Apakah Reuni Haram ? Reuni dari Sudut Padang Syariat

By | April 7, 2019

Jagoan Ilmu, Apakah reuni haram ? Reuni dari sudut padang syariat – Liburan tidak lama lagi nih, pasti sudah rindu berkumpul bersama teman-teman SMP, SMA, maupun teman kuliah. Pada dasarnya reuni adalah upaya mempertemukan kembali yang dulu pernah bersama, baik dalam suatu kampus, sekolah maupun tempat bekerja, upaya mencari eksistensi diri yang mulai pupus dari memori karena dimakan usia.

Tahukah Anda apakah reuni haram ? Kini banyak nasehat reuni yang bisa kita dengar dan tahu hukum reuni. Nah, untuk lebih jelasnya mari simak pejelasan apakah reuni haram.

Apakah Reuni Haram ? Bagaimana Menurut Padangan Syariat ?

 

Apakah Reuni Haram

Arti reuni adalah pertemuan kembali (bekas teman sekolah, kawan seperjuangan, dan sebagainya) setelah berpisah cukup lama.  Islam mengajarkan bahwa bersilaturahmi merupakan perkara wajib, yang bila dilanggar maka akan mendapat dosa di sisi Allah SWT.

Tapi kita harus tahu, bahwa konteks silaturahmi dalam islam adalah menjaga hubungan baik dengan kerabat yang berstatus rahim-mahram. Bagaimana dengan menjaga hubungan yang satu rahim tapi non-mahram? Islam menghukuminya tidak wajib.

Dari konteks di atas dapat kita pahami bahwa reuni hukumnya haram jika kita melakukan aktivitas ini dengan orang yang bukan mahram. Kenapa? Karena, orang yang bukan mahram, haram hukumnya ber-khalwat (berdua-duaan) dengannya; haram melihat, selain wajah dan kedua telapak tanganya; juga haram melakukan ikhtilâth (bercampur-baur antara pria dan wanita) dengannya.

Ini jauh bertentangan dengan fakta keburukan reuni, dimana kita ditempatkan di tempat yang sama antara pria dan wanita (=ikhtilâth), membicarakan keadaan, dan melepaskan kerinduan.

Apakah akhirnya reuni haram? Inilah istimewanya islam dengan keluasan hukum syara’nya. Konteks reuni bisa diartikan sunnah tatkala kita tidak melanggar aturan khalwat dan ikhtilâth. Artinya reuni hanya terjadi antara laki-laki dan teman laki-lakinya serta perempuan dengan teman perempuannya.

Oleh karena itu, tidak ada hukum wajib mengadakan maupun mengahdiri reuni. Kesunahannya juga sangat meragukan, tapi jelas dibolehkan selama tidak melanggar syari’at dan semua pertemuan mubah, bisa dijadikan kesunnahan dengan tujuan baik yang dianjurkan agama, seperti mau memperbaiki informasi agama dan dengan niat karena Allah. Bukan hura-hura yang menghabiskan waktu apalagi mengulang kenangan lama seperti mau melihat bekas pacar apalagi yang sudah berkeluarga.

Akhir Kata

Demikian yang dapat Jagoan Ilmu bagikan, tentang Apakah reuni haram ? Reuni dari sudut padang syariat. Sekian dan terima kasih telah mengunjungi jagoanilmu.net, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel Agama berikutnya

Berikan Rating:

Average rating / 5. Vote count:

Author: Penulis Jagoan Ilmu

Hargai dia yang membencimu, karena dia adalah penggemar yang telah menghabiskan waktunya hanya untuk melihat setiap kesalahanmu.