5 Dampak Pertambangan Terhadap Lingkungan

Tahukah anda apa Dampak Pertambangan Terhadap Lingkungan? Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi jagoanilmu.net. Karena pada kesempatan kali ini akan mengulas tentang dampak-dampak pertambangan terhadap lingkungan, dampak negatif tambang terhadap kelestarian lingkungan. Oleh karena itu marilah simak penjelasan yang ada dibawah berikut ini.

area pertambangan

Dampak Pertambangan Terhadap Lingkungan

Dampak-dampak buruk yang ditimbulkan dari proses penambangan terhadap kelestarian lingkungan seperti:

1. Polusi Debu dan Kerusakan Jalan

Proses penambangan memang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan fasilitas-fasilitas umum suatu daerah. Namun, dampak negatif tersebut dapat diminimalisir dengan melaksanakan dan mengawasi secara ketat proses pencegahan-pencegahan yang telah direkomendasikan sebelumnya. Salah satu dampak yang ditimbulkan ialah pada proses hauling (pengangkutan), terutama pada penyaluran bahan olahan menuju konsumen atau menuju kapal muat (proses shipment).

Polusi debu yang ditimbulkan dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Selain itu, polusi debu juga dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan mengurangi jarak pandang pengendara sehingga dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Jika dump truck yang digunakan mengangkut bahan galian melebihi kemampuan jalanan dalam menopang, lama-kelamaan akan membuat jalan menjadi rusak dan umur jalanan menjadi lebih pendek dari yang diperkirakan.

Pengawasan yang ketat adalah salah satu solusi terbaik untuk meminimalisir dampak negatif dari proses penambangan. Polusi debu dapat dikurangi dengan cara menyiram ban truck sebelum keluar dari wilayah penambangan. Penyiraman jalan secara rutin juga menjadi solusi terbaik dalam mengurangi polusi jalan. Untuk menjaga agar jalan tidak mengalami kerusakan, maka truck pengangkut harus menaati ketentuan yang berlaku mengenai berat muatan yang dapat diangkut.

2. Polusi Udara

Udara yang tercemar oleh gas-gas beracun dan gas-gas perusak ozon telah menjadi permasalahan umum dalam setiap industri dunia. Begitu pula dalam industri pertambangan. Penggunaan bahan bakar fosil menyebabkan peningkatan Nitrogen Dioksida (NO2), Sulfur Dioksida (SO2), Karbon Monoksida (CO), dan lain-lain, kesemuanya ini dapat menyebabkan berbagai masalah lingkungan dan bagi kesehatan.

Hujan asam, penipisan lapisan ozon, pemanasan global, dan timbulnya penyakit-penyakit gangguan alat pernapasan menjadi dampak negatif dari peningkatan gas-gas berbahaya di udara. Kerusakan alam yang ditimbulkan akan berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap seluruh makhluk hidup yang ada di bumi.

Salah satu solusi yang dapat meminimalisir pencemaran udara adalah mewajibkan dan mengawasi secara ketat untuk dilakukannya AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) bagi industri atau usaha yang menghasilkan limbah. Gerakan-gerakan penghijauan hutan, memperluas hutan lindung, dan juga penghijauan perkotaan menjadi solusi alternatif dan efektif serta mudah dilakukan di lingkungan sekitar kita.

3. Pencemaran Air oleh Mineral Berat

Proses penambangan sesungguhnya membuat ketidakstabilan komponen-komponen dalam tanah sehingga perlu dilakukan penanganan-penanganan tertentu untuk menghidari dampak dari ketidakstabilan ini. Air menjadi momok yang menakutkan dalam pertambangan, kemampuan air yang memasuki setiap celah tanah dapat membawa zat-zat beracun atau zat-zat berbahaya.

Ketika terkontaminasi dengan mineral berat, air menjadi beracun dan dapat merusak apapun yang dilaluinya. Tanah, tumbuhan, dan binatang-binatang dapat rusak dan mati. Limbah-limbah buangan hasil proses pengolahan bahan galian yang dibuang sembarang tanpa melalui proses yang tepat dapat merusak ekosistem.

Penanganan yang khusus harus diterapkan dalam pembuangan limbah-limbah pengolahan bahan galian, seperti
treatment terhadap air disekitar lokasi tambang dan uji laboratorium terhadap limbah buangan. Pengawasan yang ketat baik dari pihak pengelolah dan pemerintah. Serta penanganan terhadap penambang-penambang liar yang tidak bertanggung jawab.

4. Degradasi Lahan

Degradasi lahan adalah proses di mana kondisi lingkungan biofisik berubah akibat aktivitas manusia terhadap suatu lahan. Perubahan kondisi lingkungan tersebut cenderung merusak dan tidak diinginkan. Bencana alam tidak termasuk faktor yang mempengaruhi degradasi lahan, namun beberapa bencana alam seperti banjir, longsor, dan kebakaran hutan merupakan hasil secara tidak langsung dari aktivitas manusia sehingga dampaknya bisa disebut sebagai degradasi lahan.

Degradasi lahan memiliki dampak terhadap produktivitas pertanian, kualitas lingkungan, dan memiliki efek terhadap ketahanan pangan. Diperkirakan hingga 40% lahan pertanian yang ada di dunia saat ini telah terdegradasi.

Degradasi lahan ini dapat dicegah dengan perencanaan reklamasi yang baik dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Perubahan kondisi lingkungan pasca penambangan harus diimbangi dengan kegiatan reklamasi. Reklamasi ini dapat membuat kembali suasana lingkungan yang kondusif untuk kelangsungan hidup flora dan fauna. Top soil yang mengandung unsur hara dan telah dikupas pada proses penambangan, dapat digunakan untuk menyuburkan lahan bekas penambangan sebelum dilaksanakan reklamasi.

5. Polusi Suara

Polusi suara atau pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di sekitarnya. Pencemaran suara diakibatkan suara-suara bervolume tinggi yang membuat daerah sekitarnya menjadi bising dan tidak menyenangkan. Penilaian terhadap suara yang muncul sebagai polusi atau tidak merupakan sesuatu yang subjektif.

Kerusakan yang diakibatkan pencemaran suara bersifat setempat, tidak seperti polusi udara maupun polusi air. Suara yang dihasilkan dari Blasting dan suara dari alat-alat berat yang digunakan dapat mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitar lingkungan pertambangan. Polusi suara juga memberi dampak negatif kepada para pekerja, sehingga menimbulkan gangguan pada indra pendengaran.

Polusi suara hanya dapat dihindari dengan menjauh dari lingkungan sumber bunyi. Para pekerja tambang dapat menggunakan peredam bunyi pada telinga (penutup telinga) untuk mengurangi efek dari suara yang ditumbulkan oleh mesin dan bahan peledak.

Penutup

Demikian yang dapat Jagoan Ilmu bagikan, tentang 5 dampak pertambangan terhadap lingkungan, dimana kegiatan penambangan akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitarnya. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi Jagoan Ilmu, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel pertambangan berikutnya.

Sumber: https://www.academia.edu/11635720/Dampak_Pertambangan_Terhadap_Lingkungan