Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.

Penjelasan Tentang Air Laut dan Densitas

1 min read

Air Laut dan Densitas

Hai, berjumpa lagi dengan saya, pada kesempatan ini saya akan menjelaskan secara singkat tentang Air Laut dan Densitas. Banyak orang di luar sana yang masih bertanya-tanya, Mengapa air laut berwarna biru? dan Pengertian dari Densitas. Baik, simak penjelasan di bawah ini.

1. Alasan Mengapa Air Laut Berwarna Biru

Air laut bisa berwarna biru karena lapisan air menyerap gelombang cahaya matahari (mejikuhibiniu). Dan molekul – molekul air ini menyerap warna – warna tersebut dan menyisakan warna biru karena cahaya warna biru memiliki panjang gelombang yang paling panjang dibandingkan warna – warna lainnya. Selain itu dalam air laut mengandung banyak sekali partikel – partikel, mulai dari ikan, karang, plankton, dan biota laut lainnya. Serta ada juga zat organic terlarut yang dalam istilah Jerman disebut gelbstoff.

Materi – materi inilah yang menyebabkan penyerapan cahaya matahari sehingga hanya menyisakan warna “dark blue” yang ada dilautan. Kecuali penyerapan maupun adsorpsi cahaya, warna laut juga disebabkan oleh penghamburan cahaya oleh makhluk – makhluk mikro di laut seperti fitoplankton (tumbuhan sangat kecil) dan zooplankton (hewan sangat kecil). semua faktor tersebutlah yang menyebabkan warna laut menjadi biru cerah kehijauan di daerah perairan laut tropis termasuk di Indonesia.

Cahaya matahari yang berlimpah dan iklim panas sangat baik bagi pertumbuhan plankton, dan hal ini lebih menguatkan lagi untuk pembentukan warna cerah kehijauan di laut. Pantulan dari langit sebenarnya juga berperan tetapi hanya berperan kecil.

2. Pengertian densitas

Densitas merupakan fungsi langsung dari kedalaman laut, serta dipengaruhi juga oleh salinitas, temperatur, dan tekanan. Densitas air laut merupakan jumlah massa air laut per satu satuan volume. Pada umumnya nilai densitas (berkisar antara 1,02 – 1,07 gr/cm3) akan makin sesuai dengan bertambahnya salinitas dan tekanan serta berkurangnya temperatur.  Transisi densitas dapat disebabkan oleh proses-proses :

  • Evaporasi di permukaan laut
  • Massa air pada kedalaman < 100 m sangat dipengaruhi oleh angin dan gelombang, sehingga besarnya densitas relatif homogen.
  • Di bawah lapisan ini terjadi perubahan temperatur yang cukup besar (Thermocline) dan juga salinitas (Halocline),  sehingga menghasilkan metode perubahan densitas yang cukup besar (Pynocline.
  • Di bawah Pynocline hingga ke dasar laut memiliki densitas yang lebih padat.

Densitas air laut normal akan bertambah terhadap kedalaman. Jika densitas permukaan air lebih tinggi daripada densitas air di bawahnya maka akan terjadi kondisi gravitasi tidak stabil dan air permukaan akan turun atau tenggelam. Di daerah kutub, densitas permukaan air dapat berubah dengan dua cara :

  •  Dengan pendinginan langsung baik jika es bersentuhan dengan air atau jika angin dingin melewati es.
  • Dengan pembentukan es laut yang mengekstrak air dan melepaskan air laut dengan salinitas tinggi dan densitas yang bertambah.

Sebelum perkembangan teknologi satelit, sulit untuk untuk mengamati perubahan temperatur permukaan laut suatu daerah yang luas secara musiman. Serupa adanya satelit dengan sensor infra merah, memungkinkan pengukuran perubahan temperatur permukaan laut musiman dan tahunan dalam skala global.

Sensitivitas dan ketepatan pada sensor adalah dalam orde 0,1 derajat celcius atau lebih baik dan ketepatannya bertambah tiap waktu dengan adanya koreksi untuk faktor-faktor seperti kondisi permukaan laut dan jumlah air yang menguap ke atmosfer (Anugerah 2002 : 46).
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi suhu air laut:

1. Sinar matahari
2. Kedalaman
3. Iklim
4.Curah hujan
5. Pengaruh angin
6. Arus dan pasang surut

Sekian pemaparan dari saya tentang Air Laut dan Densitas. Semoga bermanfaat.

Hen Hen Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Bila kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan TERUSLAH MELANGKAH.