Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.

7 Ciri-Ciri Ekonomi Syariah Islam

2 min read

Ciri-ciri ekonomi syariah, ekonomi syariah, tujuan ekonomi syariah

Ciri-ciri ekonomi syariah, ekonomi syariah, tujuan ekonomi syariahJagoan ilmu, Ciri-Ciri Ekonomi Syariah Islam – Pendapat Ibn al Qayim dalam Umer Chapra pada bukunya Alquran Menuju Sistem Moneter yang Adil seorang ekonom syariah asal India menjelaskan,” Landasan ekonomi syariah adalah kebijaksanaan dan kesejahteraan manusia di dunia dan di akirat. Kesejahteraan ini terletak dalam keadilan, kasih sayang, kelayakan, dan kebijaksanaan”.

Ekonomi islam yang merujuk pada Al-quran dan As-sunnah atau hadist dan juga hasil ijtihad ulama juga memiliki beberapa prinsip dasar yang berbeda dengan paham ekonomi konvensional yang membuatnya tidak hanya menjadi paham alternatif tapi juga paham mainstream atau arus utama yang membuatnya benar-benar berbeda dengan paham lainnya.

Berikut 7 ciri-ciri ekonomi syariah, yakni :

1. Ekonomi Rabbani

Ekonomi rabbani diambil dari kata rabb yang berarti tuhan. Sifat ini diantaranya adalah sumber landasan ekonomi syariah berasal dari tuhan dan juga peranan tuhan tidak dapat dipisahkan dari kondisi pasar, serta tujuan dari sistem ini adalah mendapatkan ridha dari tuhan.

Landasan hukum ekonomi syariah yang berasal dari tuhan yang dimaksud adalah dari firman Allah yang terkumpul pada mushaf al-quran yang diajarkan pada manusia melalui rasul Muhammad Saw. Hal ini berbeda bahkan bertolak belakang dengan sistem ekonomi konvensional yang berlandaskan pada rasio logika manusia yang terbatas dan tidak bersifat universal.

Peranan tuhan dalam pembentukan kondisi pasar juga tidak dapat dipisahkan, sebagaimana rasul bersabda “ Allah maha mengatur harga”. Hal ini bermakna bahwa kondisi pasar sangat bergantung pada belas kasih tuhan baik secara langsung maupun tidak langsung semisal pengaruh iklim, cuaca, penyakit, hujan, dan sebagainya. Berbeda dengan kaum liberal dan komunis yang mencoba mengingkari hal ini.

2. Ekonomi syariah terkait dengan akidah, syariah, dan akhlaq

Ekonomi islam adalah satu kesatuan dari ajaran islam sehingga dalam sistem perekonomiannya tidak bisa dilepaskan dari akidah, syariah, dan akhlaq. Sehingga ketiga unsur tersebut menjadi landasan pada sistem perekonomian islam.

Sebagai contoh misalnya sikap “samahah” atau berlapang dada akan anda temui pada tiap transaksi yang terjadi pada ekonomi islam, baik pada produsen, konsumen, debitur, dan sebagainya. Dimana telah dicontohkan oleh Muhammad saw untuk memudhkan dalam membeli, menjual, dan menagih. Dan dianjurkan untuk merelakan piutang yang benar-benar tidak dapat dilunasi oleh debitur.

Hal ini telah diadopsi oleh beberapa lembaga keuangan islam semisal BMT (Baitulmal wa Tamwil atau koperasi syariah) yang merelakan piutang yang benar-benar tidak dapat dilunasi oleh debitur yang memiliki keterbatasan kemampuan yang sesungguhnya butuh pertolongan. Sehingga debitur seperti ini akan menjadi objek sedekah dan diberi pembinaan agar dapat mandiri.

Tidak jarang debitur yang telah diberi pembinaan dan pemberdayaan justru kembali sebagai kreditur yang menginfaqkan kelebihan hartanya pada BMT untuk kemudian diputar demi kepentingan umat.

3. Ekonomi insani (Humanis economics) atau khilafah

Ekonomi isani adalah salah satu ciri-ciri ekonomi syariah. Pada esistem ekonomi dengan paham naturalis, seseorang akan menitik beratkan fokusnya pada sumber daya alam. Sehingga menganggap hal terpenting pada sistem ekonomi adalah kepemilikan sumber daya alam yang melimpah.

Akan tetapi saat ini justru menunjukkan sebaliknya. Negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah justru dikuasai negara yang memiliki modal besar dan kekayaannya di pindahkan ke negara pemodal. Kita ambil contoh negara kita sendiri yang kekayaannya dikuras oleh negara lain, kita juga bisa lihat Singapura yang memiliki luas wilayah yang begitu kecil tetapi tingkat kemakmurannya tertinggi di kawasan Asia Tenggara bahkan Asia.

4. Ekonomi wasatan (moderat atau seimbang)

Keseimbangan atau nilai ideal adalah hal yang diutamakan dalam perekonomian islam, tidak dikenal keberpihakan pada kaum kapitalis ataupun buruh, semua memiliki hak dan kewajiban pada porsi yang adil.

Tujuan ekonomi islam untuk menggapai kesuksesan hidup di dunia dan di akhirat melahirkan paham dimana keseimbangan atau balance menjadi hal penting untuk diperhatikan. Islam menghendaki adanya keseimbangan dalam mengejar dunia dan akhirat, islam tidak memperkenankan seseorang untuk mengejar dunia semata tanpa memenuhi kewajiban atas hartanya, begitupun sebaliknya, islam tidak memperkenankan seseorang membiarkan kemiskinan dan mendorong seseorang untuk mandiri dalam ekonomi.

5. Ekonomi kerjasama dan keadilan

Islam mendorong seseorang untuk bersyarikat atau bekerjasama agar tercapainya tujuan kemakmuran bisa tercapai dengan lebih mungkin. Ada beberapa akad-akad muamalah yang sengaja mengatur tentang kerjasama ini dimana hukum syariat menjamin tidak adanya pihak yang dirugikan.

6. Ekonomi berpengawasan ganda

Dalam kegiatan ekonomi konvensional jalannya perekonomian diawasi oleh regulasi dan aparatur negara, begitupun dengan ekonomi islam. Akan tetapi manusia tidak dapak luput dari pengawasan Ilahi sehingga apabila seseorang dapat lepas dari jerat hukum di dunia tetapi ia tidak akan dapat luput dari hukuman di akhirat. Nilai-nilai inilah yang membuat ekonomi islam menjadi sistem ekonomi berpengawasan ganda.

7. Ekonomi hasil kombinasi hukum paten dan yang dapat dirubah

Hukum dasar ekonomi islam berasal dari firman Illahi dan hal ini tidak dapat dirubah, akan tetapi seiring dengan berkembangnya jaman banyak jenis transaksi yang tidak di dapati pada jaman Rasullullah sehingga terdapat ijtihad atau hasil pemikiran para alim ulama untuk menjawab pertanyaan dunia agar dapat terus dinamis mengikuti jaman, akan tetapi tetap merujuk pada Al-qur’an dan Al-Hadist.

Akhir Kata

Itulah penjelasan tentang 7 ciri-ciri ekonomi syariah. Tujuan ekonomi islam untuk menggapai kesuksesan hidup di dunia dan di akhirat melahirkan paham dimana keseimbangan atau balance menjadi hal penting untuk diperhatikan. Semoga bermanfaat.

Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.