg dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol. Tapi pada tahun 1837 pertahanan kaum padri yg terakhir, kota Bonjol jatuh ke tangan Belanda. Tuanku Imam Bonjol berhasil ditangkap dan diasingkan ke daerah Minahasa Pulau Sulawesi Utara sampai akhirnya meniggal pada tanggal 6 November 1867. Sejak berakhinya perang Padri (1821 – 1837), seluruh daerah Sumatera Barat dikeuasai oleh Belanda.

Baca Juga Kesimpulan Perang Padri

1. Dampak Perang Padri Bagi Golongan Adat dan Golongan Padri

Dampak Positif :

Terjadinya rasa persatuan diantara Golongan Adat dan Golongan Padri walaupun pada akhirnya mereka kalah dalam peperangan melawan Belanda.

Dampak Negatif :

Banyak dari para pejuang kita yg gugur dalam peperangan tersebut.
Direbutnya seluruh daerah Sumatera Barat oleh Belanda.
Dikeruknya segala sesuatu yg ada di Sumatera Barat (sumber daya manusia dan sumber daya alam)

2. Dampak positif dan kerugian bagi Belanda dalam Perang Padri

Dampak positif :

Berhasil memperluas wilayah kekuasaan.

Belanda bertambah jaya dan makmur.

Dampak negatif :

Banyak tentara yang gugur dalam peperangan
Semakin banyak rakyat yg tersiksa, semakin banyak perlawanan – perlawanan yg akan terjadi.

Akhir Kata

Demikian yang dapat Ilmu Area bagikan, tentang Dampak Positif dan Negatif Perang Padri Bagi Masyarakat di Sumatera Barat. kesimpulan perang padri yaitu perang padri mempunyai dampak positif dan negatif. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi ilmuarea.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel sejarah berikutnya.

Sumber : https://www.scribd.com/document/379856765/Perang-Padri

Kata-Kata Motivasi:

Soekarno - Saya katakan bahwa cita-cita kita dengan keadilan sosial adalah satu masyarakat yang adil dan makmur dengan menggunakan alat-alat industri, alat-alat teknologi yang sangat moderen. Asal tidak dikuasai oleh sistem kapitalisme.

Steve Jos - Teknologi bukanlah apa-apa. Hal yang penting adalah kamu memiliki keyakinan terhadap orang lain, dimana mereka pada dasarnya baik dan pintar, dan jika kamu memberikan mereka peralatan, mereka akan melakukan hal yang menakjubkan dengan alat-alat itu.

Bill Gates - Teknologi hanyalah alat. Namun, untuk menjadikan anak-anak bisa saling bekerjasama dan termotivasi, guru adalah yang paling penting.