Pengertian Daerah Aliran Sungai (DAS) Beserta Bentuk dan Fungsinya

Tahukah anda apa yang dimaksud dengan Daerah Aliran Sungai (DAS)? Jika anda belum mengetahui nya anda tepat sekali mengunjungi jagoanilmu.net. Karena pada kesempatan kali ini akan mengulas tentang pengertian daerah aliran sungai atau DAS, pengertian das menurut undang-undang, bentuk DAS, karakteristik daerah aliran sungai, fungsi daerah aliran sungai, contoh daerah aliran sungai di Indonesia, dan gambar daerah aliran sungai atau DAS. Oleh karena itu marilah simak penjelasan yang ada dibawah berikut ini.

Pengertian Daerah Aliran Sungai (DAS)

Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu kawasan yang dibatasi oleh titik-titik tinggi di mana air yang berasal dari air hujan yang jatuh, terkumpul dalam kawasan tersebut. DAS berfungsi menerima, menyimpan, dan mengalirkan air hujan yang jatuh di atasnya melalui sungai.

Daerah Aliran Sungai (menurut Undang-undang NO. 7 Tahun 2004 tentang SDA DAS) adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.

Air Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan air yang mengalir pada suatu kawasan yang dibatasi oleh titik-titik tinggi di mana air tersebut berasal dari air hujan yang jatuh dan terkumpul dalam sistem tersebut.

Air pada DAS ialah aliran air yang mengalami siklus hidrologi secara alamiah. Selama berlangsungnya daur hidrologi, yaitu perjalanan air dari permukaan laut ke atmosfer kemudian ke permukaan tanah dan kembali lagi ke laut yang tidak pernah berhenti tersebut, air tersebut akan tertahan (sementara) di sungai, danau/waduk, dan dalam tanah sehingga akan dimanfaatkan oleh manusia atau makhluk hidup.

Air hujan yang dapat mencapai permukaan tanah, sebagian akan masuk (terserap) ke dalam tanah (infiltrasi), sedangkan air yang tidak terserap ke dalam tanah akan tertampung sementara dalam cekungan-cekungan permukaan tanah (surface detention) untuk kemudian mengalir di atas permukaan tanah ke tempat yang lebih rendah (runoff), untuk selanjutnya masuk ke sungai.

Air infiltrasi akan tertahan di dalam tanah oleh gaya kapiler yang selanjutnya akan membentuk kelembaban tanah. Apabila tingkat kelembaban air tanah telah cukup jenuh maka air hujan yang baru masuk ke dalam tanah akan bergerak secara lateral (horizontal) untuk selanjutnya pada tempat tertentu akan keluar lagi ke permukaan tanah (subsurface flow) yang kemudian akan mengalir ke sungai.

Batas wilayah DAS diukur dengan cara menghubungkan titik-titik tertinggi di antara wilayah aliran sungai yang satu dengan yang lain.

Daerah-daerah DAS

  1. Hulu sungai, berbukit-bukit dan lerengnya curam sehingga banyak jeram.
  2. Tengah sungai, relatif landai, terdapat meander. Banyak aktivitas penduduk.
  3. Hilir sungai, landai dan subur. Banyak areal pertanian.

Dimana saja ada meander sungai : biasanya bentuk sungai ini berkelok-kelok yang terjadi akibat adanya pengikisan dan pengendapan.

Contoh daerah aliran sungai di Indonesia :

1. Daerah aliran sungai mahakam yg hilirnya ada di samarinda
2. DAS ciliwung yg hilirnya ada di Jakarta
3. Daerah aliran sungai bengawan solo yg hilirnya ada di gresik

Karakteristik DAS atau Bentuk Daerah Aliran Sungai

Salah satu faktor penentu kecepatan hidrologi adalah bentuk DAS dan sistem jaringan sungai DAS dapat dibedakan berdasarkan bentuk atau pola dimana bentuk ini mempengaruhi waktu konsentrasi air hujan yang jatuh & mengalir menuju outlet. Semakin bulat bentuk DAS berarti semakin singkat waktu konsentrasi yang diperlukan, sehingga semakin tinggi fluktuasi banjir yang terjadi. Sebaliknya semakin lonjong bentuk DAS, waktu konsentrasi yang diperlukan semakin lama sehingga fluktuasi banjir semakin rendah.

Berikut penjelasan mengenai Bentuk-bentuk DAS dan Sistem Jaringan DAS

1. Bentuk Bulu Burung

gambar daerah aliran sungai – bentuk bulu burung

  • Anak sungai  terletak dikiri-kanan sungai utama
  • Bentuk DAS ini mempunyai debit banjir yang relatif kecil karena waktu tiba banjir dari anak-anak sungainya yang terletak dikiri kanan sungai utama berbeda-beda.
  • Waktu banjir relatif lama

2. Bentuk Radial

gambar daerah aliran sungai

  • Bentuk DAS ini menyerupai kipas
  • debit banjir terjadi pada titik pertemuan anak-anak sungainya meskipun tidak lama
  • Anak sungai terkonsentrasi ke satu titik secara radial

3. Bentuk Paralel

gambar daerah aliran sungai – bentuk paralel

  • memiliki dua jalur sub daerah aliran sungai yang sejajar dan bergabung di bagian hilir
  • Memiliki resiko banjir yang cukup besar di titik hilir aliran sungai.

Fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS)

Daerah Aliran Sungai sebagai suatu hamparan wilayah atau kawasan yang menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen dan unsur hara serta mengalirkannya ke laut atau danau. Sehingga fungsi hidrologisnya sangat dipengaruhi oleh jumlah curah hujan yang diterima dan geologi yang mempengaruhi bentuk lahan. Adapun fungsi hidrologis yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Mengalirkan air
  2. Menyangga kejadian puncak hujan
  3. Melepas air secara bertahap
  4. Memelihara kualitas air
  5. Mengurangi pembuangan massa (seperti tanah longsor)

Baca juga Macam-Macam Pola Aliran Sungai

Penutup

Demikian yang dapat Jagoan Ilmu bagikan, tentang Pengertian Daerah Aliran Sungai (DAS) Beserta Bentuk dan Fungsinya, dimana DAS adalah daerah yang di batasi punggung-punggung gunung dimana air hujan yang jatuh pada daerah tersebut akan ditampung oleh punggung gunung tersebut dan akan dialirkan melalui sungai-sungai kecil ke sungai utama. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi Jagoan Ilmu, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel geografi berikutnya.

Sumber:

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_aliran_sungai#cite_note-Repository_IPB-1
  • https://jurnalbumi.com/knol/daerah-aliran-sungai/
  • http://seeevil13.blogspot.com/2016/01/bentuk-das-dan-jaringan-sungai.html
  • https://brainly.co.id/tugas/14962475
Author: Wa Ode

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.