Cara Membuat Lubang Resapan Biopori (LRB) Yang Bisa Mengatasi Banjir

Apa kalian tahu apa itu Biopori? Dan bagaimana cara membuat lubang resapan biopori di halaman rumah? Jika anda belum mengetahui apa itu lubang resapan biopori (LRB), bagaimana cara membuatnya dan apa saja alat pembuat lubang biopori yang bisa mengurangi resiko banjir, mari simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Lubang Resapan Biopori (LRB)

Biopori adalah lubang yang dibuat vertikal ke dalam tanah. Lubang ini memiliki diameter antara 10-30 cm dan kedalaman antara 80-100 cm.

Lubang Resapan Biopori adalah teknologi efisien yang diciptakan Ir. Kamir Raziudin Brata M.Sc, seorang tokoh lingkungan dan dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan di Institut Pertanian Bogor (IPB), merupakan salah satu solusi manajemen air yang dapat dilakukan dengan sangat sederhana, mudah dan sekaligus murah.

Manfaat Lubang Resapan Biopori

Pembuatan lubang resapan biopori juga memiliki tujuan untuk memperoleh manfaat. Di bawah ini ada empat manfaat yang Anda dapatkan jika membuat lubang resapan biopori di rumah.

1. Meningkatkan Kesuburan Tanah

Saat Anda memasukkan sampah organik ke dalam LRB, akan terjadi proses biologis yang bisa menjadikan sampah tersebut menjadi pupuk kompos. Dengan terbentuknya pupuk kompos di dalam lubang, tentu akan membuat tanah menjadi semakin subur.

2. Mengurangi Resiko Banjir

Sekarang ini, banjir sering terjadi entah itu di kota besar maupun di kampung, dan salah satu penyebab utamanya adalah sistem drainase yang tidak baik. Biasanya di daerah padat penduduk, drainasenya buruk dikarenakan kurangnya daya serap air oleh tanah.

Dengan membuat lubang resapan biopori, dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah. Selain itu, sampah organik yang ada di dalam lubang merupakan makanan dari cacing tanah.

Cacing yang masuk ke dalam lubang akan membuat terowongan-terowongan kecil di dalam tanah saat menuju ke lubang yang berisi sampah organik. Hal ini dapat membuat air lebih cepat meresap ke dalam tanah.

3. Meningkatkan Cadangan Air Tanah

Terowongan-terowongan kecil yang dibuat oleh cacing tanah akan meningkatkan luas permukaan tanah. Hal ini dapat membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat. Bahkan, lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat.

4. Dapat Mengurangi Sampah Organik

Pembuatan biopori bisa mengurangi sampah organik dari rumah anda ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Karena, saat anda membuat lubang, salah satu proses yang harus dilakukan adalah memasukkan sampah organik.

Selain itu, pembuatan lubang resapan biopori juga akan membuat masyarakat bisa memilah antara sampah anorganik dan organik.

Lokasi Pembuatan Lubang Resapan Biopori

Mengenai lokasi pembuatan LBR ini dapat ditempatkan dimana saja, misalnya halaman, saluran air, pekarangan rumah, sekitar pepohonan, tempat genangan air dan sebagainya asalkan lokasi tersebut dapat dialiri air hujan dan tidak tertutup oleh atap.

sumber : infobdg.com

Cara Membuat Lubang Resapan Biopori (LRB)

Berikut ini akan dijelaskan mengenai bagaimana cara membuat biopori. Mulai dari alat dan bahan yang dibutuhkan, sampai langkah-langkah pembuatannya.

Alat Pembuat Lubang Biopori

sumber : xoxoblogfita.blogspot.com

  • Bor tanah
  • Sampah organik
  • Pipa PVC dan penutup yang sudah dilubangi bagian sisi-sisinya
  • Air

Langkah-langkah Membuatan Lubang Resapan Biopori

  1. Buatlah lubang silinder ke dalam tanah dengan diameter 10-30 cm serta kedalaman 100 cm (jangan sampai melebihi kedalaman air tanah), jarak lubang 50-100 cm.
  2. Mulut lubang dapat diperkuat dengan adukan semen setebal 2 cm dan lebar 2-3 cm mengelilingi lubang.
  3. Segera isi LRB dengan sampah organic seperti rumput, daun, atau kulit buah-buahan.
  4. Tutup lubang dengan penutup pipa PVC yang sudah dilubangi sebelumnya.
  5. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang.
  6. Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang sudah berkurang isinya karena proses pelapukan.

 
Sedangkan jumlah lubang yang harus dibuat untuk setiap luas tanah adalah dapat menggunakan rumus

(50X100): 180= 27, sekian.

Jadi untuk setiap tanah seluas 100 m2 diisi dengan 28 lubang resapan biobori. Contoh tersebut merupakan untuk wilayah dengan intensitas curah hujan 50 mm/jam (hujan lebat), dengan laju peresapan air perlubang sekitar 33 liter/menit.

Jika lubang resapan biopori tersebut dibuat dengan kedalaman 100 cm dengan diameter 10 cm, setiap lubang dapat menampung 7,8 liter sampah organic, dan ini dapat dipenuhi sampah organic dapur 2-3 hari. Dengan demikian 28 lubang baru dapat dipenuhi sampah organic

Penutup

Selain mimiliki fungsi penyerap air, Lubang Resapan Biopori juga dapat meringankan mengatasi masalah persampahan di perkotaan, utamanya sampah organik yang dapat terurai. Apabila pembuatan lubang biopori telah membudaya di tiap-tiap daerah maka permasalahan penumpukan sampah di TPA akan berkurang.

Demikian artikel kali ini semoga dapat menambah wawasan Anda mengenai Cara Membuat Lubang Resapan Biopori. Jangan lupa share dan komentar kalau artikel ini dianggap bermanfaat.

Sumber:

  • https://www.padamu.net/cara-membuat-lubang-resapan-biopori-lrb
  • https://masfikr.com/cara-membuat-biopori/
  • https://greenp4r4hyangan.wordpress.com/2010/07/21/ir-kamir-r-brata-msc-penemu-biopori/
Author: Wa Ode

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.